Dirjen Bimas Islam Selenggarakan Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online

  • 20 April, 2017  18:24:12 

  • literasi
    acara pembukaan Workshop Penyusunan standar literasi media islam online yang diselenggarakan Dirjen Bimas Islam Pusat, di Jakarta (doc/bimas)

    Jakarta, mathlaulanwar.or.id- Untuk mengantisipasi penyajian isu-isu keagamaan yang sangat sensitif dari media media online Islam, Direktorat Jenderal Bimbingan Bimbingan Massa Islam Kementerian Agama menyelenggarakan workshop penyusunan standar Literasi Media online Islam selama tiga hari, 20-22/4 di Jakarta, yang diikuti oleh  55 media online islam termasuk mathlaulanwar.or.id dan 11 pegawai Bimas Pusat.

    Menurut panitia pelaksana Kegiatan, Dr. Thobib Al-Asyar, mengatakan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan Dirjen Bimas Islam di mana ada masukan bahwa media online tidak mendapatkan tempat yang proporsional di Bimas Islam  sebagaimana dalam sambutannya pada acara pembukaan  workshop.

    Ia menambahkan,  “pelatihan ini bertujuan  agar adanya standarisasi dalam penyusunan berita tentang isu isu keislaman sehingga media online Islam  menjadi lebih profesional dan lebih baik”, tambahnya.

    Baca juga :  Masyarakat Minta Bawaslu RI Segera Proses PAW Bawaslu Banten

    Acara workshop yang dibuka oleh Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin dalm sambutannya menjelaskan selama ini Dirjen Bimas Islam memiliki kedekatan dengan banyak media dan merupakan pioneer  dari semua kementerian dalam berkegiatan dengan media.

    “selama ini Dirjen Bimas Islam Kemenag-RI selalu menjadi rujukan dari semua kementerian, karena terlihat pelayanan kementerian agama menunjukan perbaikan yang signifikan” ucapnya.

    Lebih lanjut ia menambahkan selama ini berita yang beredar di media-media online standarnya masih di ragukan karena adanya berita berita palsu/hoaks yag begitu sangat banyak dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, akhirnya merusak citra yang diberitakan.

    ” merusak citra sangat gampang tapi membangun citra itu sulit” tambahnya

    Baca juga :  Hadiri Rakerwil MA Banten, Zulkifli Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

    Dalam membangun citra yang sudah rusak ia mengambil contoh soal korupsi Al-Quran yang terjadi beberapa tahun lalu di kementerian Agama, “yang melakukan, kan bukan orang kementerian agam,  tapi orang luar yang bisa mengakses kementerian agama, sekarang kita lihat bagaimana citranya kementerian agama kalau orang berkomentar?, owwwh kementerian agama yang korupsi Al quran ituh? nah sulit sekali kita mengembalikan citra tersebut”, ujar Prof. Muhammadiyah.

     

    1,539 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial