Sunday , 26 May 2019

30 Tahun Absen, Aktivis Mathla’ul Anwar Ini Kembali Aktif Melukis

  • 28 April, 2019  21:05:11 

  • Nur Mutakin di depan karyanya

    Bagi penggemar drama Saur Sepuh nama Nur Mutakin bukan sosok yang asing. Iya, ia aktif dalam penulisan naskah drama legendaris tersebut di akhir tahun 80-an. Lahir sebagai anak tertua dari 6 bersaudara, dari pasangan  Bapak Supono dan Ibu Wasilah di Mertolulutan, Patuk, Ngampilan Yogyakarta setengah abad silam. Ia menikah  dengan  Neneng Solihah, gadis dari Menes Pandeglang Banten saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Muslimat Mathla’ul Anwar dan telah dikarunia 5 orang anak serta 2 orang cucu.

    Nur Mutakin  kenal dengan dunia seni, tidak lepas dari sekolah formal di Sekolah Seni Rupa Indonesia/Sekolah Menengah Seni Rupa SSRI/SMSR Jogjakarta angkatan 1983-1987.

    Selama belajar di SMSR mendapatkan beasiswa Supersemar era presiden Soeharto. Saat tingkat 4, karya cat airnya berjudul “Tamansari” pernah dipamerkan di Kyoto Jepang.

    Ketika lulus SMSR ia berkesempatan kuliah di Institut Seni Rupa Indonesia (ISI) melalui jalur PMDK  mengambil jurusan ukir logam. Tidak dipuas dengan itu, Nur Mutakin melanjutkan kuliah di jurusan Teater dan Film pada institusi yang sama.

    Baca juga :  PWMA Jateng berlari, Targetkan bentuk 35 PDMA Kabupaten dan Kota
    Beberapa lukisan karya Nur Mutakin

    Masa-masa remaja ia habiskan di Yogya, selain aktif melukis, ia juga aktif di dunia teater. Pernah bergabung di teater Muslim Pedro Sujono, di teater Klithik dan YAMSO. Membuat komik strip dan menulis di harian Bernas dan majalah anak-anak Putera Kita.

    Tahun 1988 Nur Mutakin hijrah ke Jakarta. Untuk membekali diri di belantara Ibukota, Nur Mutakin belajar desain grafis, digital imaging dan jurnalistik. Di awal-awal pergelutannya di Jakarta sempat bergabung dengan Niki Kosasih, sebagai tim penulis drama radio “Saur Sepuh”.

    Di Jakarta ia melanjutkan kegiatan menulis dan menggambar kartun di beberapa media massa Ibukota. Tahun 1990 mendirikan sanggar Satu Lima, sebagai wahana menggali potensi dan kreativitas anak dan remaja di Jakarta Timur.

    Tahun 1991 kegiatan berkeseniannya terhenti karena harus bekerja sebagai Design Graphic di PT Datascrip (Canon Indonesia) dan Assistant Creative Manager di PT Modern Photo (Fuji Film Indonesia), hingga tahun 2008.

    Baca juga :  Fatwa MUI Tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial

    Bersamaan dengan itu, tahun 2002 mendirikan Yayasan Pendidikan Al-Ikhlas Mathla’ul Anwar di Cakung Jakarta Timur. Karena istrinya seorang praktisi dan guru PAUD, maka Nur Mutakin tergerak untuk ikut berkiprah di Pendidikan Anak Usia Dini. Untuk melengkapi wawasannya, kuliah lagi mengambil jurusan PAUD.

    Sejak resign dari perusahaan, Nur Mutakin hingga kini aktif sebagai praktisi anak usia dini dan mengajar. Sebagai dosen seni budaya dan ketrampilan di UIN Jakarta, UMJ, UT, STAI Mutholib dan sebagai guru di beberapa sekolah.Selain ikut kegiatan lainnya adalah sebagi trainer/ narasumber workshop/ pelatihan guru-guru PAUD.

    Beberapa aktivitas Nur Mutakin

    Materi pelatihan beragam, tapi lebih khusus dengan topic “Menggambar Sambil Bernyanyi”. Daerah yang pernah kerjasama antara lain Makasar Sulawesi, Kaimana Papua, Banjarmasin, Banjarbaru,Amungtai, Martapura, Barito Kuala Kalimantan, Cianjur, Banten, Bekasi, Bogor, dan Jakarta.Selain sebagai trainer, juga aktif sebagai juri tiingkat nasional. Pernah sebagai juri kreativitas tingkat nasional BPTKI, juri paduan suara IGRA Jawa Barat, Jakarta, Banten.Juri poster FSL2N 2018 Bekasi.

    Baca juga :  Pengurus PB. Mathlaul Anwar Beri Motivasi Siswa MTs - MA Leuwisadeng Bogor

    Karya-karya yang sudah di publikasikan antara lain 2 album CD lagu anak-anak, 5 buku seri cara mudah menggambar, buku menggambar itu gampang, lagu VCD Senam Anak Soleh dan desain-desain batik seragam beberapa organisasi. Aktivitas lain saat ini adalah sebagai pengurus bidang organisasi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar.

    Naluri melukisnya mulai muncul dan bergairah lagi tahun 2018. Mengikuti pameran IKASSRI di Pendhapa Art Space Jogyakarta. Dilanjutkan pada tahun 2019, berkenalan dengan mas Sukoco dan mas Slamet dari Sedulur Nyeni hingga bisa ikut pameran Nusantara di Jogja Galery. Pada tahun ini juga berpameran bersama pelukis Bekasi di Revo Town dan pameran bersama Forum Seniman Bekasi di Balai Budaya Menteng Jakarta. Sekarang sedang proses berkarya untuk persiapan pameran 60 th Sanggar Bambu di Surakarta akhirJuni dan pameran PSR02 di Jogja bulan Oktober 2019.Skc/red

    142 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial