Thursday , 21 January 2021

MA dan Komando Pandu Cahaya Islam Ikut Aksi Save Rohingnya

  • 07 September, 2017  11:24:04 

  • Bendera Mathla’ul Anwar di Aksi 06/9/17 di depan kedubes Myanmar (doc/any)

    Jakarta, mathlaulanwar.or.id- Ribuan ummat Islam mengepung kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada Rabu siang, 6/09/17. Mereka memprotes pemerintah Myanmar dan  menuntut dihentikannya kekerasan terhadap warga etnis Rohingnya di negara tersebut.

     

    Mathla’ul Anwar sebagai ormas Islam dengan sayapnya Komando Pandu Cahaya Islam (Kopanca) turut serta pada Aksi rabu sore tersebut yang dikomandoi oleh Panglima Kopanca H. Ade Badri. Ia membawa seluruh pengurus Kopanca dalam aksi tersebut dan telah menyiapkan perangkat berupa spandu, bandana bertuliskan Save Rohingya dan bendera Mathla’ul Anwar.

    “Sebagai bentuk solidaritas terhadap Muslim Rohingnya, kami bergabung dalam aksi sore ini dengan membawa Mathla’ul Anwar sebagai induk dari organisasi Kami” ujar ade kepada redaksi setelah aksi di Jakarta

    Baca juga :  Ruang Belajar MI-MA Panggaleseran Mirip Sekolah Laskar Pelangi

    Ia juga menjelaskan bahwa aksi solidaritas terhadap Muslim Rohingnya tidak hanya unjuk rasa begitu saja di depan Kedubes Myanmar  juga melakukan penggalangan dana untuk Muslim Rohingnya.

     

    “Dari minggu kemarin kami sudah membuat flyer disebarkan ke warga Mathla’ul Anwar, yang intinya untuk membantu Muslim Myanmar yang tengah mengalami kekerasan dan penindasan di Myanmar” tambahnya.

    Ia juga mengungkapkan dana yang terkumpul akan dipercyakan kepada lembaga kemanusiaan yang terpercaya  untuk disalurkan bagi muslim Rohingnya.

    Sementara di tempat yang sama, Farid Ma’ruf, salah seorang warga MA yang turut aksi, mengatakan ” saya ikut bergabung dengan MA sore ini karena hati saya pilu melihat penderitaan saudara Muslim di Myanmar, yakni etnis Rohingnya yang diusir dan di Bunuh” sambil berkaca kaca.

    Baca juga :  Ini Perubahan Struktur Pengurus Yayasan Al-Amanah Mathla'ul Anwar

    Ia sengaja memakai kacamata hitam dalam aksi tersebut bukan karena silau, tapi menutup matanya yang sembab setelah banyak menangis karena tak tahan melihat, mendengar penderitaan Muslim Rohingnya.

    “Saya datang sendiri menggunakan kereta dari Depok untuk aksi ini, sepanjang jalan saya menangis, membayangkan bagaimana kalau saya menjadi muslim Rohingnya harus terusor dari tanah lelahirannya dan kehilangan orang orang yang dicintai” kata Farid. (Don)

     

     3,716 total views,  2 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial