Muhasabah Ramadhan, Menangkal liberalisme

  • 02 June, 2017  02:03:35 

  • Ilustrasi Quadran matematika (doc/ARM)

    A. Rubi Maulid*

    Bismillahirahmanirrahim…Dalam rangka Muhasabah, mari kita temukan hubungan kuadran Matematika dan KETAUHIDAN. Kita menggunakan perumpamaan Nol Sebagai Tuhan, dan Angka Angka sebagai Makhluk Ciptaanya, Dalam hal ini Manusia.

    *Pertama kita bahas tentang Nol.
    ‌Nol adalah simbol dari “ketidak berwujudan” karena tidak bisa ditunjuk/ diwujudkan secara materil atau tak ada, kosong ( ghaib). Padahal ada dan satu satunya.
    QS (Al-‘Ikhlāş):1 – Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa “
    ‌Nol posisinya ditengah tengah persinggungan dua garis x dan y, yang kemudian membentuk 4 kuadran.
    QS (Al-‘Ikhlāş):2 – “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu “
    ‌Nol tidak bisa bertambah atau berkurang.
    QS (Al-‘Ikhlāş):3 – Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
    ‌Nol tidak setara dengan Angka Angka, karena ia bukan bagian angka. jelas posisinya, satu satunya dan di tengah tengah.
    QS (Al-‘Ikhlāş):4 – dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

    *selanjutnya kita bahas tentang garis X dan Y, kita umpamakan X adalah Kebenaran ( haq) dan Y adalah kesalahan (bathil). Dari persinggungan itu membentuk 4 kuadran, dan nol di tengah tengah, maka kita saksikan titik nol adalah Hakim yang adil dari yang Haq dan Bathil.
    QS (At-Tīn):8 – Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

    * selanjutnya dari keempat kuadran yang dihasilkan, hanya terdapat satu kuadran yang positif, yang Haq yaitu kanan atas.
    QS (Al-Balad):18 – “Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.”

    Sementara yang kuadran lain yaitu kuadran kiri minus semua.
    QS (Al-Balad):19 – “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri”

    Tetapi ada kuadran kanan bawah, bagaimana kah dia? Tetap saja minus meskipun di kanan.
    QS (An-Nisā’):143 -” Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.”

    Kuadran itulah kuadran bawah, sebut saja kuadran munafiqin.
    QS (An-Nisā’):145 -” Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.

    Maka dengan jelas kuadran kanan atas adalah satu satunya kuadran yg benar ( +). Kuadran yang selamat.

    QS (‘Āli `Imrān):19 -” Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

    * Selanjutnya kita bahas tentang Angka, angka merupakan simbol jumlah, 1 simbol dari jumlah 1, 2 simbol dari 1 +1 , 3 simbol dari 1 +1+1 ….4 simbol dari 1+1+1+1 Dst… Angka semuanya dapat di tunjuk, ada wujudnya secara materil, ada jelas terlihat. Dan itu lah makhluk, sebagai bukti hasil ciptaan. Namun pada deret angka di kuadran matematika ini, angka angka itu bukan sebagai jumlah, tapi sebagai , jarak, tingkatan atau derajat dari titik nol.

    Ada beberapa tingkatan / sebutan bagi Manusia yg diinformasikan Alqur’an ;
    1.sebutan Bani Adam
    Disebut 9 kali dalam Al-Qur’an, Diantaranya ;
    Yā-Sīn:60 – “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,
    QS (Al-‘Isrā’):70 – “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”.

    2. Sebutan Basyarun
    Manusia dengan gelar ‘’basyarun’’ disebutkan sebanyak 36 kali, dan tersebar di dalam 26 surah. Secara etimologi ‘’basyar’’ berarti kulit kepala, wajah, dan tubuh yang menjadi tempat tumbuhnya segala macam rambut. Selain itu, ayat ini menjelaskan bila manusia dipenuhi dengan keterbatasan termasuk membutuhkan makan dan minum. Berikut ayat yang menjelaskan tentang basyarun, dikisahkan oleh Muhammad SAW, yakni manusia yang terdiri dari berbagai organ tersebut sangat rentan melakukan persekutuan kepada Allah SWT’’.

    QS. Al Kahfi ayat 110, ‘’Katakanlah, Sesungguhnya aku Ini (Muhammad) manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh, dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya

    3. Manusia Dengan Sebutan an-Nas
    Untuk manusia dengan sebutan An-nas, 241 kali disebutkan di dalam 55 surah. Sebutan An-Nas merupakan paling banyak diungkapkan, seakan memberikan pesan bahwa manusia dari macam inilah yang banyak ditemukan. Di antaranya ayat yang menyebutkan tentang An-nas di surah An nisa ayat 174: ‘’Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya), dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran)’’.

    4. Manusia Dengan Sebutan Insan
    Asal kata dari Insan berasal dari kata ‘’al-uns’’, Dan sebanyak 65 kali disebutkan dan tersebar di dalam 43 surat. Insan dapat diartikan lemah lembut, harmonis, tampak, atau pelupa. Kata ini digunakan dalam Al-Qur’an untuk menyampaikan tentang manusia yang kemanusiaannya secara totalitas Jiwa dan raga. Manusia yang telah sampai pada segi insan yang sempurna yakni ‘’kamil’’, Bermakna: ‘’manusia sempurna’’, yang memang susah ditemukan. Karena umumnya manusia seperti ini memilih menepi meninggalkan segala hiruk pikuk dunia.

    Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga ada di antara kita, Tanpa mencolok tapi kehadirannya benar-benar ada. Sebagaimana yang diungkapkan Haidar Baqir (cendekiawan islam), saat beliau ditanyai oleh salah seorang peserta seminar, “Apakah insan kamil itu ada pada zaman ini?”, dengan tegas beliau menjawab “Saya yakin ada, Tidaklah mungkin disebut-sebutkan dalam Al-Qur’an jika hal itu mustahil dicapai manusia’’

    * menyikapi Rumusan Hitung.
    Jika ( +) Haq, dan (-) bathil
    + + + = bertambah (+) nya
    -+- = bertambah( -) nya
    ++- = berkurang (+ ) nya
    QS (Al-Baqarah):42 -“ Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.”

    + x + = + ( membenarkan yg benar itu benar)
    – x – = + ( menyalahkan yg salah itu benar)
    + x – = – ( membenarkan yg salah itu salah)
    – x + = – ( menyalahkan yg benar itu salah)

    QS. Muĥammad:2 – “Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka “
    QS. Muĥammad:3 -“ Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka “
    QS.(Al-‘Isrā’):81 – Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

    Berapapun / nol = takberhingga.

    QS (‘Āli `Imrān):109 – “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan”.

    Semoga Muhasabah ini sebagai upaya mengoptimalkan logika untuk mengenal penciptanya. Karena kebenaran itu Absolut. Tidak relatif.
    Wallahu ‘ alam ..

    *Kader Mathla’ul Anwar Tinggal di Buaran Jati Sukadiri Tangerang.

    1,872 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial