Jelang Haji, Kemenag Persiapkan Layanan Maksimal

  • 09 July, 2018  12:58:06 

  • Mathla’ulanwar,-Kementerian Agama menjelang datangnya prosesi Haji terus mengebut penerbitan visa jemaah haji reguler.  Visa untuk sekitar 118 kloter jemaah haji Indonesia sudah siap. Hal ini dikatakan oleh Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag Nasrullah Jassam

    “Proses pemvisaan tetap berjalan. Sampai malam ini sudah 47.653 visa yang siap atau setara 118 kloter,” terang Nasrullah di Jakarta,  Sabtu (07/07).

    Nasrullah Jassam mengapresiasi komitmen Kedutaan Besar Arab Saudi untuk membantu mempercepat proses pemvisaan ini. “Tim Kedubes Saudi selalu siap memproses visanya,  berapapun paspor yang kita kirim,” jelasnya.

    Menurut Nasrullah,  proses pemvisaan berlangsung dari Senin hingga Sabtu dalam setiap pekannya. Rata-rata perhari,  visa yang diselesaikan antara delapan sampai 10ribu. “Hingga hari pertama keberangkatan jemaah,  kami targetkan sudah lima puluh persen visa yang sudah siap,” jelasnya.

    Baca juga :  Indonesia Ajak Negara-Negara Islam Bersatu Promosikan Moderasi Agama

    Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap, makanan yang dipersiapkan oleh katering untuk para jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi, sesuai dengan selera (lidah) masyarakat.

    “Kami di Kementerian Agama berusaha maksimal menyajikan makanan yang sesuai dengan selera jemaah haji kita. Meski demikian, karena masyarakat kita sangat beragam, kami harus berada pada titik moderat. Tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu manis” terang Menag saat Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Meal Test Penerbangan Haji Embarkasi / Debarkasi Jakarta – Bekasi, di asrama haji Bekasi, Selasa (03/07).

    Menag menyatakan, Indonesia memiliki ragam jenis masakan terbanyak di dunia, dibanding Bangsa lain

    Baca juga :  Mathla'ul Anwar Gelar Peduli Korban Banjir Di Riau dan Sumbar

    “Kita memiliki banyak variasi makanan, bermacam bumbu dan rempah-rempah. Jenis makanan khas kita, terbanyak di dunia. Lidah kita pun sudah terbiasa dimanjakan dan sensitif dengan rasa dan suka membeda-bedakan makanan. Dampaknya, bagi yang suka pedas, ketika menjumpai makanan kurang pedas maka, akan protes. Begitu pula sebaliknya,” imbuh Menag.

    Di Tempat yang lain,  Kementerian Kesehatan juga menyiapkan sejumlah perlengkapan yang akan dibagikan kepada jemaah haji reguler Indonesia. Perlengkapan ini disiapkan salah satunya untuk mengantisipasi cuaca panas di Arab Saudi.

    Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka mengatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Saudi. Suhu udara di sana nantinya bisa mencapai 53 derajat celsius.

    Baca juga :  Sekjend PBMA : Mari Teladani Pengorbanan Ibrahim!

    “Untuk menghadapi risiko gangguan kesehatan, kami telah menyiapkan satu set perlengkapan, terdiri dari kacamata ultraviolet, payung, topi, botol minum, masker, dan semprotan untuk muka,” terang Eka di Jakarta,  Sabtu (07/07).

    “Kacamata hitam sebagai pelindung diri dari debu dan cuaca panas, masker alat pelindung diri juga,” sambungnya.

    Menurut Eka,  sebagian perlengkapan akan dibagikan saat jemaah di embarkasi Tanah Air. Misalnya, botol air minum dan semprotan air. “Saat di embarkasi,  kami juga akan membagikan cream atau balsem penghilang rasa pegal,” tuturnya.

    136 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial