Tuesday , 11 December 2018

Khutbah Wukuf Rasulullah SAW

  • 21 August, 2018  16:08:21 

  • Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdizikirlah kepada Allah di Masy’aril harak. Dan berdizikirlah dengan menyebut Allah sebagaimana yang ditujunkkan-Nya kepadamu, dan sesungguhnya sebelum itu kamu benar-benar termasuk oran-orang yang sesat.” (QS Al Baaqarah: 198).

    Rasulullah SAW berangkat ke lembah Arafah ketiga tergelincir matahari dengan mengendarai unta sambil membonceng Usamah bin Zaid. Beliau menuju kemah yang telah dididrikan di suatu tempat yang bernama Namirah. Beliau shalat Zhuhur dan Ashar masing-masing dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Zhuhur seara jama taqdim, walaupun hari itu adalah hari Jumat.

    Kemudian Rasulullah menuju ke tengah kembah sekitar 50 meter sebelah timur Jabal Rahmah. Tempat itu bernama Shakharaat. Beliau wukuf sambil menunggangi unta bernama Qushwa.

    Haji itu adalah wukuf di Arafah. Wukuf di Arafah adakah rukun haji. Seseorang yang tidak melakukan wukuf di Arafah,  maka hajinya tidak sah. Wukuf di Arafah dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah, mulai Zhuhur sampai Maghrib.

    Ketika orang-orang yang berhasi bersama Rasulullah mengerumuni Beliau di tempat Beliau wukuf sehingga keadaan menjadi pengap, Beliau bersabda: “Aku wukuf di sini dan seluruh Arafah adalah tempat Wukuf.” (HR Ahmad).

    Saat menjalankan wukuf itu, Rasulullah SAW kemudian memberikan khutbah wukuf sebagai berikut:

    “Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon bantuan-Nya, meminta ampunan kepada-Nya dari kejahatan dan perbuatan buruk. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada petunjuk baginya. aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, Dia sendiri, tiada bersekutu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya. Aku berpesan kepadamu, wahai hamba=hamba Allah, agar bertakwa kepada allah, dan aku menganjurkan agar mentaati-Nya. sesudah itu, wahai manusia, dengarkan aku. Akan aku jelaskan kepadamu, karena aku tidaklah mengetahui, barangkali akut idak akan bertemu kamu lagi sesudah tahun ini.

    “Wahai sekalian manusia! Hormatilah darah dan harta (sebagaimanna amanah Allah) sampai kamu menemui Tuhan-mu, seperti halnya kamu menghormati hari, bulan, dan negeri-mu ini. Bresaksilah bahwa aku telah menyampaikannya sekarang. Bukankah demikian? Ya Allah, saksikanlah. Dan barangsiapa mengemban amanah orang, maka penuhilah amanah orang yang memberi amanah. Dan riba atau rente pertama yang aku hapus di jaman jahiliyah adalah riba pamanku, Abas bin Abudul Muththalib. Dan penuntutan darah pertama menurut cara jahiliyah yang aku hapus adalah darah Amir bin Rabiah bin Haris bin Abdul Muththalib. Dan bahwa upacara-upacara jahiliyah itu dihapus, kecuali penjagaan Baitullah dan pemberian minuman para haji. Dan bahwa pembunuh dengan sengaja itu harus dihapus, dan pembunuhan dengan tidak dengan sengaja itu adalah pembunuhan dengan tongkat atau dengan batu dan dalam masalah ini didenda 100 unta, dan barangsiapa menambah, ia termasuk orang jahiliyah.

    Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah putus harapan untuk disembah di atas bumi ini, tetapi dia senang bila ditaati di bagian lain, ialah hal yang kamu anggap enteng dalam amalan-amalanmu. Maka, hati-hatilah kamu akan masalah agamamu. Wahai manusia. Sesungguhnya menangguhkan larangan itu menambah kekufuran yang menyesatkan orang kafir, mereka menghalalkannya dalam suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun lain, hanya untuk menggenapkan bulan yang diharamkan Allah.

    Dan sesungguhnya jaman telah beredar dari hari Allah menciptakan seluruh langit dan bumi, dan bilangan bulan di sisi Alllah itu ada 12 di dalam kitab Allah, pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Sebagian dari bulan itu ada empat bulan terhormat, tiga bulan berturut-turut, dan satu bulan tersendiri yaitu Dzulqaidah, Dzullhijah, Muharram dan Rajab yang ada di antara jumada Al-Tsaniyah dan Syaban. Bukankah aku telah sampaikan? Ya Allah, saksikanlah.

    Wahai Manusia! Sungguh, istri-istri kamu mempunya hak atasmu, dan kamu mempunyai hak atas mereka. Bahwa mereka tidak boleh membawa orang lain ke tempat-tempat tidurmu, dan mereka tidak boleh memasukan siapa saja yang tidak kamu sukai ke rumahmu, tanpa izinmu. Dan mereka tidak boleh mengerjakan perkerjaan yang buruk. Jika mereka berbuat demikian, maka Allah telah mengizinkan kamu untuk meninggalkan mereka dan kamu menjauhi untuk tidak tidur dengan mereka, dan kamu pukul mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Akan tetapi, bila mereka berhenti dan menaatimu, maka wajiblah kamu memberi belanja serta pakaian mereka dengan cara yang pantas. Dadn sungguh, istri-istri kamu tidaklah berdaya, karena seakan-akan mereka tidak lagi memiliki kekuasaan bagi diri mereka sendiri. Kamu telah mengambil mereka dengan amanah Allah. Dan Allah telah menghalalkan kehormatan mereka dengan nama Allah. Maka, takutlah kamu kepada Allah dalam memperlakukan istri-istri kamu dan hendaklah kamu berpesan kepada mereka dengan baik. Bukankah aku telah menyampaikannya? 

    Wahai manusia! Sungguh, aku telah meninggalkan kamu dua hal, bila kamu berpegang teguh kepadanya, maka kamu tidak akan sesat selamanya, yaitu Kitab Allah dan sunah Nabimu. Wahai manusia. Dengarkan apa yang aku sampaikan kepadamu. Niscaya kamu akan hidup lebih baik.

    Wahai Manusia! Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara, dan tidak halal seseorang mengambil harta saudaranya melainkan dengan kerelaannya. Perhatikanlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, ya Tuhan kami, saksikanlah. Maka, jangan sekali-kali menjadi kafir sesudahku, sehingga sebahagiann diantara kamu menebas leher sebagiannya. Sesungguhnya telah aku tinggalkan kepadamu sesuatu, yang bila kamu berpeggang kepadanya, kamu tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitab Allah. Bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, saksikanlah!

    Wahai manusia. Sesungguhnya Tuhan kamu itu Esa. Dan sungguh, ayah kamu itu satu. Kamu semua berasal dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungghunya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa. Tidak ada keutamaan orang Arab atau orang bukan Arab, kecuali karena takwa. Perhatikanlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, saksikanlah. Maka, hendaklah orang yang hadir di antara kamu menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.

    Wahai manusia. Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap ahli waris bagian masing-masing dari harta warisan, dan tidak boleh berwasiat pada seorang ahli waris dan tidak boleh berwasiat lebih dari sepertiga harta warisan, dan anak yang diperebutkan adalah ibunya, dan bagi orang yang berzinah dirajam. Barang siapa yang memanggil ayah kepada yang bukan ayahnya, atau memanggil tuan kepada tuannya, maka Allah, malaikat dan seluruh manusia melaknatnya, tobat dan tebusannya tidak diterima. Dan mudah-mudahan berlimpahlah rakhmat dan berkah Allah kepada kamu sekalian.”

    Sumber: ihram.co.id

    156 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Baca juga :  Angin Kencang dan Hujan Landa Arafah

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial