PBMA Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Pemindahan Ibu Kota Israel

  • 08 December, 2017  14:51:16 

  • mathlaulanwar.or.id-Baru-Baru ini Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Kabar ini muncul menjelang rencana pidato Trump pada hari ini (06/12).

    Keputusan Amerika Serikat mendukung pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem adalah tindakan yang bisa membahayakan proses perdamaian di Timur Tengah.

    “Kami Warga Mathla’ul Anwar  mengecam keras keputusan Presiden Donald Trump yang gegabah ini,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar , KH Oke Setiadi  pada 7/12)di Jakarta.

    Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mendukung dan mengakui pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Keputusan ini memicu reaksi keras dari komunitas muslim di seluruh dunia.

    Menurut Oke sapaan akrabnya, bangsa Indonesia wajib mengecam keputusan Trump ini. ” Kami Konsisten dengan Amanat UUD 45 jelas menentang penjajahan di muka bumi karena bertentangan dengan prikemanusiaan dan prikeadilan,” Ujar Oke Kepada Redaksi.

    Baca juga :  5 Nasehat dalam menyambut persiapan Ramadhan

    Untuk itu iya telah melakukan koordianasi dengan seluruh Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dan mengeluarkan pernyataan sikap dalam menyikapi persoalan ini.

    Berikut Pernyataan Sikap Mathla’ul Anwar

    PERNYATAAN SIKAP
    PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR
    TENTANG
    PEMINDAHAN KEDUTAAN BESAR AMERIKA SERIKAT KE KOTA AL QUDS

    Menyikapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu 6 Desember 2017 terkait pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel, dari kota Tel Aviv ke kota Jerussalem (Al Quds), maka Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menyatakan sikap sebagai berikut:

    1. Kota Jerussalem (Al Quds) adalah kota suci umat Islam, maka merampasnya dari umat Islam artinya menodainya.

    2. Pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel ke kota Jerussalem (Al Quds) adalah bukti bahwa pemerintah Amerika Serikat bukanlah pemerintahan yang merdeka, melainkan tersandera oleh kepentingan Zionis Yahudi.

    Baca juga :  MI Mathla'ul Anwar Teluk Labuan Siap Cetak Siswa yang Berakhlakul Karimah

    3. Penjajah Zionis telah merampas kota Al Quds secara sistematis, untuk dijadikan ibukota negara illegal Israel, dengan mengalihkan seluruh kantor-kantor pemerintahannya.

    4. Bersama Pemerintah Republik Indonesia dan seluruh Organisasi Masyarakat Indonesia mendukung serta tetap menyatakan bahwa kota Al Quds adalah ibukota bagi Palestina.

    5. Menuntut dengan keras kepada Amerika Serikat agar menarik kembali keputusan menempatkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Jerusalem (Al Quds).

    Demikian pernyataan sikap ini.

    Jakarta, 7 Desember 2017

    Ketua Umum                                                                               Sekretaris Jenderal
    KH. Ahmad Sadeli Karim, LC.                                      H. Oke Setiadi, M.Sc.

    Baca juga :  Rabi'ul Awal 1439 H akan jatuh pada hari Senin 20 November 2017 M

     

     

    1,180 total views, 22 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial