Pengamat Media Apresiasi IMN Bedah Visi Prabowo

  • 01 September, 2018  11:27:47 

  • Pengamat media Aat Surya Safaat mengapresiasi Institut Madani Nusantara (IMN) yang akan membedah visi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam acara bedah buku di Jakarta awal September 2018 ini, (1/9/2018).

    Dalam tanggapan terhadap rencana bedah buku dari buku Prabowo yang berjudul “Paradoks Indonesia” itu, Aat di Jakarta, Sabtu pagi mengemukakan, apa yang dilakukan IMN sangat penting untuk mengetahui bagaimana pandangan strategis Prabowo tentang pengelolaan sumberdaya alam Nusantara.

    “Saya kira buku tentang pandangan strategis Prabowo terkait paradoks Indonesia itu bisa menjadi masukan yang sangat penting bagi pemerintah terkait pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam Indonesia,” kata mantan Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York itu.

    Baca juga :  Begini Cara Mengusulkan Gelar Pahlawan

    Buku berjudul “Pandangan Strategis Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia” itu sendiri diluncurkan tahun lalu, tepatnya pada 1 April 2017 di Jakarta. Buku tersebut dibuat sebagai bentuk kritikan yang membangun untuk Pemerintah.

    Aat lebih lanjut menyarankan IMN agar ke depan menampilkan lebih banyak lagi tokoh nasional untuk memberikan masukan terkait pembangunan ekonomi nasional dan pengelolaan kekayaan alam Indonesia bagi kesejahteraan rakyat.

    Pada kesempatan yang sama Pengamat Kebijakan Publik dari Institute For Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin juga mengapresiasi rencana IMN yang akan menghadirkan lebih dari 20 cendekiawan pada bedah buku Prabowo itu.

    Menurut Aminudin, acara bedah buku tersebut sangat positif supaya publik bisa mengetahui visi Prabowo yang menekankan pada kemandirian ekonomi, terutama ketahanan pangan dan energi.

    Baca juga :  Mandi Wajib dan Sunnah Serta Tata Caranya

    Direktur Eksekutif ISDS itu juga mengemukakan, sampai saat ini sumberdaya alam Indonesia yang melimpah belum mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, sementara ketahanan pangan kian ringkih, terbukti dengan makin besarnya impor pangan.

    “Tentu persoalan ini layak dijadikan wacana diskusi publik menjelang Pilpres 2019, sehingga pemilih mendapat gambaran yang jelas tentang visi dan kapasitas kebijakan kandidat Presiden RI,” katanya.

    Aminudin juga menyarankan perlunya para menteri ekonomi Kabinet Kerja untuk menjelaskan dalam berbagai forum mengenai upaya pemerintah dalam membangun ekonomi dan mengelola kekayaan sumber daya alam bagi kesejahteraan rakyat.

    Ia menambahkan, rakyat Indonesia sejatinya bisa menjadi sejahtera karena berada di negeri dengan kekayaan sumber daya alam yang relatif melimpah. (FHI01)

    Baca juga :  Sejarah Bumi Perkemahan Leuwi Panjang

    Sumber Faktahukum.co.id

    246 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial