ISRAEL TEMBAK PENGEMBALA KAMBING DI NABLUS

  • 24 August, 2018  07:03:44 

  • Middle East Monitor mengabarkan, pasukan Israel telah menembak dan melukai pengembala kambing Palestina di desa Madama, di selatan distrik Tepi Barat utara Nablus.

    Sumber-sumber setempat mengatakan bahwa pasukan Israel menembak dan melukai penggembala kambing, yang diidentifikasi sebagai Imad Ibrahim Ziadeh, dengan empat peluru baja berlapis karet.

    Ziadeh segera dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Rafidia dekat Nablus untuk menerima perawatan medis. Dia dilaporkan dalam kondisi normal.

    Sumber menambahkan bahwa sebelum penargetan Ziadeh, sekitar 20 pemukim Israel dari pemukiman ilegal Israel di Yitzhar, menyerbu desa Madama dan membakar lahan pertanian.

     

    Ini adalah satu dari banyak serangan baru-baru ini oleh para pemukim di distrik Nablus. Ini termasuk serangan terhadap warga Palestina, termasuk anak di bawah umur, dan serangan terhadap properti mereka. Warga Palestina telah melihat ban mobil mereka disayat, dan harta mereka dibakar oleh para pemukim dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca juga :  OKI Deklarasikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

    Banyak aktivis Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh Israel memupuk “budaya kebal hukum” bagi Israel yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina.

    Pada Maret 2017, LSM Israel Yesh Din mengungkapkan bahwa pemerintah Israel memberikan dakwaan hanya dalam 8.2 persen kasus pemukim Israel yang melakukan kejahatan anti-Palestina di Tepi Barat yang diduduki dalam tiga tahun terakhir.

     

    Sebelumnya diberitakan dari sumber-sumber Israel yang mengungkapkan tentang amandemen yang disetujui oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Ardan, untuk meringankan syarat dan kriteria pemberian izin dalam memiliki senjata bagi warga Israel.

    Surat kabar Israel Yisrael Hume seperti yang dikutip Pusat Info Palestina melaporkan bahwa amandemen ini, jika sudah mulai berlaku efektif akan memungkinkan setengah juta warga Israel lagi yang akan mendapatkan izin memiliki senjata pribadi.

    Baca juga :  Ulama Kharismatik Abuya KH Saifudin Amsir Berpulang

    Erdan, mengklaim bahwa warga negara Israel yang memenuhi syarat membawa senjata api di depan umum berkontribusi pada rasa keamanan. Menurutnya, kebijakan ini akan membantu menangani apa yang disebut serangan “lone wolf” yang dilakukan oleh pelaku individu ketimbang oleh kelompok teroris terorganisir.

    “Semakin banyak orang Israel yang dilatih untuk menggunakan dan membawa senjata, maka semakin besar peluang untuk menggagalkan operasi dan mengurangi jumlah orang yang meninggal dan terluka, yang akan meningkatkan keamanan publik,”

    Sumber: duniaexpres.com

    146 total views, 4 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial