Membalas Kebaikan Orang Tua, Sudahkah Anda Mampu Membayar Jasa Kedua Orang Tua ?

  • 27 May, 2017  21:38:27 

  • Oleh: Ahmad Zuhdi

    Sering kita mendengar, menggerutu di dalam hati atau bahkan mengeluhkan kepada orang lain tentang betapa repotnya mengurus orang tua yang sudah tua. Demikianlah ambaran keadaan kita. Lantas ada lagi sebagian kita yang telah mengurus orang tuanya yang telah uzur, mengurus pengobatannya ketika sakit, menanggung biaya perawatan sang orang tua ketika sakit. Lalu ia menganggap bahwa dirinya telah mampu membayarkan jasa orang tuanya.

    Apakah anggapannya itu benar ??!!

    Mari kita simak beberapa riwayat berikut.

    Pertama, riwayat yang dibawakan Imam Bukhori Rohimahullah dalam Adabul Mufrod, beliau Rohimahullah mengatakan,

    حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ أَبِيْ بُرْدَةَ قَالَ سَمِعْتُ أبَيْ يُحَدِّثُ : أَنَّهُ شَهِدَ بْنَ عُمَرَ رَجُلًا يَمَانِيًا يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ حَمَلَ أُمَّهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ يَقُوْلُ : إِنِّيْ لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُذَلَّلْ إِنْ أُذْعِرَتْ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرْثُمَّ قَالَ يَا ابْنَ عُمَرَ أَتَرَانِيْ جَزَيْتُهَا ؟ قَالَ لَا وَلَا بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ. ثُمَّ طَافَ بْنُ عُمَرَ فَأَتَى الْمَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ يَا ابْنَ أَبِيْ مُوْسَى إِنَّ كُلَّ رَكْعَتَيْنِ تُكَفِّرَانِ مَا أَمَامَهُمَا.

    ‘Adam telah menceritakan kepada kami. Dia mengatakan, ‘Syu’bah telah menceritakan kepada kami’. Dia mengatakan, ‘Sa’id bin Abu Burdah telah menceritakan kepada kami’. Dia mengatakan, ‘Aku mendengar ayahku bercerita, ‘Sesungguhnya dia menyaksikan Ibnu ‘Umar bertemu seorang laki-laki dari Yaman yang sedang melaksanakan thowaf di Mekkah dalam keadaan menggendong ibunya di atas punggunya. Kemudian pemuda itu mengatakan,

    Baca juga :  Kasih Sayang Allah Tak Berbatas

    Sungguh aku ini laksana onta penganggkut barang yang hina bagi ibuku……

    Jika ibuku menarik tali kekangnya dengan sangat keras maka aku tidak pernah mengeluh karena lelah melayaninya….

    Kemudian pemuda itu mengatakan, ‘Wahai Ibnu ‘Umar apakah menurutmu aku telah mampu membalas jasanya kepadaku ? Lalu Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma menjawab, ‘Tidak, (engkau belum sanggup membalas jasanya) walaupun cuma satu rintihan tarikan nafasnya saat melahirkanmu’.

    Kemudian beliau Rodhiyallahu ‘anhuma thowaf lalu mendatangi maqom Ibrohim dan sholat dua roka’at di sana dan mengatakan, ‘Wahai Ibnu Abu Musa sesungguhnya dua roka’at yang dilakukan di sini dapat menghapus dosa setelahnya’

    Ar Roghib Rohimahullah mengatakan, ‘(الزَّافِر) adalah nafas yang berulang-ulang hingga gembunglah rusuk-rusuk karenanya. Arti lainnya dari kata (زَفَر فُلَان) yaitu rintihan jika si fulan membawa barang bawaan yang amat berat dan menyulitkan sehingga nafasnya terengah-engah. Arti lainnya adalah rintihan ketika seorang budak perempuan memikul air’.

    Aku (Syaikh Husain Al Uwaysyah hafidzahullah) mengatakan, ‘Rintihan ini lebih lagi ketika melahirkan anak’

    Wahai saudaraku, coba lihat dimana keadaan kita dengan pemuda yang mulia ini ?! Beliau mengibaratkan dirinya bak seekor unta pembawa barang yang hina karena saking siap 100 % apabila ibunya ingin digendong kemanapun dia ingin. Bahkan ketika ibunya ingin digendong melaksakan thowaf di Baitullah Mekkah, beliaupun siap menggendongnya. Coba lihat berapa jarak antara Yaman dan Mekkah ? Namun demikian beliau tidak pernah mengeluhkan rasa letihnya kepada sang ibu.

    Baca juga :  Jalan menuju Iman

    Pertanyaannya, Sudah sedekimiankan manakah kita, sehingga berani merasa telah berbakti pada dan telah mampu membayar jasa keduanya ??!!!

    Sudah seperti pemuda itu kita ??!! Lihatlah saudaraku, kalaupun kita sudah bisa seperti pemuda itu, apa kata Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma ketika pemuda itu bertanya apakah ia sudah dapat membayar jasa ibunya ?,

    لَا وَلَا بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ.

    ‘Tidak, (engkau belum sanggup membalas jasanya) walaupun cuma satu rintihan tarikan nafasnya saat melahirkanmu’.

    Jika kita bandingkan diri kita dengan pemuda ini, sungguh amat jauh bakti kita kepada orang tua kita, terutama kepada ibunda kita.

    Kedua, sebuah hadits yang diletakkan Imam Muslim Rohimahullah dalam kitab Shohihnya.

    حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يَجْزِى وَلَدٌ وَالِدًا إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ ». وَفِى رِوَايَةِ ابْنِ أَبِى شَيْبَةَ « وَلَدٌ وَالِدَهُ ».

    ‘Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami, mereka berdua mengatakan, ‘Jarir telah menceritakan kepada kami dari Suhail dari Ayahnya dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, ‘Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

    Baca juga :  Hikmah Puasa Ramadhan

    “Seorang anak tidak akam mampu membalas jasa salah satu orang tua hingga apabila dia mendapati salah satu orang tuanya telah dijadikan budak kemudian dia membelinya lalu memerdekannya”. Dalam riwayat lain, “seorang anak belum mampu membalas salah satu orangtuanya”

    Imam An Nawawiy Rohimahullah mengatakan,

    “Bahwa seorang anak tidak cukup membalas kebaikan dan memenuhi hak-hak kedua orang tuanya kecuali anak tersebut memerdekakannya”

    Pertanyaannya, apakah anda sanggup melakukan hal tersebut ?!! Kalaupun anda memiliki harta yang cukup untuk itu, apakah masih adakah perbudakan di zaman ini ?!!

    Kesimpulannya, di zaman ini seorang anak hampir-hampir pasti tidak akan mampu membalas jasa kedua orang tuanya. Sehingga mari kita berhenti mengeluh dan terus berusaha berbakti kepada kedua orang tua. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

    أِنِّى لَا أَعْلَمُ عَمَلًا أَقْرَبُ إِلَى اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

    “Sungguh, aku (Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam) tidak mengetahui apakah ada amalan apapun yang paling dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla daripada berbakti kepada ibu”

    Mari bergegas mendekatkan diri kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla

    746 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial