Sunday , 14 July 2019

Mengobati Sisa Trauma Rahuda

  • 10 May, 2019  12:43:42 

  • BENGKULU TENGAH – Empat hari lamanya, Rahuda (55) dan Yosi (17), warga dusun satu Desa Rajek Besi, Merigi Sakti, Bengkulu Tengah menjadi salah satu korban terjebak longsor. Ia dan putri bungsunya yang tinggal di pondokan kebun kopi itu terjebak longsor sejak Jumat (26/4) malam.

    Gunung Bungkuk berada tidak jauh dari permukiman warga Desa Rajek Besi. Di kaki gunung itulah terdapat kebun-kebun kopi milik warga. Sehari-hari, ibu tiga anak itu bermatapencaharian sebagai petani kopi. Nahas, pada Jumat malam itu, tanah di sekeliling pondokan longsor, membuat Rahuda dan Yosi terjebak hingga tiga hari lamanya.

    “Bu Rahuda dievakuasi Basarnas pada Rabu (1/5) lalu, kemudian dalam perjalanan bertemu dengan tim rescue ACT, tim pun mengantarkan korban kembali ke rumahnya di desa,” terang Koordinator Rescue Banjir Bengkulu Aksi Cepat Tanggap Wury Antoro.

    Baca juga :  Lewati Puncak Haji, Jamaah Diminta Tetap Jaga Kesehatan

    Saat ditemui di rumahnya Jumat (3/5) lalu, Rahuda masih tampak trauma. Sekretaris Desa Rajek Besi Lukman Jaya (32) mengatakan, kondisi Rahuda kini mulai membaik. Namun, menurut Lukman, Rahuda tidak dapat kembali melanjutkan mata pencahariannya sebagai petani kopi karena kebunnya tertimbun longsor. “Untuk sementara, Bu Rahuda juga warga Desa Rajek Besi masih mengandalkan bantuan yang datang,” kata Lukman.

    Hari itu, tim medis Aksi Cepat Tanggap juga hadir untuk memeriksa kondisi Rahuda dan Yosi. Relawan medis ACT, dr. Aisyah Tanjung mengatakan, kondisi Rahuda cukup baik. Namun, kesehatan Yosi perlu diperhatikan. “Pasien ini pasien katarak kongenital. Kakinya memar dan bengkak, namun tidak ada fraktur dan dislokasi,” terang dr. Aisyah. Cedera di kaki Yosi terjadi karena ia sempat jatuh saat berusaha menuruni bukit bersama ibunya saat terjebak longsor, Yosi pun telah mendapatkan pertolongan medis. Kaki Yosi pun telah dibalut dengan perban elastis.

    Baca juga :  30 Tahun Absen, Aktivis Mathla'ul Anwar Ini Kembali Aktif Melukis

    Ramadan, uji kesabaran
    Sekdes Desa Rajek Besi Lukman Jaya mengatakan, musibah longsor yang melanda desa memunculkan keprihatinan warga desa dalam menyambut bulan Ramadan. Menurutnya, kebergantungan warga pada bantuan belum bisa dipastikan karena kebun yang tertutup longsor melumpuhkan sumber ekonomi warga. “Ramadan ini warga kemungkinan besar masih membersihkan rumah dan keadaan,” katanya.

    Curah hujan yang tinggi sejak Jumat lalu memang menyebabkan sejumlah longsor terjadi di beberapa titik di Desa Rajek Besi. Tanah longsor membuat jalan dan jembatan terputus. Bahkan, hingga Selasa (7/5) lalu, seorang warga Rajek Besi yang hilang belum ditemukan.[] Penulis: Gina Mardani Cahyaningtyas

    106 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial