Israel Kembali Serang Jalur Gaza

  • 30 May, 2018  19:00:15 

  • Asap membumbung setelah pesawat tempur Israel melakukan serangan udara di atas daerah pemukiman di Kota Gaza [Ashraf Amra / Anadolu Agency]

    Mathlaulanwar,-Militer Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap posisi Palestina di Gaza setelah rentetan tembakan roket yang terbesar  dari Jalur Gaza di tengah meningkatnya pengepungan Israel yang melumpuhkan selama 12 tahun.

    menurut kantor berita Al-Jazeera Pesawat, tempur Israel pada hari Selasa kemarin telah menyerang lebih dari 35 sasaran milik Hamas dan Jihad Islam. Menurut Israel, Serangan itu terjadi setelah tentara Israel mengatakan para pejuang Palestina berada di belakang serangan”rentetan proyektil” yang ditembakkan dari Gaza ke Israel selatan .

    Penembakan roket dan mortir terjadi ketika Jihad Islam bersumpah akan membalas dendam setelah serangan mematikan terhadap anggotanya pekan lalu.

    Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds menyalahkan Israel atas “agresi Israel terhadap rakyat Palestina” yang digambarkan sebagai “upaya mengalihkan perhatian dari kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil kami yang damai”.

    Ismail Radwan, seorang pejabat Hamas yang mengatur Jalur Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel telah meningkatkan ketegangan.

    “Eskalasi ini sangat berbahaya dari pendudukan Zionis dan pendudukan memikul tanggung jawab atas eskalasi ini dan akibatnya,” kata Radwan.

    “Para penghuni harus tahu bahwa kejahatan akan ditanggapi dengan perlawanan.”

    Sejak 30 Maret, setidaknya 121 orang Palestina yang tidak bersenjata telah dibunuh oleh pasukan Israel dalam protes di dekat pagar dengan Israel, di mana mereka menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah dan tanah keluarga mereka yang telah diusir dari selama pembentukan Israel.

    Baca juga :  Muslim di Rusia Harus Berpuasa 20-21 Jam Setiap Harinya

    “Ada banyak kekecewaan di sini bahwa setelah lebih dari dua bulan protes dan lebih dari 100 orang terbunuh warga Palestina di sini tidak lebih dekat untuk mengakhiri blokade Israel di Gaza,” kata agen Al Jazeera, Bernard Smith,.

    Para pejabat Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa sistem pertahanan udara militer telah mencegat sebagian besar dari 28 roket dan mortir yang ditembakkan ke Israel.

    Tidak ada laporan tentang yang tewa di di kedua belah pihak. Militer Israel mengatakan tiga tentara mengalami luka ringan.

    harian Haaretz Israel melaporkan, hanya beberapa jam setelah serangan Israel di Gaza, sirene terdengar di Israel selatan, Pasukan Israel mengatakan di Twitter bahwa mereka telah mencegat “beberapa peluncuran”.

    “Tidak ada negara di dunia yang akan atau harus menerima ancaman semacam itu terhadap penduduk sipilnya. Kami juga tidak,” Emmanuel Nahshon, juru bicara kementerian luar negeri Israel, menulis di Twitter.

    Baca juga :  100 Orang telah Terbunuh di Rakhine

    Gaza hancur dan telah berada di bawah blokade Israel selama 12 tahun terakhir, Israel sangat membatasi akses ke terhadap bahan yang dibutuhkan sehari-hari

    Pada hari Selasa, sekelompok orang Palestina berlayar dengan perahu dari gaza dalam upaya untuk menembus blokade laut Israel

    Perahu-perahu tersebut  membawa pasien yang membutuhkan perawatan medis, mahasiswa dan lulusan universitas yang mencari pekerjaan yang kemudian ditangkap oleh kapal perang Israel.

    Ketegangan terbaru datang sehari setelah pasukan Israel membunuh seorang Palestina yang diduga mendekati perbatasan Gaza dengan Israel, dan dua hari setelah tembakan tank Israel menewaskan tiga orang dalam serangan terhadap sebuah pos pengamatan militer milik pejuang Jihad Islam.

    Seorang pemimpin Jihad Islam di Gaza mengatakan pada hari Selasa bahwa “selama ada pendudukan, maka perlawanan adalah hak yang sah bagi rakyat Palestina”.

    “Israel bertahan dengan agresivitasnya, kami tetap pada dua opsi: protes dan perlawanan rakyat yang menanggapi agresi Zionis,” kata Khaled al-Batsh.

    Lebih dari dua juta orang Palestina berada ke Jalur Gaza, daerah kantong pantai yang sangat sempit.

    Israel menarik pasukan dari pemukiman Gaza pada 2005 , tetapi karena alasan keamanan mereka mempertahankan kontrol ketat atas perbatasan darat dan laut, yang mengarah kepada kepada keadaan bangkrut.

    Baca juga :  Serangan tentara Myanmar tewaskan hampir 400 warga Rohingya

    Mesir juga membatasi pergerakan masuk dan keluar Gaza di perbatasannya.

    Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina telah terhenti sejak 2014 dan pemukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina telah meluas.

    Gaza mengalami konflik paling signifikan pada tahun 2014 , ketika setidaknya 2.251 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil, tewas. Setidaknya 66 tentara Israel dan enam warga sipil juga tewas.

    Mukhaimer Abu Saada, profesor ilmu politik di Universitas Al Azhar , mengatakan kepada Al Jazeera. Apakah eskalasi saat ini akan berarti kembali ke perang untuk Gaza tergantung pada “sisi Israel”,

    “Jika pembalasan Israel ini akan mengakibatkan kematian lebih lanjut dan pertumpahan darah di antara orang-orang Palestina, saya pikir kelompok-kelompok perlawanan Palestina tidak akan punya pilihan selain membalas Israel,” tambahnya.

    Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan bertemu pada hari Rabu menyusul permintaan dari Amerika Serikat untuk pertemuan darurat.

    “Dewan Keamanan harusnya marah dan menanggapi serangan kekerasan terbaru yang ditujukan pada warga sipil Israel yang tidak bersalah,” kata Duta Besar AS Nikki Haley.

    50 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial