Saturday , 25 May 2019

Sikap ACT: Masifkan Bantuan untuk Duka Palestina di Bulan Ramadhana

  • 07 May, 2019  20:03:55 


  • JAKARTA (7/5)- Dua malam menjelang Ramadhan, bangsa Palestina tengah berduka. Hal ini karena serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut tujuh warga sipil Palestina dikabarkan meninggal dunia, dan 47 lainnya mengalami luka serius. Serangan udara meledak sedikitnya di 60 wilayah yang menjadi target sasaran, Sabtu (4/5) malam. Selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluhlantakkan sekitar 200 bangunan di sepanjang Jalur Gaza. Merespon aksi keji tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengambil sikap untuk memasifkan jumlah bantuan kepada bangsa Palestina dalam konferensi pers yang diadakan di gedung Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Ibnu Khajar, Vice President ACT menyampaikan sikap ACT terhadap kondisi duka yang tengah dihadapi bangsa Palestina, “ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina terlebih di bulan Ramadhan nan suci ini. Dengan kondisi yang menyayat hati, kami akan terus membersamai Palestina dengan batuan maksimal. Insya Allah ini bukti sikap kemanusiaan kami, tidak hanya untuk warga Indonesia namun juga dunia. Bantuan-bantuan masyarakat Indonesia melalui ACT ini diharapkan menjadi bahan bakar perjuangan rakyat Palestina melawan penindasan,” ungkap Ibnu.

    Sejalan dengan itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT Bambang Triyono menyatakan “Selain program-program rutin yang telah berjalan di Palestina, di bulan Ramadhan ini ACT akan mengirimkan Paket Pangan IHC untuk lebih dari 5000 keluarga selama Bulan Ramadhan, 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan Ifthar setiap harinya selama bulan Ramadan, dan 1,6 juta liter air bersih akan didistribusikan di seluruh Jalur Gaza. Program-program ini kami berikan untuk menghadapi krisis pangan dan tentunya menjadi sebuah respon cepat kami terhadap duka bangsa Palestina di tengah perayaan bulan suci umat muslim,”tambahnya.

    Baca juga :  Muslimat MA Tangsel Launching PAUD Azahra Islamic Pre School Mathla'ul Anwar

    Laporan dari media pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan pesawat tempur Israel melakukan sekitar 150 serangan. Selain itu, Israel juga menargetkan 200 landmark sipil di Jalur Gaza, termasuk bangunan tempat tinggal, masjid, toko dan lembaga media. Selama lebih dari setahun terakhir, bangsa Palestina telah menggelar aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza. Masyarakat dunia mengenalnya dengan sebutan Great March of return, di mana bangsa Palestina menyerukan kemerdekaan dengan menghentikan blokade dan menuntut hak agar dikembalikannya tanah air mereka yang telah direbut Israel puluhan tahun silam.

    “Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk turut andil dalam usaha perjuangan ini. Terus doakan agar Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi mereka. Raga mungkin belum bisa mendekap untuk menyelamatkan mereka. Namun Insya Allah, dengan doa tulus yang kita panjatkan kepada-Nya, perlindungan dan keselamatan itu datang. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir,” tutup Ibnu dalam konferensi persnya. [] Penulis: Tim Redaksi ACT.id

    70 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial