Zakat Mal

  • 12 July, 2018  00:51:11 

  •  

    Zakat harta (Arab: الزكاة المال‎, transliterasi: zakah māl) adalah zakat yang dikenakan atas hartayang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak

    1. Pengertian Zakat Mal

    Zakat Mal (Harta) adalah zakat hasil perniagaan, yaitu Zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak, apabila mencapai nishab dengan haul 1 tahun

    2. Hukum Membayar Zakat Mal

    Zakat Mal hukumnya adalah wajib (fardhu) bagi setiap muslim yang apabila sudah mencapai nishab dalam tempo 1 tahun. Mengeluarkan zakat Mal hukumnya adalah Wajib dikeluarkan bagi orang islam jika telah memenuhi syarat. Tujuanya adalah untuk membersihkan diri dari harta benda yang dimilikinya.

    3. Dalil Mengenai Zakat Mal

    Sebagaimana firman Allah SWT :

    Artinya : “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. (QS Al-Baqarah : 43).

    Artinya : “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat . Dan kebaikan apa saja kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Baqarah : 110).

     4. 5 Syarat Wajib Membayar Zakat Mal

    • Zakat mal syarat yang pertama adalah Milik Penuh, yaitu harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.
    • Zakat mal syarat yang kedua adalah Cukup Nishab, yaitu harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah.
    • Zakat mal syarat yang ketiga adalah Lebih Dari Kebutuhan Pokok,yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan oleh seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya seperti belanja sehari-hari, pakaian, rumah, pendidikan, dll.
    • Zakat mal syarat yang ketiga adalah Bebas dari hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.
    • Zakat mal syarat yang terakhir adalah Berlalu haulnya satu tahun, yaitu kepemilikan harta sudah mencapai satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi peternakan, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul, tetapi wajib dikeluarkan zakat pada saat panen atau didapati.
    Baca juga :  Prostitusi dan Tanggung Jawab Sosial Umat

     5. Rukun Zakat Maal

    • Niat dalam hati
    • Ada orang yang menunaikan zakat (muzaki)
    • Ada orang yang manerima zakat(mustahik)
    • Ada harta yang dizakatkan

    6. Waktu Pembayaran Zakat Mal

    Zakat Mal kapan dikeluarkan nya? Zakat Mal dikeluarkan setiap tahun bila sudah cukup nishabnya.  Zakat Mal yang tidak harus menunggu satu tahun adalah hasil panen dan temuan sedangkan zakat fitrah dikeluarkan pada bulan ramadhan sampai menjelang shalat idul fitri.

    7. Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakat Maal

    • Nisab zakat mal emas dan perak
      Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam.
      1 dinar = 4,25 gr emas
      Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni. Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan di ikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.
      Nishab perak adalah 200 dirham. 1 dirham = 2,975 gram, Jadi 200 dirham = 595 gram, dari nishab tersebut diambil 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.
    • Nishab Zakat Mal Hewan Ternak
      Syarat wajib zakat mal hewan ternak sama dengan atas, ditambah 1 syarat lagi, yaitu binatangnya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan. nishab binatang ternak sebagai berikut:
    1. Nishab Zakat Maal Unta
      Nishab unta adalah 5 ekor.
      Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak unta, maka nishab unta tidak kami jabarkan secara rinci -red.
    2. Nishab Zakat Mal Sapi
      Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya.Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

      Jumlah Sapi Jumlah yang dikeluarkan
      30-39 ekor 1 ekor tabi’ atau tabi’ah
      40-59 ekor 1 ekor musinnah
      60 ekor 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah
      70 ekor 1 ekor tabi dan 1 ekor musinah
      80 ekor 2 ekor musinnah
      90 ekor 3 ekor tabi’
      100 ekor 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

      Keterangan:

      Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.

      3. Nishab Zakat Mal kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya sebagai berikut:

      Jumlah Kambing Jumlah yang dikeluarkan
      40 – 120 ekor 1 ekor kambing
      121 – 200 ekor 2 ekor kambing
      201 – 300 ekor 3 ekor kambing
      > 300 ekor setiap 100, 1 ekor kambing
    • Nisab Zakat Mal Hasil Pertanian
    Baca juga :  Kasih Sayang Allah Tak Berbatas

    Zakat Mal hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

    “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-An’am: 141)

    Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

    Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama, silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364). Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2,175 kg. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia, maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 2,175 kg = 652,8 kg dan dibulatkan menjadi 653 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman), maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%). Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan), maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%). Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    • Nishab Zakat Mal Harta Perdagangan

    Nishab dan ukuran zakat mal barang dagangan sama dengan nishab dan ukuran zakat emas. Syarat zakat perdagangan sama dengan syarat zakat yang lain ditambah 2 syarat lainnya:

    1. Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti membeli dan menerima hadiah,
    2. Memilikinya dengan niat untuk perdagangan,
    Baca juga :  Para Perawi Hadits

    Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga beli, lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang. Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan total Rp200.000.000,-, laba bersih Rp50.000.000,-, dan memiliki hutang Rp. 100.000.000,-. Maka perhitungannya sebagai berikut:

    Modal – Hutang: Rp200.000.000,- – Rp100.000.000,- = Rp100.000.000,-

    Jumlah harta zakat adalah: Rp100.000.000,- + Rp50.000.000,- = Rp150.000.000,-

    Zakat yang harus dibayarkan: Rp150.000.000,- x 2,5 % = Rp3.750.000,-

    • Nishab Zakat Mal Harta Warisan / Barang Temuan

    Tidak hanya harta milik sendiri yang harus dizakatkan, harta yang ditemukan seperti harta barang temuan pun wajib dizakatkan. Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, sebesar 20%.

    Zakat mal sebaiknya diberikan kemana ?

    Zakat mal harus lewat amil karena sesuai dengan Ayat Al-Quran Surat At Taubah ayat 60

    8. Akibat Tidak Mengeluarkan Zakat Maal

    Islam tidak semata-mata mewajibkan zakat agar seseorang menjadi miskin. Karenanya, jumlah yang harus di keluarkan tidaklah sampai setengah dari jumlah harta yang kita miliki.

    Dan di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan ancaman bagi orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat ini, salah satunya dalam surat at-Taubah ayat 34-35:

    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (QS At Taubah : 34)

    pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS At Taubah : 35)

    9. Lafal Niat Zakat Maal

    Nawaitu an ukhrija shodaqotal maal fardhan lillahi ta’ala

    Artinya : “Saya berniat sengaja mengeluarkan zakat harta semata-mata karena Alloh Ta’ala”

     

    72 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial