Olahraga Dan Wisata Harus Terintegrasi.

  • 07 July, 2018  23:13:26 

  • Pandeglang – Pengembangan di bidang olahraga harus terintegrasi dengan semua lini sektor, seperti pendidikan, pariwisata, lingkungan dan kebudayaan. Hal tersebut disampaikan Ketua I Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Bidang Pembinaan Anggota dan Kaderisasi Mohammad Zen, dalam acara silaturahmi dan halal bihalal klub sepakbola Menes FC 1916 di gedung eks Kewadanan Menes, Pandeglang, Sabtu (7/7).

    “Pembinaan olah raga seperti sepakbola, membutuhkan dukungan dari semua sektor kehidupan, oleh karenanya, pembinaan klub sepakbola Menes FC 1916 juga harus diintegrasikan dengan sektor-sektor tersebut,” kata Zen.

    Menurut Zen, jika sepakbola terintegrasi dengan pariwisata, maka pemasukan dari wisatawan bisa digunakan untuk biaya pembinaan sepakbola. “Jika pengintegrasian ini berhasil, maka salah satu persoalan kronis pembinaan klub yaitu keterbatasan sumber dana bisa diatasi,” paparnya.

    Baca juga :  Pesan PBMA Jelang Pilkada Serentak 2018

    Menes merupakan kota yang memiliki banyak peninggalan sejarah penting. Salah satunya adalah gedung eks Kewadanan Menes yang dibangun sejak zaman Belanda. Pasalnya, Gedung lama dengan arsitektur abad lampau ini bisa menjadi daya pikat wisatawan untuk datang dan menikmati wisata sejarah di Menes.

    “Posisi gedung yang menghadap alun alun sekaligus lapangan sepakbola, ini menjadi daya pikat tersendiri untuk wisatawan, sekaligus memyaksikan permainan bola yang menarik dari anak-anak Menes yang tergabung dalam Menes FC 1916,” tuturnya.

    Lebih jauh Zen menjelaskan, Menes sebagai kota yang mempunyai Jalur perlintasan menuju kawasan wisata pantai Carita dan Tanjung Lesung, seharusnya bisa menampilkan daya pikat budaya sehingga wisatawan tertarik untuk mampir sejenak di Menes.

    Baca juga :  Himma sebagai pelopor kebangkitan pemuda Indonesia

    “Untuk itu diperlukan adanya atraksi budaya atau wisata kuliner di gedung eks Kewadanan tersebut. Sehingga wisatawan tertarik untuk mampir,” jelasnya.

    Wisata kuliner yang bisa ditawarkan diantaranya makan gaya babacakan beralas daun pisang dengan menu ikan mas bakar dengan sambal honje bersantan berlalap daun paya rebus.

    “Gaya babacakan yang eksotik seperti ini sangat disukai oleh warga Menes dan Pandeglang, namun belum dikemas menjadi industri kuliner yang profesional,” tukasnya

    Zen meyakini, jika babacakan ini dikemas dengan baik dan ditawarkan kepada wisatawan. “Pasti banyak yang tertarik bahkan ingin mengulanginya,” tutupnya. (Abdul Rosid)

    246 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial