Tiga Jenis Layanan Transportasi Darat Selama di Haramain.

  • 29 June, 2018  19:58:03 

  • Sosialisasi Pelayan Haji oleh Kemenag.

    Musim haji sudah menjelang. Kloter pertama akan  diberangkatkan ke Arab Saudi pada 17 Juli mendatang.

    Kasubdit Transportasi Haji Kementerian Agama Subhan Cholid mengatakan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menyiapkan tiga jenis layanan transportasi darat selama di Haramain.

    Pertama, transportasi antar kota perhajian, yaitu: Jeddah, Makkah, dan  Madinah. “Tahun ini,  seluruh bus transportasi antar kota perhajian sudah ditingkatkan kualitasnya (upgrade),” jelas Subhan saat Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1439H/2018M di Medan, Kamis (28/06).

    Menurut Subhan, ada enam rute layanan ini,  yaitu: dari bandara Madinah ke pemondokan Madinah,  Madinah ke Makkah,  Jeddah ke Makkah,  Makkah ke Jeddah, Makkah ke Madinah, serta dari pemondokan Madinah ke bandara Madinah.

    Baca juga :  Sambut Hari Santri, PCI MA Gelar Santunan dan Apresiasi Siswa Berprestasi dan Pejuang MA

    Layanan antar kota perhajian ini, kata Subhan, akan disiapkan oleh tujuh perusahaan. Bus yang disiapkan paling tua produksi  2014, dengan rincin sebagai berikut:

    1. Saptco (bus produksi tahun 2017 dan 2018);

    2. Rawahel (2015 sampai 2018);

    3. Rabitat Makkah (2014 sampai 2017);

    4. Dallah (2015 sampai 2018);

    5. al Massah (2015 sampai 2018);

    6. al Qaid (2015 sampai 2018); dan

    7. Hafil (2015 sampai 2018)

    Kedua, transportasi shalawat. Transportasi ini disiapkan kali pertama pada tahun 2008, saat dilakukan pembongkaran hotel sekitar Masjidil Haram. Waktu itu, pemondokan jemaah Indonesia yang terdekat berjarak 2km, sedang yang jauh sekitar 15km. Sebab,  gedung yang ada di dekat Masjidil Haram harganya sangat mahal.

    Baca juga :  Muslim London memperingati tragedi pembantaian di Srebrenica ke-23

    “Karena jauh, harus disediakan bus. Saat itu kami sewa 600bus dari perusahaan Ummul Qurra, namun belum ada sistem kontrol,” ujarnya.

    Pada tahun 2009, PPIH menjalin kerjasama dengan pihak Muassasah. Tahun berikutnya,  kerjasama dilakukan dengan perusahaan Saptco dan Ummul Qurra. Sekarang,  PPIH menjalin kerjasama dengan Perusahaan Bus Saptco dan Rawahel.

    “Sistem layanan transportasi bus shalawat terus diperbaiki berdasarkan pengalaman tiap tahun. Sekarang, sistem pengaturan bus shalawat sudah mapan,” jelasnya.

    “Awalnya, hanya jemaah yang tinggal di hotel dengan jarak 2000m dari Masjidil Haram yang difasilitasi bus shalawat. Sekarang,  jemaah dengan jarak hotel 1500m  juga dilayani,” imbuhnya.

    Ketiga,  transportasi Masyair. Transportasi ini ada empat rute, yaitu: Makkah ke Arafah,  Arafah ke Muzdalifah,  Muzdalifah ke Mina,  dan Mina ke Makkah. “Transportasi Masyair menjadi tanggung jawab Organda Saudi atau naqabah,” tandasnya.

    Baca juga :  Ponpes Mathla'ul Anwar Al-Bantani Siap Terima Santri yang Tidak Mampu
    Sumber : Kemenag
    Penulis : Khoiron

    80 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial