Alasan Alasan yang dibolehkannya Bercerai sesuai Undang undang

  • 05 November, 2017  03:13:15 

  • Mathlaulanwar.or.id-Perceraian adalah salah satu hal yang boleh dilakukan (halal), tapi sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena hal itu, pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan memberikan batasan-batasan alasan cerai yang diperbolehkan serta dapat diterima di Pengadilan.

    Penting bagi suami atau istri yang sedang mengalami masalah dalam kehidupan rumahtangganya untuk mengetahui apa saja alasan-alasan cerai yang diperbolehkan serta dapat diterima oleh pihak pengadilan. Hal ini bertujuan agar nantinya permohonan atau gugatan cerai yang agan sista ajukan, dapat diterima oleh majelis hakim serta peluang untuk dikabulkan majelis hakim menjadi lebih terbuka lebar.

    Berikut ini adalah 6 alasan-alasan perceraian yang diperbolehkan menurut Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975 :

    1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
    2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
    3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
    4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
    5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
    6. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
    Baca juga :  Wakil Ketua MPR RI : Mathla'ul Anwar Bisa Berperan Besar dalam Pengamalan Pancasila

    Jika ada satu atau lebih dari satu poin alasan cerai yang sesuai dengan kondisi rumah tangga agan sista, silahkan agan sista buat surat permohonan cerai atau surat gugatan cerai dengan menyertakan alasan tersebut. Jika agan sista kesulitan untuk membuat surat gugatan, agan sista bisa menggunakan jasa Pusat Bantuan Hukum di Pengadilan Agama terkait.

    Disamping keenam alasan cerai tersebut diatas, jika sista merupakan seorang istri dari suami yang pada saat melangsungkan akad pernikahan suami tersebut mengucapkan shigat taklik talak, sista juga bisa mengajukan gugatan cerai kepada suami apabila sang suami telah melanggar shigat taklik talak yang ia ucapkan dahulu.

    Shigat taklik talak sendiri dapat agan sista lihat pada buku nikah agan sista masing-masing yang mana isinya terdiri dari 4 poin sebagai berikut :

    Baca juga :  Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya’qub Meninggal Dunia

    1) Meninggalkan istri saya 2 (dua) tahun berturut-turut;
    2) Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
    3) Menyakiti badan/jasmani istri saya; atau
    4) Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya 6 (enam) bulan lamanya;

    Dan karena perbuatan saya tersebut istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, Maka apabila gugatannya diterima oleh oleh Pengadilan Agama tersebut, kemudian istri saya membayar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya;

    Khusus untuk gugatan cerai taklik talak, sebaiknya sista ajukan dengan alasan sekurang-kurangnya 2 poin dari 4 poin yang disebutkan diatas. Hal ini bertujuan agar alasan cerai yang sista ajukan kepada hakim menjadi lebih kuat, sehingga kemungkinan untuk dikabulkan oleh majelis hakim menjadi lebih besar.

    Baca juga :  Siswa SKh MA Juarai Kompetisi Catur Nasional

    Dari berbagai sumber

    252 total views, 4 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial