MEMANDANG LAKI-LAKI….BOLEH GA????

  • 30 May, 2017  19:24:37 

  • Oleh: Abdurrahman Rasna

    Jarir Bin Abdullah bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang memandang (aurat) orang lain secara tiba-tiba atau tidak sengaja. Nabi menjawab : “Palingkanlah pandangan mu.” HR. Muslim

    Melihat aurat orang lain itu hukumnya terlarang, baik dengan syahwat maupun tidak, kecuali jikalau hal itu terjadi tanpa sengaja.

    Lalu Bagian mana saja yang disebut aurat laki-laki?.

    Syekh yusuf Qardhawi menjelaskan, kemaluan adalah aurat mughalladhah (besar/berat). Yang keharaman membukanya dihadapan orang lain, dan haram pula melihatnya kecuali dalam kondisi emergency / darurat seperti berobat dan sebagainya. “Bahkan jika aurat ditutup dengan pakaian tipis,atau menonjolkan lekuk bentuknya, ini juga terlarang menurut Syari’at”.

    Mengenai paha laki-laki termasuk aurat, dan aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Kaitan dengan ini ada rukhshah / dispensasi /keringanan bagi para olahragawan dan sebagainya yang biasa menggunakan celana pendek, termasuk para anggota Pramuka dan Pecinta Alam.
    Syekh yusuf Qardhawi mengatakan, aurat laki-laki itu haram dilihat baik oleh sesama laki-laki, apalagi perempuan. Ini masalah yang sangat jelas. Adapun bagian tubuh yang tidak termasuk aurat laki-laki seperti, wajah,rambut,lengan,bahu,betis dan sebagainya, boleh dilihat selama tidak disertai syahwat.

    Adapun masalah wanita memandang laki-laki, ada 2 riwayat yang menjelaskan.

    Pertama, wanita boleh melihat laki-laki asal tidak pada auratnya.
    Kedua, wanita tidak boleh melihat laki-laki kecuali hanya bagian tubuh yang laki-laki boleh melihatnya.

    Ini juga dikuatkan oleh pendapat Abu Bakar yang merupakan salah satu pendapat diantara 2 pendapat Imam Syafi’i. Sebagaimana pernyataan ummu salamah : “aku Pernah duduk disebelah Nabi SAW, lalu muncul Ibnu Ummi Maktum meminta izin masuk. Nabi SAW kemudian bersabda,”Berhijablah Kamu daripadanya.”Ummu salamah berkata, “Wahai Rasulullah, dia itu tuna netra.” kemudian Nabi SAW menjawab dengan nada bertanya, “Apakah kalian berdua (Ummu salamah dan Maemunah) juga buta dan tidak melihatnya?”. HR.Abu Daud dan lain-lain.

    Menurut Syekh yusuf Qardhawi, wanita memandang laki-laki hukumnya boleh dengan syarat tidak dibarengi dengan berimajinasi dan bersyahwat. Jika ada unsur berimajinasi dan bersyahwat, hukumnya haram. Oleh karena itu, Allah SWT mengingatkan kaum muslimah untuk menundukan sebagian pandangannya, dan sebagaimana Allah SWT juga menyuruh laki-laki menundukan sebagian pandangannya. Lihat Al-Quran Surat Annur ayat 30-31.

    30.”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
    .
    31. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

    Benar memang, bahwa wanita lebih dominan dapat membangkitkan syahwat laki-laki dari pada laki-laki membangkitkan syahwat wanita. Karena wanita lebih banyak menarik laki-laki, yang biasanya wanitalah yang dicari laki-laki. Meskipun demikian, Zaman sekarang justru banyak laki-laki yang menarik pandangan dan hati wanita karena maskulinannya, dan lain sebagainya, atau karena faktor lain yang menarik pandangan dan hati perempuan. (Bagaimana Kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha, malinda de (sang Koruptor dana nasabah bank) dengan Aktor ganteng…,).

    Syekh yusuf Qardhawi berpendapat, apabila seorang wanita melihat laki-laki, lalu timbul hasrat kewanitaannya, hendaklah ia menundukan pandangan, jangan terus memandangnya demi mencegah munculnya fitnah, dan bahaya itu akan bertambah besar lagi bila si laki-laki juga memandangnya dengan berfantasi dan berimajinasi.
    (Di sari’kan dari buku fatwa-fatwa kontemporer, Syekh yusuf Qardhawi

    690 total views, 4 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial