Falsafah “Pohon Pisang” KH. Mas Abdurrahman

  • 13 October, 2017  18:24:24 

  •  

    KH. Mas Abdurrahman

     

    Ki Mas Djamal Al-Djanakawi punya perhatian dan motivasi tinggi terhadap masa depan putranya tercinta, yakni KH.Mas Abdurrahman. Ia menanamkan sebuah nilai perjuangan kepada Ki Mas Abdurrahman, bahwa “jangan dulu meninggal dunia sebelum menjadi orang bermanfaat bagi agama, bangsa dan dirimu sendiri”. Jadilah seperti pohon pisang, kendati ditebas berulang-ulang, tetap akan terus mengeluarkan tunasnya, setelah hasilkan buah, baru ia rela mati. 

     
    Falsafah pohon pisang itupun kemudian “diamalkan” oleh Ki Mas Abdurrahman dalam membangun Mathla’ul Anwar (MA). Hingga MA mampu hijrahkan Banten khususnya, dan Indonesia umumnya dari gulita angkara murka menuju cahaya hidayah penuh berkah. Semua orang pada akhirnya merasakan berkah ,sejuk, dan rahmatnya MA. Tidak henti dan tidak bisa dihentikan, Karena tunas baru pohon pisang akan selalu tumbuh lebih subur ketika dalam Perjuangannya ditebas berulang-ulang.

     
    Falsafah pohon pisang Ki Mas Abdurrahman kini sudah berusia satu setengah abad. Sang pemilik dan pengamal falsafah telah lama berpulang ke Rahmatullah, wafat dalam keadaan tersenyum. Syahid, berpulang dalam keadaan nan Indah, Allahumma yarham…

     
    Akan tetapi, rasanya seakan baru beberapa detik yang lalu Ki Mas Abdurrahman berbisik kepada kita, “Anak-anakku, jadilah engkau seperti Pohon Pisang. Meski ditebas berulang-ulang, tetap akan terus keluarkan tunas. Setelah berbuah, baru ia rela mati”.

     

    Tulisan ini disusun oleh, Syahrudin Al-Fathir

    Sumber : “DIROSAH ISLAMIYAH I : Sejarah dan Khithah Mathla’ul Anwar (edisi pertama)”

    2,662 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial