Mahasiswa Harus Peduli Halal

  • 29 September, 2018  17:15:32 

  • Wakil Rektor UNMA Bidang Kemahasiswaan Ali Nurdin mengajak mahasiswa untuk peduli halal. Ali mengatakan hal tersebut saat membuka stadium general (kuliah umum), kolaborasi antara Fakultas Agama dan Fakultas Sains Farmasi di Kampus UNMA, Sabtu (29/9).

    Khusus untuk Banten, kepedulian terhadap halal ini sangat relevan dengan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Banten. “Mari bangun dari tidur panjang kita, karena negara-negara lain sudah lebih maju dalam menyambut industry halal ini”, kata Ali.

    Sementara Dekan Fakultas Agama Mohammad Zen mengatakan kegiatan stadium general ini diikuti ratusan mahasiswa gabungan dari dua fakultas yaitu Fakultas Agama dan Fakultas Sains Farmasi. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan mensosialisasikan betapa pentingnya produk halal di era modern saat ini.

    Zen mengajak mahasiswa untuk aktif dalam menjadi pelaku halal. Karena saat ini halal sudah menjadi gaya hidup (life style). Zen mengatakan, Indonesia perlu banyak banyak belajar dari Malaysia dan Thailand dalam membangun industri halal. Dirinya saat mengikuti pertemuan internasional tentang halal di Putra Jaya dan Kuching, Malaysia minggu lalu menyaksikan betapa Malaysia dan Thailand sudah sangat siap menyambut industri halal di dunia.

    Baca juga :  Presiden Didesak Copot Kapolri

    Studium general kali ini mengambil tema “Halal mendidik pribadi cerdas mewujudkan masyarakat terbaik”. Kegiatan ini menampilkan empat narasumber yaitu Ketua Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar KH Abdul Wahid Sahari, Auditor LPPOM MUI Banten Agus Rohmat, Direktur Pusat Kajian Halal (PKPH) UNMA Banten Hadi Susilo serta Syaikh Assem Ghazi Meshaal, seorang syaikh dari Mesir yang diberi tugas mengajar di UNMA.

    Dalam paparannya Wahid Sahari menyampaikan, tepat sekali UNMA menyelenggarakan studium general bertema halal ini. Menurutnya, jika manusia mengkonsumsi produk halal dan thoyib, maka akan menghasilkan orang yang sehat karena makanan yang dikonsumsinya baik. Jika badannya sehat, maka mudah untuk menjadi cerdas.

    KH Wahid melanjutkan dengan manampilkan berbagai ayat dan hadits yang terkait dengan halal sebagai pedoman bagi umat muslim dalam menentukan produk halal.

    Sedangkan Agus Rohmat yang juga dosen Untirta, memaparkan betapa banyaknya makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang masih belum halal dan thoyib. Agus memaparkan, di Banten saja baru sekitar 25% produk yang tersertifikasi. Sisanya masih belum tersentuh oleh sertifikasi halal.

    Baca juga :  13 Agenda Riset Keagamaan Nasional 2018-2028

    Agus memaparkan banyaknya produk makanan yang proses pembuatannya masih melibatkan bahan tidak halal dan tidak thoyib. Agus mengajak audiens untuk lebih teliti dalam memilih makanan. Agus sebagai auditor halal juga mengungkapkan beratnya tantangan sebagai auditor. Karena di lapangan menemukan berbagai macam bahan untuk produk yang ternyata belum halal.

    Sementara Hadi Susilo, mengatakan PKPH yang sudah didirikan sejak dua tahun lalu web-nya sudah aktif dan dibaca banyak orang dari berbagai negara. PKPH, lanjut Hadi, sudah memiliki MoU dengan LPPOM MUI Provinsi Banten.

    Sejumlah layanan produk halal sudah menyediakan banyak layanan antara lain komunitas Banten Cinta Halal, Sadar Halal serta pendampingan UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal. PKPH sudah bekerjasama dengan PT Sucofindo dan BPPV Banten. Sementara mitra kerja yang sudah terjalin diantaranya BPOM, MUI Pandeglang, UI Halal Center, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banten, Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri, Universitas Bina Bangsa, Galeri UMKM Cilograng serta Kantor berita MINA.

    Baca juga :  Mathla’ul Anwar Gelorakan Islam Rahmatan Lil ’Alamin

    Narasumber terakhir Syaikh Assem mengatakan yang halal dan haram sudah jelas. Sedangkan diantara keduanya adalah syubhat. Yang syubhat ini jarang diketahui. Haram ada dua kategori, haram karena zat atau haram karena cara mendapatkannya. Produk yang haram karena zatnya seperti daging babi. Sementara haram karena penyebabnya contohnya makanan yang didapatkan dengan cara mencuri.

    Memakan makanan haram menyebabkan tertolaknya doa kita. Seperti saat Saad Bin Abi Waqos meminta doa yang diijabah. Nabi mengatakan jauhilah makanan haram, insya allah akan dikabulkan doanya. Syaikh mengakhiri paparannya dengan menceritakan hadits yang artinya “barang siapa yang menolak yang haram dan bersabar dengan itu maka dia akan mendapatkan yang halal” (Zen).

    144 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial