Sunday , 25 August 2019

Pascabanjir Bengkulu, Aktivitas Warga Masih Lumpuh

  • 03 May, 2019  14:53:59 

  • seorang siswi tengah menjemur buku pelajaran yang masih bisa diselamatkan dari banjir Bengkulu (doc /ACT)

    BENGKULU – Kota Bengkulu belum sepenuhnya pulih dari banjir. Pada Selasa (30/4) siang, air masih menggenangi rumah warga, di sisi Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Genangan air yang tinggi membuat beberapa warga yang tinggal agak ke dalam permukiman harus menggunakan rakit untuk menjangkau rumahnya.

    Sejumlah warga juga tampak membersihkan rumah mereka. Salah satunya Ramli (80), ia yang tinggal berdua dengan Mariana, istrinya, mulai membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir sejak Senin (29/4) kemarin. Pada Selasa siang, mereka belum bisa membersihkan rumah sepenuhnya karena air masih menggenang di batas teras rumah hingga batas jalan raya. Beberapa barang yang terendam banjir milik Ramli dan Mariana pun dievakuasi ke sisi Jalan Irian. “Baju terendam, kasur juga, ya banyak barang-barang lainnya,” kata Ramli.

    Air yang masih menggenang juga membuat Ramli dan warga terdampak banjir di Kelurahan Tanjung Jaya belum dapat mengakses listrik. Sedangkan untuk air bersih, Ramli mengaku masih bisa mendapatkan air bersih dari saluran air (leding) di rumahnya.

    Baca juga :  Kisah Para Penyelamat Nyawa Jamaah

    Debi Saputra selaku Koordinator Bidang Kebencanaan Masyarakat Relawan Indonesia – Aksi Cepat Tanggap (MRI – ACT) Bengkulu mengatakan, air yang menggenangi permukiman warga di sisi Jalan Irian disebabkan minimnya resapan air di daerah tersebut. Permukaan jalan yang lebih tinggi dibanding permukiman warga pun memperparah keadaan.

    Debi juga menjelaskan, banjir yang menerjang Tanjung Jaya kali ini menjadi salah satu banjir terparah sejak beberapa waktu silam. “Daerah Tanjung Jaya beberapa kali langganan banjir. Namun banjir kali ini cukup parah. Air mula-mula menggenang sejak Jumat, lama-lama meninggi hingga Sabtu dinihari,” jelas Debi.

    Selain permukiman warga, dampak banjir juga masih terlihat di SD Negeri 65 Kota Bengkulu. Sekolah yang juga berada di Kelurahan Tanjung Jaya itu masih dipenuhi lumpur pada Selasa siang. Guru dan para siswa pun bergotong royong membersihkan kelas serta menyelamatkan buku ajar dan sejumlah arsip.

    Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar pun dihentikan sementara. Kepala Sekolah SD Negeri 65 Hamsani mengatakan, menurutnya, SD Negeri 65 adalah salah satu sekolah terdampak banjir terparah. Belum lagi, menurut keterangan Hamsani, SD Negeri 65 juga dijadikan tempat mengungsi warga. “Kami juga harus membereskan sekolah. Beberapa waktu lalu, ruang-ruang kelas kami digunakan untuk tempat warga mengungsikan barang-barang,” katanya, Selasa (30/4). Banjir merendam belasan ruang di SD negeri 65, termasuk 13 ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan UKS.

    Baca juga :  PBMA Nyatakan Sikap atas Yahya Cholil Tsaquf

    Belum bisa jalankan aktivitas

    Sebagian warga yang terdampak banjir pun belum mulai beraktivitas. Mereka masih memilih membersihkan rumah. Ramli misalnya, ia yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pembuat atap dari rumbia, masih harus mengurus rumahnya. Ia pun belum dapat kembali melakukan aktivitas membuat rumbia karena sejumlah perlengkapan hanyut terbawa air.

    “Saya mengerjakan pesanan atap rumbia sebelum banjir, lalu saya dan keluarga pergi ke Palembang. Sepulang dari Palembang rumah sudah terendam, dagangan pun hanyut,” cerita Ramli. Saat ini, ia pun mengaku mendapat dukungan untuk hidup sehari-hari dari anak-anaknya.

    Aktivitas belajar mengajar juga belum bisa dilakukan di SD Negeri 65 Kota Bengkulu. Kelas yang dipenuhi lumpur terpaksa menghentikan proses kegiatan belajar mengajar di sana. “Kami sudah hubungi dinas pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan sekolah. Kami tidak memiliki air bersih yang cukup,” jelas kepala sekolah, Hamsani.

    Baca juga :  Hukum di Indonesia

    Selain kelas yang tidak bisa digunakan, kegiatan belajar mengajar juga terhenti karena banjir juga merusak buku-buku siswa. Salah seorang guru, Yuliyustuti berharap, sekolah sudah kembali bersih sebelum Ramadan dan ujian akhir semester memasuki bulan Mei nanti.

    “Kami berharap ruang-ruang kelas sudah bisa digunakan kembali sebelum siswa melaksanakan ujian semester pada minggu kedua bulan Mei. Kami bersyukur, siswa kelas enam juga sudah menyelesaikan ujian akhir sebelum banjir menerjang. Pihak sekolah pun sudah dihubungi Dinas Pendidikan Kota Bengkulu terkait kondisi sekolah,” jelas Hamsani. []Penulis: Gina Mardani Cahyaningtyas

    74 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial