Saturday , 24 August 2019

Halal Mendidik Pribadi Cerdas Untuk Mewujudkan Umat Terbaik

  • 24 October, 2018  16:49:44 

  • Oleh : K.H. Abdul Wahid Sahari, MA*

    Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

    Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

    1.Kenapa Harus Halal ?

    Ada tiga alasan :

    1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
    2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
    3. Akan membentuk pribadi yang cerdas.

    Seseorang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

    Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

    Baca juga :  Dosen FKIP UNMA Banten Raih Doktor Matematika

    2. Kriteria Makanan dan Minuman yang Halal dan Haram

    Setelah memperhatikan ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi serta kaidah fiqhiyah tersebut diatas tadi maka kita bisa menarik kesimpulan tentang kriteria makanan dan minuman yang halal berikut contohnya adalah sebagai berikut :

    1. Kriteria tentang makanan yang halal.

    Perlu diketahui bahwa halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal :

    1. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
    2. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuai dengan hukum syara’ maka menjadi haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
    3. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka dagingnya menjadi haram.
    Baca juga :  Antusias Warga MA Jelang "Kemah Bhakti Nasional Mathla'ul Anwar ke-1" 2018

    Kriteria makanan  yang halal adalah sebagai berikut:

    1. Bergizi dan tidak mengandung racun yang menyebabkan penyakit
    2. Bermanfaat bagi tubuh untuk pertumbuhan
    3. Tidak disatukan dan tidak tercampuri barang haram
    4. Tidak memabukkan
    5. Diperoleh dengan cara yang halal

    Contoh makanan yang halal :Nasi, susu, telor dan daging hewan setelah disembelih secara syari’at islam.

    Kriteria minuman yang halal adalah sebagai berikut:

    1. Tidak kotor dan tidak najis
    2. Tidak membuat mabuk
    3. Tidak merusak tubuh
    4. Mengandung manfaat bagi tubuh
    5. Diperoleh dengan cara yang halal

    Contoh minuman yang halal: Air sumber, air kali, air kelapa dan minuman yang lainnya yang tidak memabukan atau membahayakan.

    Kriteria Makanan  haram:

    1. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 3 dan surat Al-An’am ayat 145 yaitu bangkai, darah, daging babi, semeblihan atas nama selain Allah dan seterusnya.
    2. Semua makanan yang keji yaitu yang kotor dan menjijikan
    3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan madhorot terhadap jiwa raga, akal, moral dan akidah.
    4. Semua makanan yang didapt dengan tidak halal seperti, pencurian ,korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.
    Baca juga :  Semarak Event Tahunan MTs MA Award 2017

    Contoh makanan haram: Darah, bangkai, nanah dan benda-benda lainnya.

    Kriteria Minuman  haram:

    1. Semua minuman yang memabukan atau apabila diminum menimbulkan madhorot.
    2. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.
    3. Minuman yang didapatkan dengan cara-cara tidak halal atau bertentangan dengan ajaran islam

    Contoh minuman haram : Khomr, air yang kena najis, dan air lainnya yang menimbulkan bahaya.

    Demikian dasar-dasar tentang pentingnya makanan minumam halal, Begitu pentingnya makanan dan minuman halal untuk seluruh umat manusia. Dan sesungguhnya yang Halal itu jelas, dan yang haram juga jelas, namun diantara keduanya banyak perkara yang syubhat (samar), yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barang siapa yag menjauhi perkara yang samar (syubhat), ia telah menjaga agama dan kehormatanya..

    * Ketua Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar

     

     

    310 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial