Tuesday , 11 December 2018

Dukung Kemajuan Pendidikan Islam, Pakar Hukum Keluarga UI Wakafkan Tanah kepada PDMA Pandeglang

  • 15 January, 2018  09:00:29 

  • Foto : Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Pandeglang berfoto bersama Keluarga DR. Neng Djubaedah usai akad serah terima tanah wakaf (Doc : Kahfi)

    Pandeglang, mathlaulanwar.or.id –  DR. Neng Djubaedah, pakar hukum keluarga dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia mewakafkan lahan miliknya kepada Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar (PDMA) kabupaten Pandeglang. Lahan dengan luas sekitar lima ribu meter persegi yang berlokasi di kampung Bajeg, Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Pandeglang tersebut diwakafkan agar selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk tempat pendidikan islam. Akad serah terima lahan wakaf tersebut telah dilakukan pada Ahad, 14 Januari 2018 kemarin.

    Memanfaatkan lahan miliknya sebagai tempat pendidikan islam merupakan amanah tersendiri dari mendiang kedua orang tua dari DR. Neng. Tempat pendidikan islam yang dapat menjadi cahaya ilmu pengetahuan bagi masyarakat di kawasan Picung dan sekitarnya. DR. Neng memilih Mathla’ul Anwar (MA) karena ia sangat mempercayai kualitas sistem pendidikan islam yang diterapkan oleh ormas islam terbesar ketiga di Indonesia ini.

    “Saya mewakafkan tanah ini sebagai bentuk mewujudkan amanah sekaligus cita-cita dari kedua orang tua saya, terutama almarhum ayah saya, untuk dapat menjadikan lahan itu sebagai tempat pendidikan islam. Untuk tingkat pendidikannya saya serahkan kepada PDMA pandeglang, entah itu tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah atau mungkin perguruan tinggi, silahkan ditentukan saja tergantung kebutuhan pendidikan dari masyarakat disini (Picung), yang jelas pendidikan islam”, terang pakar hukum keluarga yang akrab disapa bunda Neng itu.

    Baca juga :  PLT Gubernur Mengajak Pemuda-Pemudi Mathla'ul Anwar Sebagai Generasi Bangsa Untuk Bangkit

    “Mathla’ul Anwar sangat terpercaya untuk mewujudkan cita-cita ayah saya ini (mendirikan tempat pendidikan islam-red). Lebih lagi ayah saya punya histori panjang dengan Mathla’ul Anwar. Bahkan beliau wafat dipangkuan sesepuh Mathla’ul Anwar yaitu kiyai Wahid Sahari. Maka dari itu saya wakafkan tanah ini kepada MA yang dalam hal ini diserahkan kepada PDMA Pandeglang. Wakaf tahan ini atas nama kedua orang tua saya, semoga pahala nya mengalir kepada mereka, amin yaa rabbal ‘alamin”, lanjutnya.

    Selanjutnya, Asep Saparudin, Ketua PDMA Pandeglang selaku penerima tanah wakaf menyanggupi untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi tempat pendidikan islam.

    “Saya dari PDMA pandeglang insya allah menerima (tanah) wakaf dari bunda Neng. Niat tulus dari Bunda Neng serta cita-cita dari kedua orang tua Bunda Neng untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi tempat pendidikan islam melalui Mathla’ul Anwar, insya allah terwujud”, ujar Asep. (Kahfi)

    Baca juga :  Dapatkah Perkara Hutang-Piutang dilaporkan

     

    2,046 total views, 8 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial