Kedutaan Besar Amerika Serikat Kunjungi UNMA Banten

  • 09 October, 2017  13:20:42 

  • Foto (kiri-kanan) : Emily Abraham, Prof. Bambang Pranowo, dan Ethan Zhon. (Doc : Kahfi)

    Pandeglang, Mathlaulanwar.or.id – Kedutaan besar Amerika Serikat untuk Indonesia melakukan kunjungan ke kampus Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten pada Senin, (9/10). Kunjungan ini adalah rangkaian kegiatan Kedubes Amerika Serikat dalam program “Youth Leadership Forum”, sebuah kampanye untuk menebarkan kisah inspiratif agar pemimpin-pemimpin muda dari Indonesia berani memunculkan dirinya. Dalam acara tersebut hadir Ethan Zhon dan Emily Abraham sebagai perwakilan dari kedubes Amerika Serikat.

    Rektor UNMA Banten, Prof. Bambang Pranowo, mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang jarang sekali terjadi itu. Dirinya berharap agar acara tersebut bisa bermanfaat untuk semua elemen yang hadir, dan juga semakin menjalin kerjasama erat antara kedubes amerika dengan UNMA Banten secara khusus, dan dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

    “Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Mrs. Emily selaku diplomat dari kedubes Amerika Serikat yang sudah hadir di kampus UNMA Banten. Semoga forum hari ini bisa memberi manfaat kepada semua yang hadir. Dan juga saya berharap kegiatan hari ini bisa menjalin kerjasama antara UNMA Banten dengan kedubes Amerika Serikat khususnya, dan antara Amerika Serikat dengan masyarakat Indonesia pada umumnya”, ujar Bambang.

    Baca juga :  Isi Deklarasi Serpong
    Rektor UNMA Banten ketika memberikan pidato sambutan. (Doc : Kahfi)

    Kemudian, Ethan Zhon, salah satu sosok inspiratif yang dijadikan “Brand Ambassador” oleh kedubes Amerika Serikat dalam program tersebut, mengisahkan perjuangannya hingga mendapatkan sebuah kesuksesan dalam karir. Diketahui, pria yang akrab disapa Zozo itu adalah seorang atlet sepakbola sekaligus pemenang reality show televisi ternama yakni, “Survivor in Africa”.

    “Saya adalah atlet sepakbola, posisi saya penjaga gawang, tapi cadangan. Kalian tahu sendiri kalau penjaga gawang cadangan itu kecil kemungkinannya untuk bermain reguler di lapangan. Tapi saya tidak menyerah, saya melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh pemain sepakbola pada umumnya. Saya mulai mencuci pakaian para pemain klub, membawa bola ketempat latihan, datang lebih pagi dan pulang lebih sore dalam sesi latihan. Saya menyemangati rekan tim saya ketika kalah, dan ikut bergembira ketika tim kami menang”, kisah Zozo.

    Baca juga :  PBMA: Kongres Ekonomi Umat Selaras Dengan Program MA

    “Saya melakukan itu cukup lama. Dan tak disangka, atas apa yang saya lakukan itu, saya menjadi penjaga gawang utama, dan ditunjuk sebagai kapten klub karena dianggap bisa menjadi contoh baik untuk pemain lain”, lanjutnya.

    Ethan Zhon (kiri) ketika menceritakan kisah inspiratifnya. (Doc : Kahfi)

    Kisah dari Zozo berlanjut, hidupnya berubah drastis ketika menjadi pemenang “Survivor in Africa” dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Satu juta Dollar Amerika. Namun tak disangka, seluruh uang tersebut justru ia donasikan kepada yayasan untuk pengidap kanker. Hal tersebut dilakukan karena ternyata dirinya di vonis mengidap kanker.

    Dalam kesempatan tersebut Zozo kemudian berpesan, pemuda harus menjadi pionir perubahan. Untuk menjadi seorang pemimpin, Zozo mengingatkan tidak perlu menggunakan banyak perkataan atau dengan telunjuk, melainkan dengan kerja keras dan memberi contoh.

    Baca juga :  Uwais Al Qorni, Manusia yang Terkenal di Langit

    “Anak muda harus menjadi pionir perubahan. Saya paling tidak suka pemimpin yang menyuruh-nyuruh. Karena untuk menjadi pemimpin terutama dalam menciptakan perubahan, yang diperlukan adalah memberi contoh dan kerja keras, bukan dengan mulut atau telunjuk saja”, tegasnya.

    Di kesempatan yang sama, Emily Abraham, Diplomat perwakilan dari kedutaan besar Amerika Serikat mengaku senang bisa bertemu dengan mahasiswa UNMA Banten. Dia mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk berani mengeluarkan ide demi sebuah perubahan.

    Emily Abraham, Diplomat Kedubes Amerika Serikat. (Doc : Kahfi)

    “Sebelum saya datang kesini, ada yang bilang jika daerah ini (Cikaliung kabupaten Pandeglang – Red) adalah daerah terpencil. Tapi setelah saya melihat langsung, saya tidak sepakat dengan itu. Apa lagi dengan banyaknya mahasiswa seperti di kampus UNMA Banten, menjadi ciri bahwa daerah ini tidak terpencil”, ujar Emily.

    “Jangan pernah takut untuk mengeluarkan ide kalian. Karena ide sekecil apapun kelak akan menjadi kisah besar yang membuat perubahan dan menjadi inspirasi untuk orang lain”, pungkasnya. (Kahfi/Syafaat)

    414 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial