Belajar di Kota Nabi

  • 23 May, 2017  23:44:09 

  • Gerbang pintu masuk Universitas Islam Madinah (Doc/Asep)

    Asep Sunandar*

    Madinah, mathlaulanwar.or.id.  Begitu hebat pelajar masa lalu yang belajar di tanah Arab. Banyak di antaranya  yang kemudian menjadi Ulama besar. Di abad 17 sebut saja ada ulama seperti Syekh Yusuf Al- Makassary (Makassar) dan Syekh Abdul Rauf Al-Sinkili (Singkel, Aceh). Pada abad 18 ada Syekh Abdul Shomad Al-Palimbani (Palembang), Syekh Nafis Al-Banjari (Banjar, Kalsel), Syekh Arsyad Al-Banjari (Banjar, Kalsel). Sementara di abad 19-  awal abad 20 ada nama  Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Mahfudh At-Tarm. Bagaimana sekarang tanah Arab bisa menjadi magnet bagi pelajar dari berbagai negara, kontributor kami dari Arab Saudi, Asep Sunandar yang tengah menimba ilmu di Universitas Islam Madinah mencatat pengalamannya belajar di Kota Nabi, Madinah Al Munawwaroh.

    Bagi banyak orang, belajar di  Universitas Islam Madinah (UIM) merupakan suatu cita cita yang harus direalisasikan. Bagi saya dan bagi pemuda muslim lainnya merupakan suatu nikmat yang besar bisa belajar di kota Nabi.

    UIM merupakan Universitas Internasional, hadiah dari kerajaan Arab Saudi untuk dunia Islam. Tidak kurang dari 170 negara terdiri mahasiswa dan dosen berkumpul di universitas ini. Berbagai bahasa dan budaya berinteraksi dan memudahkan kami sebagai mahasiswa bertukar fikiran dan informasi. Kesemuanya untuk meneguhkan cita dan asa, ummatan waa hidah (umat yang bersatu teguh di atas jalan Allah).

    Dekat dengan Mesjid Nabawi

    Kampus UIM letaknya dekat dengan mesjid Nabawi. Pihak kampus menyediakan transportasi gratis berupa bus untuk berangkat ke mesjid Nabawi. Inilah yang sangat menarik bagi para mahasiswa yang belajar di kampus pada pagi hari sampai siang. Selepas dari kampus mahasiswa  belajar sehabis ashar dan mengikuti halaqoh dan muhadhoroh masyaikh di mesjid Nabawi dengan berbagai pilihan taqosus. Pilihannya antara lain  ada siroh, tauhid fiqih, usul fiqh, tafsir, hadis dan lain-lain.

    Baca juga :  Cegah Paham Radikal, GEMA MATHLA'UL ANWAR Adakan Dialog Publik di Tanggerang

    Kegiatan ini kita bisa memilih, ada selepas ashar, setelah magrib sampai isya, dan waktu inilah yang paling di pilih mahasiswa.  Adapun selepas isya, yang ikut tidak terlalu banyak. Inilah yang menjadi keindahan dan kenyamanan serta daya tarik belajar di UIM. Kami bisa belajar di mesjid Nabawi di mana dalam sejarahnya  para sahabat yang di tempa langsung oleh nabi Muhammad SAW.

    Pada masa Rosulullah, alumni mesjid mesjid Nabawi banyak menjadi tokoh yang hebat dan menyebarkan Islam. Dengan demikian terpancarlah islam ke seluruh dunia.

    Jangan lupa, mesjid Nabawi memiliki keutamaan dan kelebihan, diantaranya sholat di mesjid Nabawi lebih baik 1000 kali dari sholat sholat di masjid lain kecuali mesjid Haram di Mekkah. Keutamaan shalat dan  belajar di mesjid Nabawi pahala sangat dahsyat, sebagaimana sabda nabi muhammad saw :
    من جاء مسجدى هذا، لم يأته إلا لخير يتعلمه يعلمه، فهو بمنزلة المجاهد في سبيل الله.

    Yang artinya :barang siapa mendatangi masjid ku ini (mesjid Nabawi) dia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin ia pelajari atau ia ajarkan, maka kedudukannya seperti Mujahid di jalan Allah.

    Dari segi letak geografis, posisi UIM  sangat strategis karena dekat dengan mesjid Nabawi. Banyak tamu tamu Allah yang berkunjung ke kota nabi ini. Para mahasiswa dari seluruh dengan mudah bisa bertemu dengan keluarga manakala keluarganya sedang umroh, atau haji. Atau bertemu dengan para tokoh masyarakat dan agama dri masing masing negara yang sedang menjalankan ibadah umrah. Ini memudahkan  mahasiswa mendapatkan informasi tentang negaranya dari para tokoh yang berpengalaman di medan dakwah dan pendidikan, serta bisa mendapatkan nasihat dari para tokoh yang sudah banyak makan garam.

    Sementara Dosen atau syaikh di UIM mengajar sesuai takhusus di bidangnya. Kurikulum yang diterapkan telah digodog dan mendapat persetujuan  para ulama. Kurikulum yang tersedia sudah sangat efektif dan mampu membuat mahasiswa mencerna ilmu dengan baik.

    Baca juga :  Peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Mathla'ul Anwar Kp Pasir Waringin Saketi Pandeglang

    Kita bisa menyaksikan suasana kampus penuh dengan nuansa ilmu dan nuansa islami. Di setiap sudut kampus bisa disaksikan mahasiswa sedang belajar. Kebanyakan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah menghafal pelajaran, menghafal Al-Qur’an, Hadis, Qoul ulama, serta mutun mutun syair dan mutun mutun ilmiah. Malulah kita yang melihatnya dan ada rasa ingin tergerak untuk mengikuti dan meniru mereka.

    Ada hal yang menarik dan membuat hati kita terenyuh di UIM ini. Di antaranya terdapat mahasiswa yang memiliki kekurangan dan kelainan pisik (tak bisa jalan, lumpuh, tidak bisa melihat dan beberapa cacat fisik lainnya). Namun mereka begitu aktif dalam berbagai kegiatan, terutama dalam sholat berjama’ah. Bahkan tak jarang mereka datang terlebih awal dari pada orang orang yang sehat dan normal pada umumnya.

    Nuansa keislaman dan keilmuan itu nampak dari adanya mushola dan perpustakaan yang di sediakan pihak kampus di setiap fakultas. Mahasiswa bisa melaksanakan sholat dhuha, sholat berjama’ah serta bisa menghafal Al Qur’an dan menghafal berbagai dars serta mutun mutun.

    Di setiap selesai shalat subuh kita bisa menyaksikan dan mengikuti  program halaqoh tafidzul Qur’an dan tahfidz mutun ilmiyah di mesjid. Dengan begitu mesjid senantiasa penuh dan ramai dengan kegiatan yang bernuansa ilmiah.

    Kampus yang Nyaman

    Diantara dari sekian banyak fasilitas kampus yang di berikan kepada mahasiswa adalah asrama. Asrama yang nyaman merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa. Pihak kampus memberikan kamar asrama yang cukup baik disertai pendingin udara dan meja belajar, sehingga suasana kamar nyaman untuk belajar.

    Mahasiswa juga mendapatkan uang saku (biasanya kita menyebutnya mukafaah) setiap bulannya. Adanya uang saku atau uang tunjangan membuat kami bisa lebih fokus untuk belajar. Mahasiswa tidak perlu repot-repot lagi mencari pekerjaan, atau minta dikirimkan uang dari orang tua. Bahkan banyak dari Mahasiswa yang bisa mengirim uang buat keperluan keluarga dan biaya adik adiknya di kampung.

    Baca juga :  66 Tahun Madrasah Aliyah Mathla'ul Pusat Menes

    Pihak kampus memberikan jatah liburan setahun sekali tepatnya pada musim shoifiyyah (musim panas) kami mendapatkan tiket gratis pulang pergi. Biasanya musim liburan kami pergunakan  untuk berkumpul dengan keluarga, berkunjung ke para tokoh guna mendapatkan masukan dan nasihat serta berbagi pengalaman dengan mereka, kesemua ini untuk mengecas dan memicu picuan kita dalam belajar.

    Selain itu, Kampus juga menyediakan kantin makan dengan dengan biaya yang sangat murah. Hal ini dikarenakan subsidi oleh pemerintah Saudi. Sekedar perbandingan  satu porsi makan  di luar kantin bisa sekitar 15 Real setara dengan Rp 55.000. Sementara jika beli di kantin, kami cukup merogoh  2 real saja  setara dengan Rp. 7.400.

    Yang tidak kalah adalah pelayanan kesehatan gratis yang sangat bagus. Pihak kampus juga bahkan menyediakan sarana olah raga. Yang terbaru yaitu kolam renang, namun belum di di operasi kan. Bila bosan dengan kegiatan kampus, mahasiswa bisa mengikuti pelatihan ketrampilan yang memang difasiltasi oleh kampus.

    Kampus juga mengadakan program halaqoh tafidzul Qur’an dan tahfidz mutun ilmiyah, kegiatan ini bisa kita saksikan di setiap selepas sholat subuh mesjid begitu ramai dan penuh dengan nuansa ilmu.

    Inilah secuil tulisan dari sekian banyak nya indahnya dan nyamannya belajar di universitas islam madinah. Tertarik untuk sekolah di UIM? Pendaftaran melalui via online dengan alamat Web pendaftaran http://Admission.iu.edu.sa.

    *Kader Mathla’ul Anwar dan Mahasiswa UIM

     

    1,878 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial