Siapa Saja di Balik Deklarasi Balfour

  • 04 November, 2017  16:37:12 

  • 4. David Lloyd George
    Lahir : Inggris, 1863
    Wafat: Wales, 1945

    Perdana menteri di pemerintahan koalisi antara tahun 1916 dan 1922, pemerintahan David Lloyd George mengeluarkan Deklarasi Balfour.

    Dia menciptakan Kabinet Perang untuk membuat keputusan strategis besar dan memastikan bahwa proyek Zionis masuk dalam agenda.

    Lloyd George sebagaimana yang dikutip mengatakan: “Saya diajari lebih banyak sejarah tentang orang-orang Yahudi daripada tentang sejarah bangsaku sendiri.”

    Dia yakin bahwa Palestina harus berada di bawah pemerintahan Inggris dan bertindak sesuai kesepakatan ini.

    Dalam memoarnya, Lloyd George mencantumkan banyak alasan mengapa dia mendukung Zionisme, termasuk keinginan untuk menarik sumber keuangan Yahudi, kepercayaan Zionis Kristen, lobi Yahudi di Inggris, dan simpati dengan orang-orang Yahudi yang menghadapi anti-semitisme.

    Baca juga :  Serangan tentara Myanmar tewaskan hampir 400 warga Rohingya

    Dia dilaporkan menulis bahwa dia menawarkan Deklarasi Balfour kepada Chaim Weizmann sebagai hadiah atas kontribusinya terhadap usaha perang, namun beberapa sejarawan menantang gagasan tersebut.

    Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, Lloyd George bekerja sama dengan Theodore Herzl, “bapak Zionisme politik,” dalam skema Uganda – sebuah rencana untuk menempatkan orang-orang Yahudi di Uganda di bawah naungan Inggris.

    Selama perang, Lloyd George menasihati komandan militer Inggris Edmund Allenby untuk menduduki Yerusalem sebelum liburan. Ketika Inggris memasuki Yerusalem pada bulan Desember 1917, Lloyd George menggambarkannya sebagai “hadiah Natal untuk orang-orang Inggris”.

    1,684 total views, 14 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial