Empat Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional

  • 10 November, 2017  00:10:44 

  • Mathlaulanwar.or.id-Empat tokoh baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis 9 November 2017. Dengan demikian, sekarang ada 173 orang yang telah dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional. Sebanyak 173 orang itu terdiri dari 160 laki-laki dan 13 perempuan.

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, sebanyak 173 pahlawan nasional itu berlatar belakang sipil maupun TNI / Polri.

    Khofifah menjelaskan, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang warga negara yang semasa tinggal melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa untuk kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidup tanpa cela.

    “Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional,” dalam siaran persnya.

    Menurut dia, permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden dilakukan melalui Dewan Gelar. Sebelumnya, diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, dan sarasehan.

    Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras, mengatakan ada syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya diputuskan memperoleh gelar pahlawan nasional oleh presiden. Dikatakan, empat tokoh yang menghasilkan anugerah tahun ini telah memenuhi semua syarat.

    Berikut adalah penjelasan masing-masing pahlawan nasional yang baru pemerintah: 1. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid

    1. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid
    Lahir di Nusa Tenggara Barat 19 April 1908 dan wafat pada 21 Oktober 1997. Beliau adalah seorang nasionalis pejuang kemerdekaan, dai, ulama, dan tokoh pendidikan emansipatoris. Ia merupakan pendiri organisasi Islam Nahdatul Wathan.

    Organisasi ini menjadi organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

     

    Baca juga :  Mendikbud: Pelajaran Matematika Jangan dijadikan PR

    2. Laksamana Malahayati
    Merupakan tokoh pejuang asal Nanggroe Aceh Darussalam. Malahayati lahir pada tahun 1550 dan wafat pada 1615 dimakamkan di Krueng Raya, Aceh Besar. Malahayati adalah laksamana perempuan pertama dari Aceh. Ia membentuk pasukan “Inong Balee” yang berisi para janda prajurit Aceh yang mahir menembakkan meriam dan menunggang kuda.

    Tahun 1559 Malahayati der armada laut berperang melawan Belanda dan berhasil menembak Cornelis De Houtman. Di Tahun 1606, Malahayati bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis.

    Sebelumnya nama Malahayati telah diabadikan sebagai nama kapal perang perusak kawal berpeluru kendali kelas Fatahillah milik TNI AL dengan nomor lambung 362. 3. Sultan Mahmud Riayat Syah

    3. Sultan Mahmud Riayat Syah
    Pahlawan ini berasal Kepulauan Riau. Sultan Mahmud lahir di Sulu Sungai Riau Agustus 1760 silam dan wafat pada 12 Januari 1812. Pada rentang tahun 1782 sampai 1784, Sultan berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malaka Walvaren berhasil diledakkan.

    Pada tahun 1784, Sultan kembali mengangkat perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Sultan Mahmud menolak ajakan Belanda untuk berdamai dan menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau.

    Tahun 1811 Sultan Mahmud mengirimkan bantuan kapal perang lengkap guna melawan Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

    4. Lafran Pane
    Ia adalah tokoh asal Yogyakarta. Lafran Pane lahir di Sipirok 12 April 1923 dan wafat di Yogyakarta 24 Januari 1991. Lafran Pane dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsasi pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam pada 5 Februari 1947.

    Dalam perjalanannya, HMI secara konsisten menolak gagasan Negara Islam yang digagas oleh Maridjan Kartosoewiryo pendiri gerakan Darul Islam. Lafran Pane menjadi salah satu tokoh utama penentang pergantian ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme.***

    234 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial