Mesjid Jami Al-Jamal Janaka, Tempat Bersejarah (Tempat Kelahiran KH Mas Abdurrahman)

  • 27 April, 2017  18:51:16 

  • b142e78b-3048-4e82-aa01-8cc67fd21abc
    Mesjid Al-Jamal Janaka (Doc/Nurdin)

    Kali ini Tim redaksi menelusuri jejak-jejak sejarah Islam dan Mathla’ul Anwar. Minggu akhir bulan April 2017,  kami mendatangi kampung Janaka, Desa Jaya Mekar Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.  Kami menemui sesepuh  dan tokoh setempat diantaranya Ustadz Nasirin di Kampung tersebut dan mewancarainya tentang keberadaan Mesjid Al-Jamal  Janaka yang masih kokoh berdiri.

    Mesjid Al-Jamal atau Mesjid Janaka, berada di Kampung Janaka, bisa ditempuh dari Jakarta sekitar 4 sampai lima jam perjalan dengan menggunakan mobil pribadi. Bisa ditempuh melalui Ibu Kota Pandeglang dengan keluar dari Pintu Tol Serang Timur kemudian masuk kota pandeglang atau keluar pintu tol cilegon sambil menyusuri indahnya pesisir pantai Anyer sampai Carita. Kampung tersebut berada di kaki gunung Aseupan. Dalam posisi google map posisi mesjid tersebut  bisa dilacak  https://www.google.co.id/maps/@-6.3154402,105.8823325,274m/data=!3m1!1e3

    20170427_184351(0)
    Posisi kampung Janaka dari Jakarta

    Menurut penuturan sesepuh yang kami temui di sana yang masih memegang tadisi tutur, mereka mendengar cerita dari leluhurnya bahwa mesjid tersebut didirikan 1875 lebih tua 8 tahun dari Mesjid Agung Caringin yang didirikan pada tahun 1884 setahun setelah meletusnya Gunung Krakatau dan Mesjid Agung Carita yang berdiri pada tahun 1895. Nama mesjid Al-Jamal di sematkan oleh masyarakat dan diambil dari nama pendiri mesjid tersebut, KH. Mas Djamal. Ia merupakan seorang ulama setempat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Kesultanan Banten di masa itu.

    Baca juga :  Ini Kajian Pakar Hukum Tata Negara mengenai Pemberhentian Menteri ESDM Archandra

    Konon, kata Mas/Hipermas yang melekat pada nama Mas Jamal merupakan keturunan tokoh legendaris kakak beradik Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju, yang menjadi pengikut setia dari Sultan Hasanuddin. Sedangkan Ki Mas Jong orang pertama yang masuk Islam di Banten.

    20170427_162443
    Jarak antara kampung Janaka dan Kesultanan Banten

    Sebelum mesjid berdiri, tempat tersebut merupakan surau/langgar yang peruntukannya untuk shalat lima waktu namun bukan untuk shalat Jumat. Untuk shalat Jumat Mas Djamal dan dan KH Markani beserta masyarakat menunaikan shalat Jum’at di Mesjid Agung Kesultanan Banten yang terletak di pesisir Utara pantai Jawa dengan jarak puluhan kilo, melewati terjalnya gunung haseupan agar tidak terlihat oleh pemerintah kolonial Belanda. Di ceritakan oleh sesepuh di sana untuk sampai ke Mesjid Agung Banten Masyarakat Janaka harus pergi dari rabu atau hari kamis agar tidak ketinggalan untuk mengikuti Shalat Jum’at. Faktor inilah yang melat belakangi pendirian mesjid tersebut.

    Kiai Mas Djamal meminta kepada Kesultanan Banten agar beliau beserta masyarakat diperbolehkan mendirikan mesjid di kampung tersebut agar semua kaum muslimin yang laki laki bisa melaksanakan shalat Jum’at. Maka dibangunlah mesjid tersebut pada tahun 1875 Masehi. Menurut buku karya Muhammad Nahid Abdurrahman yang berjudul “KH Mas Abdurrahman Pendiri Mathla’ul Anwar” tahun tersebut adalah kelahiran KH Mas Abdurrahman putera dari KH Mas Djamal. Sementara itu, dalam buku berjudul “Dirasah Islamiyah I: Sejarah dan Khittah Mathla’ul Anwar” yang diterbitkan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar menyebutkan bahwa KH Mas Abdurrahman lahir pada 1868.

    Baca juga :  Bin Nuh (Catatan Mang Huri)

    Mendengar permohonan Ki Mas Djamal maka pihak kesultanan Banten merestui rencana pembangunan mesjid tersebut dan mengirimkan beberapa barang untuk kebutuhan pembanguna mesjid diantaranya:
    1. Mastaka (hiasan diatas Kubah),
    2. Mimbar
    2. Tongkat (tongkat untuk khotib saat berkhutbah),
    3. Alat Palak (penentu waktu shalat)
    4. Kitab Fiqih
    5. Rampadan (tempat Air)
    6. Tiang Besar Mesjid

    Tiada yang tahu persis bahkan tidak ada sejarah yang tertulis mengenai cara membawa barang-barang beserta alat alat tersebut yang begitu besar untuk sampai ke kampung Janaka yang terletak di kaki gunung Aseupan. Menurut pengakuan beberapa sesepuh setempat bisa jadi berkat Izin Allah Subhanahu Wata’ala dan karomahnya KH Mas Djamal sehingga barang-barang tersebut sampai ke kampung Janaka

    Masih penuturan Ustadz Nasirin dan tokoh-tokoh setempat bahwa mastaka yang berada di kubah mesjid yang masih ada sekarang memiliki energi tersendiri. Dulu kalau akan terjadi huru-hara baik oleh Belanda maupun oleh pengacau lainnya maka mastaka akan menunjuk ke arah mana huru-hara tersebut terjadi.

    Para sesepuh juga menceritakan pasca peristiwa Geger Cilegon pada tahun 1888, di mana Ki Wasyid (bapak dari KH Mansur Muhidin Pendiri Al Khoiriyah Cilegon) bersama para tokoh Banten bersembunyi di kampung Janaka dan ditampung dan dirawat oleh Ki Mas Djamal karena mengalami luka-luka. Setelah suasana dan kondisi badan membaik, sebagai wujud terima kasih kepada ki Mas Djamal, Ki Wasyid menawarkan hadiah kepada Ki Mas Djamal. Namun, Ki Mas Djamal menolaknya, ia hanya minta kepada ki Wasid agar putera-puteranya menjadi anak Soleh.

    Baca juga :  Kisruh taksi dan ojek aplikasi : "wake-up call"

    Tidak berapa lama setelah geger Cilegon di tahun 1890-1900an Ki Mas Djamal pergi menunaikan Ibadah Haji ke Mekkah Al-Mukarramah. Namun ia tidak pernah kembali ke kampung Janaka. Untuk memastikan keberadaan Ki Mas Jamal, maka puteranya Ki Mas Abdurrahman pergi ke Mekkah sekaligus untuk belajar di sana. Dikabarkan olehnya, bahwa bapaknya, KH Mas Djamal meninggal di sana setelah menunaikan ibadah Haji.

    Tidak jauh dari Mesjid Al-Jamal berdiri juga madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar yang didirikan oleh masyarakat setempat atas saran KH Mas Abdurrahman pada tahun 1926. Untuk tahun ini,(2017) para tokoh setempat di kampung Janaka telah mendirikan Madrasah Aliyah Mathl’aul Anwar dan sekarang sedang melakukan proses penerimaan siswa baru, Insha Allah, Wallahu’alam (DEF/Nurdin)

    berikut foto-foto kondisi Mesjid Al-Jamal Janaka

    33092b9c-4242-4690-a34c-fd52351a11c0
    Di dalam Mesjid, nampak mimbar khutbah berada di depan tempat imam (doc/Nurdin)

     

    6cc6da54-65f8-434f-82d4-5a200f864998
    Salah satu bagian mesjid (doc/Nurdin)

     

     

     

     

     

     

     

    85841cbe-48db-4288-9bca-632c8a74fe14
    Alat Falak, penentu jadwal shalat (doc/Nurdin)

     

    bcdd1afe-b133-481f-aa84-6f9f84b49e69
    Selasar kanan mesjid (Doc/Nurdin)

     

    e5b8bc7d-1cf3-4537-83d1-b1294d1667ec
    Bagan Struktur DKM Al Jamal Janaka (Doc/Nurdin)

     

    20170427_155052
    Mesjid Al Jamal nampak dari jalan Sebelah Kanan (Doc/DEF)

     

    20170427_155401
    Mesjid Al Jamal nampak dari sebelah kiri (Doc/Nurdin)

     

    20170427_155223
    Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Janaka berdiri tahun 1926 (Doc/DEF)

     

    20170427_155304
    Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Janaka (Doc/DEF)

    5,453 total views, 8 views today

    Please follow and like us:

    5 comments

    1. tapak kita mana?

    2. MA is our blood…

    3. Sudah banyak yg hilng barang2 ti2nggal brsejarahnya.

    4. Masya allah… Kp. Janaka termasuk salah satu masjid yang bersejarah di provinsi Banten

    5. Dhony kebon kopi jaya mekar

      Janaka baru terdeteksi. Bahwa janaka adalah suatu kampung yg agamis natural terhadap budaya …..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial