IKAMA akan Menggagas usaha Biocyclo Farming dan Aquaculture

  • 05 October, 2017  14:41:09 

  • Foto : Suasana rapat IKAMA, bertempat di meeting room salah satu hotel di Jakarta (Doc : Red)

    Jakarta, Mathlaulanwar.or.id – Ikatan Keluarga Alumni Mathla’ul Anwar (IKAMA) menggelar rapat pengurus pada Rabu 4 Oktober 2017 di Jakarta. Pertemuan ini diselenggarakan untuk menyiapkan Rapat Kerja pada 20 Oktober mendatang. Direktur IKAMA Muhammad Hudori menjelaskan bahwa pertemuan ini digelar untuk mempersiapkan bahan-bahan rapat kerja. “IKAMA perlu segera menggelar rapat kerja secara intensif untuk membahas berbagai hal untuk kelancaran program IKAMA kedepan”, tegas Hudori.

    IKAMA telah beberapa kali menyelenggarakan pertemuan pasca terbentuk saat penyelenggaraan halal bihalal dan reuni akbar alumnus Mathla’ul Anwar 8 Juli 2017 lalu di Menes. Pada 20 Juli bertempat di Hotel Le Dian Serang, IKAMA kembali menyelenggarakan pertemuan untuk membahas personalia kepengurusan, AD/ART dan Program Kerja. Pada pertemuan ketiga di Jakarta tersebut, IKAMA membahas bahan dan materi untuk ditetapkan dalam Rapat Kerja bulan Oktober ini.

    Baca juga :  Ini Perguruan Tinggi Mitra dan Tata Cara Pendaftaran PBSB 2017

    Potensi Bisnis

    Sebagai Direktur IKAMA, Hudori berharap IKAMA memiliki unit usaha sehingga ada sumber dana mandiri untuk menggerakan roda organisasi agar tidak ketergantungan kepada pihak lain. Guna memenuhi harapan tersebut, Dewan Pengawas IKAMA Edi Suhaedi mengundang dua narasumber pakar biocyclo farming Achsin Utami dan pakar aquaculture Wajan Sudja.

    Dalam sesi diskusi seusai pertemuan, Achsin mengatakan bahwa Banten sebagai basis Mathla’ul Anwar perlu mengembangkan usaha biocyclofarming.

    “Banten memiliki lahan yang subur, kontur tanah yang berbukit serta air tersedia sepanjang tahun. “Ini sangat cocok untuk dikembangkan biocyclo farming sebagai basis ekonomi warga Mathla’ul Anwar”, Kata Achsin.

    Biocylco farming adalah system usaha adalah suatu proses keterpaduan antar sektoral pada bidang pertanian yang saling memanfaatkan sisa dari proses pengelolaan dari suatu sektor, yang kemudian dimanfaatkan kembali pada sektor lainnya untuk menghasilkan suatu manfaat lain yang berguna, dilakukan dalam suatu alur putar kontinyu (loop) tertentu sehingga dapat menghasilkan manfaat ulang bagi sektor pertama olahannya.

    Baca juga :  Pesan Menag Kepada Peserta UN

    Dalam kesempatan yang sama, Wajan Sudja pakar aquaculture memaparkan potensi Banten dengan garis pantai melingkar sepanjang lebih dari 500 KM. Potensi ini jika dikembangkan untuk usaha budidaya kepiting akan menghasilkan income trilyunan rupiah.

    “Kami perlu menggandeng Mathla’ul Anwar agar bisa meyakinkan otoritas setempat tentang pentingnya usaha ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Wajan mengatakan bawah potensi aquaculture di Banten sangat baik dan potensial. “Dari setiap triliun investasi pemerintah di infrastruktur aquaculture, akan dihasilkan ekonomi aquaculture sebesar 2.300 triliun”, Kata Wajan memprediksi. (Zen/Kahfi)

    706 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial