Saturday , 16 March 2019

Koperasi di Indonesia Terbesar di Dunia, Tapi Sumbangan ke PDB Cuma 1,7%

  • 26 January, 2016  12:47:29 

  • Kementerian Koperasi dan UKM beserta Komite IV DPD RI hari ini menggelar Rapat Kerja untuk membahas Kebijakan Pembangunan Perkoperasian 2016 dan Rencana Kerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017.

    Dalam rangka meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) agar mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala lebih besar, untuk mendukung kemandirian perekonomian nasional, ada 5 strategi yang akan ditempuh oleh Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu :

    1. Penguatan kelembagaan usaha
    2. Peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan
    3. Peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran
    4. Peningkatan kemudahan, kepastian, dan perlindungan usaha
    5. Peningkatan kualitas SDM

    Baca juga :  Hadiri Rakerwil MA Banten, Zulkifli Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

    Menteri Koperasi dan UKM, A.A.G.N. Puspayoga mengatakan, ada tiga pilar dalam perekomomian Indonesia, yaitu swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Koperasi.

    “Tiga pilar ini masih terlalu timpang antara swasta, BUMN, dan koperasi,” kata Puspayoga, dalam acara rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) tentang Kebijakan Pembangunan Koperasi 2016 dan Rencana Kerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017, di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

    Puspayoga menambahkan, Indonesia memiliki jumlah koperasi terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 209.000 tapi sumbangan terhadap PDB-nya hanya 1,7%.

    Hal ini masih kalah jika dibandingkan dengan Denmark yang PDB-nya mencapai 67% dengan jumlah koperasi yang lebih sedikit dari Indonesia.

    Baca juga :  Jokowi Lantik 14 Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji

    “Jumlah koperasi kita terbesar di dunia 209.000 tapi sumbangan PDB-nya kecil sekali hanya 1,7% masih kalah jika dibandingkan Denmark yang mencapai 67%,” tambah Puspayoga.

    Menurut Puspayoga, hal ini disebabkan karena peran koperasi belum tergarap secara maksimal. Untuk itu, dia juga meminta saran dari DPD agar peran koperasi bisa maksimal.

    “Kami harus kawal (koperasi) dengan baik. Ini harapan saya. Tentunya di DPD RI ini ada tokoh-tokoh koperasi, (untuk) urun rembug bagaimana koperasi bisa berjalan seiring dengan swasta dan BUMN,” kata Puspayoga.

    1,807 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial