Para Perawi Hadits

  • 09 November, 2017  18:03:58 

    1. IMAM ABU DAWUD  (202-275 H / 817-889 M)

    Nama lengkapnya adalah Abu Dawud Sulaiman bin Al Asy’ats bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin Amr bin Amran Al Azdi As Sijistani. Ia di Sijistan (antara Iran dan Afganistan) pada 202 H / 817 M. Ia seorang ulama, hafizh (penghafal Al Qur’an) dan ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan tentang ke-Islaman khususnya dalam bidang ilmu fiqih dan hadits. Dia berguru kepada para ahli hadits, seperti: Ibnu Amr Ad Darir, Qa’nabi, Abi Al Walid Di Tayalisi, Sulaiman bin Harb, Imam Hambali, Yahya bin Ma’in, Qutaibah bin Sa’id, Utsman bin Abi Syaibah, Abdullah bin Maslamah, Musaddad bin Marjuq, Abdullah bin Muhammad An Nafili, Muhammad bin Basyar, Zuhair bin Harb, Ubaidillah bin Umar bin Maisarah, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Mutsanna, dan Muhammad bin Al Ala.

    Abu Dawud menghasilkan sebuah karya terbaiknya yaitu Kitab Sunan Abi Dawud. Kitab ini dinilai sebagai kitab standar peringkat 2 (kedua) dalam bidang hadits setelah kitab standar peringkat pertama yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Dalam kitabnya tersebut Abu Dawud mengumpulkan 4.800 buah hadits dari 500.000 hadits yang dia catat dan hafal. Karangan Abu Dawud yang memiliki 20 judul dan tidak kurang dari 13 judul kitab telah diulas dalam bentuk syarh (komentar), mukhtasar (ringkasan), tahzib (revisi) dll.

    Dia tinggal dan menetap di Basra dan akhirnya wafat di Basrah pada tahun 275 H / 889 M pada usia 73 tahun. Buku ini, singkatnya riwayat yang berhubungan dengan ahkam dengan ringkasan (mukhtasar) masalah fiqih yang berhubungan dengan hukum. Bukunya tersusun dari 4.800 ahadits. Al Khathaby mengomentari Kitab Abuan Abu Dawud itu adalah kitab yang lebih banyak fiqih-nya atas Kitab As Shahihain.

    4. Imam At-Tirmidzi

    5,189 total views, 24 views today

    Please follow and like us:

    Baca juga :  Hikmah Puasa Ramadhan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial