Arab Saudi Terapkan PPN 5%, Jemaah Indonesia Kena Dampaknya

  • 08 January, 2018  16:17:41 

  • mathlaulanwar.or.id- Terhitung 1 Januari 2018, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5%. PPn ini dikenakan bagi produk makanan, pakaian, barang elektronik, bensin, serta tagihan telepon, air dan listrik, dan pemesanan hotel.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku sedang mengkaji dampak kebijakan ini, utamanya terkait dengan biaya ibadah haji 2018.

    “Kita sekarang sedang mendalami penetapan biaya ibadah haji 2018. Tentu akan ada kenaikan karena semua komponen, akomodasi, konsumsi, transportasi, terkena penambahan 5% itu,” terang Menag usai memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (03/01).

    “Kita sedang menghitung agar kenaikan itu tetap dalam jangkauan jamaah dan tidak jauh melonjak. Kita masih mendalami rincian biaya haji ini,” sambung Menag.

    Baca juga :  Masyarakat Minta Bawaslu RI Segera Proses PAW Bawaslu Banten

    Menag mengaku mendapat kepastian tentang kebijakan ini sekitar dua minggu lalu, tepatnay saat berkunjung ke Saudi. Dalam kesempatan itu, Menag bertemu Menteri Haji Arab Saudi untuk membahas dan menandatangani MoU penyelenggaraan ibadah haji 1439H/2018M

    Sementara Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj mengatakan, langkah Arab Saudi menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5,0 persen, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Tanah Air. Artinya, situasi perekonomian global memang sedang naik turun.

    “Ya seperti halnya di Indonesia sekarang kan, misalnya kita juga sedang menggenjot pendapatan negara dari perpajakan,” kata Siradj, Rabu (3/1/2018).

    Kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut, lanjutnya, telah terjadi dalam satu dekade belakangan. Negara tersebut, tidak bisa lagi mengandalkan tulang punggung perekonomian dari minyak.

    “Makanya, kemudian pemerintah kerajaan Arab Saudi akhirnya kemudian mencari sektor lain, khususnya dari sisi perpajakan. Jadi, transaksi komersial sekarang ini, dibebankan pajak sebesar 5,0 persen itu,” jelasnya.

    Baca juga :  Indonesia membutuhkan SDM inovatif tingkatkan daya saing

    Siradj memastikan, biaya perjalanan Haji dan Umrah 2018 akan naik, karena terdampak kebijakan tersebut. Selain itu, sebelumnya pemerintah Arab Saudi juga sudah memberlakukan tarif Umrah progresif.

    “Saya kira ini penting dipahami, artinya dengan kebijakan Arab Saudi tersebut, secara langsung dan tak terhindari (dampaknya) akan dirasakan oleh bangsa Indonesia, khususnya dalam perjalanan Haji dan Umrah,” imbuhnya.

    Ia menambhakan, kebijakan ini jangan kemudian difahami seolah-olah hanya diberlakukan kepada jamaah Indonesia saja. “Intinya, ini akan berlaku kepada seluruh warga negara di luar Arab Saudi,” tandas Siradj.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Arab Saudi telah menerapkan PPN 5,0 persen, terhitung sejak 1 Januari 2018. Ini dilakukan untuk menekan defisit anggaran Pemerintah Saudi, akibat melemahnya harga minyak dunia.

    Baca juga :  Siapakah Muslim Rohingya?

    Sumber, Kemnag dan rilis.id

    384 total views, 18 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial