Mengenal Empat Imam Mazhab

  • 08 November, 2017  13:18:10 

  • Ada empat Imam Besar Yang Lahir Pada Masa Bani Abbasiyah meraka adalah alim ulama dan cerdik pandai dalam menghadapi berbagai soal. Apabila tidak ada nas dan Al-Qur’an atau hadis, mereka berijtihad untuk menetapkan hukum peristiwa itu. Hukum yang didapat oleh seseorang dengan ijtihad dinamakan mazhabnya. Ulama yang mempunyai mazhab yang terkenal itu banyak, bukan hanya empat, misalnya Hasan Basri, As-Saury, Ibnu abi Laila, Al’Auza’iy, Al-Laisy Dan Lain-lain. Mereka mempunyai mazhab sendiri-sendiri walaupun mazhab mereka itu tidak berkembang seperti mazhab yang empat: berikut empat tokoh Mazhab

     

    I. IMAM ABU HANIFAH

    nama lengkapnya An-Nu`man bin Sabit bin Zuta At-Taymiy. Imam Abu Hanifah adalah pengasas Mazhab Hanafi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 Hijrah (699 Masehi) di sebuah perkampungan bernama Anbar di sekitar bandar Kufah, Iraq. Beliau hidup di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik Bin Marwan, Khalifah Bani Umaiyah yang kelima. Beliau berketurunan Farsi dan ayahnya seorang peniaga kain.

    Baca juga :  Mathla’ul Anwar Perlu Mencerdaskan Masyarakat di Bidang Hukum

    Kemasyhuran nama Abu Hanifah menurut para ahli sejarah ada beberapa sebab ::

    (1) Karena ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Hanifah, maka ia diberi julukan dengan Abu Hanifah.

    (2) Karena semenjak kecilnya sangat tekun belajar dan menghayati setiap yang dipelajarinya, maka ia dianggap seorang yang hanif (kecenderungan/condong) pada agama. Itulah sebabnya ia masyhur dengan gelaran Abu Hanifah. (3) Menurut bahasa Persia, Hanifah bererti tinta. Imam Hanafi sangat rajin menulis hadith-hadith, ke mana, ia pergi selalu membawa tinta. karena itu ia dinamakan Abu Hanifah.

    Beliau dibesarkan di kota Kufah dengan kehidupan yang senang dan mewah. Sejak kecil beliau sudah terdidik dalam urusan perniagaan dan mendapat kemudahan untuk menuntut ilmu. Ini menjadikannya seorang saudagar yang berpengetahuan tinggi dan berpegang teguh dengan hukum Allah. Beliau seorang yang berakhlaq mulia, pemurah, ikhlas, berani, suka memberi nasihat, rajin berusaha dan bercita-cita tinggi. Beliau sering bangun malam untuk mengerjakan salat malam dan membaca Al-Qur’an.

    Baca juga :  Launching Buku "Jangan Grogi" karya Wisnu Soeharjo

    Ulama yang mengikuti mazhab Abu Hanifah lebih dikenal dengan ulama Hanafiyah. Diantaranya mereka yang terkenal adlah Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan, Hasan bin Ziyad, dan lainnya. Mazhab Hanafiyah telah menyebar ke berbagai wilayah Islam, seperti Baghdad, Persia, India, Bukhara, Yaman, Mesir, dan Syam. Mazhab Hanafiyah juga adalah mazhab yang paling banyak dianut pada masa Dynasti ‘Abbasiyah.

    Metode yang digunakan Beliau dalam menetapkan hukum (istinbat) berdasarkan pada tujuh hal pokok:

    1. Al Quran sebagai sumber dari segala sumber hukum.
    2. Sunnah Rasul sebagai penjelasan terhadap hal hal yang global yang ada dalam Al Quran.
    3. Fatwa sahabat (Aqwal Assahabah) karena mereka semua menyaksikan turunnya ayat dan mengetahui asbab nuzulnya serta asbabul khurujnya hadis dan para perawinya. Sedangkan fatwa para tabiin tidak memiliki kedudukan sebagaimana fatwa sahabat.
    4. Qiyas (Analogi) yang digunakan apabila tidak ada nash yang sharih dalam Al Quran, Hadis maupun Aqwal Asshabah
    5. Istihsan yaitu keluar atau menyimpang dari keharusan logika menuju hukum lain yang menyalahinya dikarenakan tidak tepatnya Qiyas atau Qiyas tersebut berlawanan dengan Nash.
    6. Ijma’ yaitu kesepakatan para mujtahid dalam suatu kasus hukum pada suatu masa tertentu
    7. ‘Urf yaitu adat kebiasaan orang muslim dalam suatu masalah tertentu yang tidak ada nashnya dalam Al Quran, Sunnah dan belum ada prakteknya pada masa sahabat.
    Baca juga :  Tekad Alumni MTs MA 95 Bantu Kembangkan Almamater

    Imam Abu Hanifah wafat dalam bulan Rejab tahun 150 hijrah (767 Masihi) dalam usia 70 tahun iaitu semasa pemerintahan Khalifah Abu Jaafar Al Mansur, Khalifah Abbasiyah yang kedua. Jenazah ulama agung ini dimaqamkan dengan penuh penghormatan oleh puluhan ribu umat Islam di tanah perkuburan Al Khaizaran di kota Baghdad.  II. IMAM MALIK

    730 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial