Sunday , 26 May 2019

Menilik Produktivitas Lahan Wakaf Serai Wangi

  • 22 April, 2019  12:40:34 

  • Petani Serai Wangi di Aceh Jaya

    ACEH JAYA – Tepat setahun, lahan wakaf seluas 110 hektare di Desa Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya dikelola menjadi area budi daya serai wangi. Saat ini, budi daya serai wangi di lahan wakaf tersebut tengah dikembangkan secara bertahap.

    Husaini selaku Kepala Cabang Global Wakaf Aceh menyampaikan, pengembangan lahan wakaf itu berupa perluasan area penanaman serai wangi. Saat ini, lahan wakaf yang ditanami serai wangi diperluas menjadi 40 hektare, dari yang tadinya seluas 10 hektare.

    “Sekitar 7,5 hektare lahan siap panen. Lalu ada lahan seluas 2,8 hektare yang sudah tanam dan saat ini berusia 2 minggu, serta 2,5 hektare lainnya sudah bersih dan siap untuk ditanami. Totalnya 12,8 hektare lahan yang sudah tergarap dari target 40 hektare. Sementara, 27,2 hektare lahan sisanya yang digarap pada tahap pertama ini, sedang dalam proses tebang,” jelas Husaini, Sabtu (19/4).

    Selain pengembangan dari sisi perluasan area penanaman serai wangi, Global Wakaf juga berencana memproduktifkan aset wakaf itu dengan membangun pabrik ketel (penyulingan) modern di lahan tersebut. Rencana pembangunan pabrik penyulingan modern ini bagian dari penambahan tiga pabrik ketel yang sudah ada, baik yang berukuran besar maupun kecil.

    Baca juga :  Lima Bulan Untuk Persiapan Pengawas tingkat Kabupaten Kota

    “Maret lalu kami mengajak arsitek ke lahan wakaf yang kami kelola untuk mengukur lokasi yang akan dibangun pabrik ketel. Semoga ke depannya ikhtiar ini berjalan lancar,” imbuh Husaini.

    Pengembangan lahan seluas 110 hektare yang diwakafkan oleh almarhum H. Mustafa ini, tidak terlepas dari produktifnya lahan tersebut. Menurut Husaini, semenjak ditanam delapan bulan lalu, yakni sekitar Juli 2018, serai wangi itu sudah dapat mulai dipanen setiap tiga bulan sekali.

    Produk Minyak Serai

    “Saat ini frekuensi penyulingan minyak atsiri dari serai wangi yang dipanen, berlangsung setiap hari dengan frekuensi penyulingan sebanyak tiga hari sekali. Per 4 April 2019, kami sudah memiliki 175 kilogram stok minyak atsiri yang akan kita jual nantinya,” jelas Husaini.

    Penjualan minyak saat ini diarahkan kepada sebuah perusahaan eksportir yang ada di Medan. Saat ini pun, kandungan minyak dari serai wangi juga tengah dites di laboratorium di Hongkong untuk menguji kadar kandungan serai wangi.

    Proses Penyulingan minyak serai

    “Karena targetnya kita akan ekspor langsung baik Hongkong, Singapura, dan negara lainnya di Eropa. Jadi kenapa kita tes ke Hongkong, agar dapat pengakuan secara internasional sehingga mudah (ekspornya),” ujar Husaini.

    Baca juga :  Tebusan Amnesti Pajak Di Banten Capai Rp 2,8 Triliun

    Kandungan minyak serai wangi di lahan wakaf di Aceh Jaya ini memiliki kandungan super, yakni berkisar 45-52%, dari standar untuk ekspor yaitu sebesar 35%. Targetnya, lahan serai wangi yang dikelola Global Wakaf dapat mengekspor minyaknya sendiri tanpa bantuan eksportir.

    Merambah ke Lumbung Ternak Wakaf (LTW)

    Pengembangan lahan wakaf dan pabrik penyulingan serai wangi di Aceh Jaya juga dipadukan dengan Lumbung Ternak Wakaf (LTW). Dengan kata lain, menurut Husaini, area wakaf tersebut akan menjadi suatu kawasan wakaf terpadu. Mulai beroperasi sejak pertengahan Maret lalu, saat ini LTW di Aceh Jaya mengembangbiakkan 12 ekor sapi.

    Pengembangbiakan sapi di Aceh Jaya

    LTW sendiri berada di dekat lokasi lahan wakaf seluas 110 hektare. Lahan LTW memiliki luas 5 hektare dan kini sudah dipagari. Pemagaran lahan ini dibuat agar sapi yang dikembangbiakkan tidak ke luar area LTW.

    “Nantinya kan ternak ini bisa dipadukan dengan lahan dari serai wangi. Ini karena selain sapi kami diberi makan rumput, bisa juga diberikan makanan dari ampas penyulingan serai wangi,” terang Husaini.

    Baca juga :  Menyapa Mbah Sumarni di Bantaran Rel Kereta

    Dalam waktu dekat, Global Wakaf menargetkan untuk mengembangbiakkan 100 ekor sapi di LTW Aceh Jaya. Sementara untuk jangka panjang, ditargetkan ada 1.000 ekor sapi yang dikembangbiakkan.

    Meluaskan manfaat

    Selama setahun belakangan ini, pengelolaan lahan wakaf di Aceh Jaya telah memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Para mauquf alaih (penerima manfaat) di antaranya pesantren dan warga sekitar yang ada di Aceh Jaya serta masyarakat yang terpapar krisis kemanusiaan.

    Pungki M. Kusuma selaku Operation Manager Global Wakaf mengungkapkan bahwa saat ini penerima manfaat dari pengelolaan lahan wakaf di Aceh Jaya terus bertambah. “Wakaf produktif di Aceh ini menjadi salah satu wujud dari kebangkitan perekonomian masyarakat. Harapannya, semakin banyak pula orang

    yang terketuk hatinya untuk berwakaf. Selain itu, wakaf adalah salah satu sarana orang beriman untuk menuju surga. Hal ini karena manfaat yang dirasakan untuk masyarakat sangat besar. Jadi, jangan ragu dan jangan ditunda karena Allah pasti ganti yang terbaik di dunia dan di akhirat kelak,” tutup Pungki. []Penulis Reza Mardhani

    82 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial