Tuesday , 11 December 2018

QUO VADIS FORUM ALUMNI MATHLA’UL ANWAR

  • 18 September, 2017  16:36:33 

  • *Humaedi Hasan

    Sebagai seorang pedagang yang lahir di lingkungan Mathlaul Anwar, saya ingin melihat Mathlaul Anwar dari sisi investasi. Investasi menurut saya sangat sederhana; menanam bibit durian dengan harapan buahnya bagus, manis dan tebal. Itu investasi. Mendidik anak-anak dengan harapan nanti menjadi manusia yang beriman dan berilmu, Itu juga investasi. Apapun yang kita kerjakan dengan harapan ada manfaatnya untuk kebaikan orang banyak. Itu investasi.

    Hidup di dunia ini untuk berinvestasi, agar bisa membeli tiket dan mempunyai bekal untuk pulang menemui Allah SWT di kehidupan yang akan datang (akherat.) Investasi hanya bisa dilakukan dalam masa hidup dan kehidupan di dunia ini. Nabi Muhammad SAW bersabda; Jika anak Adam meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh, yang mendo’akan keduanya (H.R. Muslim). Kehidupan di akherat adalah kehidupan yang kekal selama-lamanya. Tentunya memerlukan bekal yang cukup, yang hanya bisa dikumpulkan pada saat hidup di dunia ini.

    Investasi itu jangan dilakukan sendirian, karena biasanya hasilnya akan kecil,; sudah kecil, sendiri, lama-lama mati, meski pada umumnya seperti itulah yang dilakukan oleh kita. Investasi harus dilakukan secara bersama-sama, keluarga, handai taulan sanak famili, organisasi dan masyarakat luas. Agar hasilnya besar, terorganisir dan membawa manfaat. Semua orang bisa dan punya investasi.

    Contoh investasi salah satunya adalah investasi yang telah dilakukan oleh orang-orang sholeh, seperti: KH. Mas Abdurrahman, KH Tb. Moh. Soleh, KH. Entol Moh. Yasin, KH. Entol Saleh, KH. Soleman, KH. Entol Danawi, KH. Tegal , KH. Rusjdi, KKH. Abdul Mu’thi, KH. Daud, KH. Rais dan KH. Mustaghfiri. Mereka bersama-sama, pada tanggal 9 Juli 1916 mendirikan Mathla’ul Anwar. Melalui proses yang panjang dan berliku Mathla’ul Anwar didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ilmu pengetahuan masyarakat. Agar masyarakat bisa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangannya dalam menjalani dan mengelola kehidupannya di bumi ini.

    Allah SWT sudah menyediakan bekal untuk hidup dan kehidupan di dunia ini berupa laut, angin, udara, tanah, besi, biji-bijian, binatang ternak, dan lain-lain. Dengan angin, laut dan besi, kita bisa membuat kapal untuk berlayar; menangkap ikan di tengah lautan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan biji-bijian, tanah dan air kita bisa menanam padi dan palawija untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan bintang ternak kita bisa menikmati daging dan susu segar sebagai pelengkap protein dan kebutuhan empat sehat lima sempurna. Seharusnya dengan angin, udara dan besi kita juga bisa bikin pesawat untuk pergi ke Makkah, sehingga transportasi ibadah haji bisa jauh lebih murah. Bahkan, dengan angin, udara, besi bisa membuat pesawat tempur supaya disegani bangsa lain. Tidak ada kekurangan suatu apapun untuk bekal hidup kita di dunia ini. Semuanya sudah tersedia di bumi dan di langit. Kerja-kerja kita di dunia inilah yang akan menjadi investasi kita untuk akherat.

    Baca juga :  Muslimah Mathla'ul Anwar, Dari "Jimpitan" Hingga "Kebon Remeh" (Suri Tauladan Yang Dilupakan)

    Intinya investasi Mathla’ul Anwar itu agar kaum muslimin hidup di dunianya baik dan benar serta hidup di akheratnya baik dan mulia. Saya mengkategorikan Investasi Mathla’ul Anwar sebagai investasi akherat. Semua investasi akherat itu sudah otomatis jadi investasi dunia juga, karena investasi akherat dikerjakan di dunia. Tapi tidak semua investasi dunia menjadi investasi akherat.

    Investasi akan selalu mengalami pasang surut mengikuti pasang surutnya komitmen dan konsistensi investor. Komintmen ibarat keimanan dan konsisten adalah penguasaan ilmu pengetahuan. Maka, ketika keimanan dan ilmu pengetahuan para investor meningkat maka investasi akan semakin baik. Karenanya pikiran, hati, jiwa, niat, perencanaan pengembangan materi dan semua stakeholder dalam organisasi investasi memerlukan komitmen dan konsistensi dalam memposisikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memposisikan alam raya dan semua isinya keberadaanya semata-mata untuk kemulyaan manusia.

    Ancaman utama investasi adalah keserakahan dan hawa nafsu manusia. Adanya keserakahan ditakdirkan untuk menghancurkan investasi akherat ummat manusia. Hawa nafsu manusia sendiri tidak mengenal investasi akherat, karena hawa nafsu manusia selalu memiliki anggapan bahwa apa yang dilakukannya di dunia ini benar dan indah. Hawa nafsu berteman baik dengan keserakahan. Saya kagum kepada para pendiri dan pendahulu Mathla’ul Anwar. Di tengah tekanan dan pengawasan penjajah (Belanda) mereka mendirikan dan mengembangkan investasi. Mathla’ul Anwar berdiri sebagai investasi yang berkembang dan bermanfaat. Program organisasinya berjalan dengan baik. Pada masa itu sudah memiliki struktur organisasi pendidikan yang moderen dengan memiliki rencana pengajaran, penilik-penilik dan pengawas sebagai mekanisme proses belajar mengajar. Tranformasi proses belajar mengajar tumbuh dan berkembang di daerah-daerah, bahkan ke pelosok daerah-daerah terpencil. Seiring waktu Mathla’ul Anwar melahirkan orang-orang yang beriman dan berilmu di mana-mana. Investasi yang berhasil, karena inti dari investasi Mathla’ul Anwar adalah melahirkan sebanyak-banyaknya orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.

    Baca juga :  Mathla’ul Anwar: A Brief Description

    72 TAHUN INDONESIA MERDEKA

    Saya mengkategorikan negara sebagai investasi dunia, karena negara adalah organisasi yang mengatur ketertiban dan kemakmuran masyarakat yang menempati wilayahnya yang berdaulat. Jika masyarakat negara tersebut merasa aman, damai dan makmur, maka negara sebagai lembaga investasi sudah berhasil dan bermanfaat. Di negara kita, Indoensia tercinta, penduduknya memiliki cara-cara yang berbeda dalam melakukan investasi akherat sesuai dengan petunjuk yang ada di dalam Kitab Suci agama yang dianut oleh masing-masing penduduknya. Ada Al-qur’an yang mengatur kehudupan umat Islam; ada Alkitab yang mengatur kehidupan umat Kristiani; Ada kitab Weda yang mengatur umat Hindu; Ada kitab Tripitaka yang mengatur umat Budha dan Kitab Susi yang mengatur kehidupan umat Tionghoa. Bahkan juga, para penganut penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki cara-cara investasi akherat yang juga diatur oleh kitab sucinya.

    Negara akan berubah menjadi investasi dunia dan akherat, apabila membantu dengan adil investasi-investasi akherat yang dibangun oleh warga masyarakatnya yang beragam agama dan kepercayaannya tersebut berjalan sesuai dengan target dan tujuannya. Masyarakat akan menjadi masyarakat yang beriman dan berilmu pengetahuan. Karena hanya masyarakat yang beriman dan berilmu pengetahuan yang bisa mewujudkan dunia yang gemah ripah loh jinawi; baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

    Baca juga :  Pelajaran Sangat Berharga Dari Genosida Umat Islam Bosnia (Refleksi Terhadap Toleransi Beragama)

    Sepanjang Indonesia merdeka, sekarang sudah 72 (tujuh puluh dua) tahun. Menurut saya, investasi Mathla’ul Anwar tidak berkembang. Ghirah Mathla’ul Anwar mengalami penurunan, semangat untuk menjaga kehormatan ummat, dengan memperkuat ilmu dan iman di kalangan kaum muslimin, mengalami penurunan. Hal ini bisa dilihat dari populasi ulama, kiyai atau cendekiawan yang muncul dari Mathla’ul Anwar terus menurun. Setelah tujuh puluh dua tahun Indonesia merdeka (1945-2017) dan usia Mathla’ul Anwar yang sudah ke seratus satu tahun (1916-2017) sebagai organisasi yang bergerak di lembaga pendidikan, semestinya sudah menghasilkan cendekiawan dan ilmuwan di berbagai bidang, termasuk para teknokrat dan birokrat-birokrat muslim yang handal. Karena teknokrat dan birokrat yang berjiwa muslim, akan mampu menjadi pengendali arus investasi negara dalam posisi yang sangat seimbang antara kepentingan dunia dan kepentingan akherat.

    KEHADIRAN FORUM ALUMNI

    Kehadiran Forum Alumni Mathla’ul Anwar, sebagai wadah komunikasi alumni-alumni Mathla’ul Anwar yang bertebaran di mana-mana membawa harapan baru, bagi kebangkitan masa depan investasi Mathal’ul Anwar di Indonesia. Ditunjang oleh teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih memungkinkan para alumni untuk bersama-sama membangun kesadaran akan eksistensi Mathla’ul Anwar di tengah-tengah percaturan investasi global. Munculnya investor-investor global yang menguasai hampir seluruh sektor investasi di negara Indonesia menjadi tantangan yang mendesak untuk diantisipasi. Mathla’ul Anwar yang sedari awal inti dari investasinya adalah membawa kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akherat, maka sudah menjadi keniscayaan untuk bangkit membangun kesadaran kompetisi secara global. Semoga kesadaran untuk berkompetisi di tengah masyarkat global telah bangkit dan berkembang. Di era globalisasi, Mathla’ul Anwar akan hadir sebagai investor global. Insya Allah.
    Ciputat, 18 September 2017

    * Alumni TK, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar Pusat Menes yang menjadi Saudagar dan Tinggal di Ciputat

    1,786 total views, 4 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial