Para Perawi Hadits

  • 09 November, 2017  18:03:58 

    1. IMAM IBNU MAJAH (209-273 H / 824-887 M)

    Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qadziani Ar Raba’i Al Qazwani. Dia lahir di Qazwin, Iran 209 H / 824 M. Majah adalah nama gelar (Laqab) untuk Yazid, kebenaran yang juga dikenal dengan nama Majah Maula Rab’at. Ada juga yang berpendapat Majah adalah kakeknya Ibnu Majah. Ibnu Majah memiliki keahlian dalam bidang hadits, ahli tafsir dan ahli sejarah Islam. Ada 2 (dua) keahliannya dalam bidang tafsir yaitu tafsir Al Qur’an Al Karim dan At Tarikh.

    Pada usia 21 tahun dia mulai mengadakan perjalanan untuk mengumpulkan hadits. Dengan cara tersebut dia telah mendapatkan hadits dari para ulama yang juga sebagai gurunya seperti Abu Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numaayr, Hisyam bin Ammar, Ahmad bin Al Azhar, Basyar bin Adam dan para pengikut Imam Malik dan Al Layss.

    Karya utama Ibnu majah dalam bidang hadits adalah Sunan Ibnu Majah yang dikenal sebagai salah satu dari enam kitab kumpulan hadits yang terkenal dengan julukan Al Kutub As Sittah (kitab yang enam). Lima kitab hadits yang lain dari kumpulan tersebut adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi dan Sunan An Nasa’i (disebut dengan  Sunan,  karena kitab ini mengandung ahadits yang menyinggung masalah duniawi / mu’amalah).

    Ibnu Majah wafat di tempat kelahirannya Qazwin hari Selasa, tanggal 20 Ramadhan 273 H / 18 Pebruari 887 M dari umur 64 tahun.

    7. Imam Ahmad

    4,021 total views, 10 views today

    Please follow and like us:

    Baca juga :  Hal-Hal yang Merusak Iman

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial