Monday , 27 May 2019

Santapan Penuh Gizi, Menu Sahur Warga Gaza

  • 10 May, 2019  12:47:57 


  • GAZA – Sejak blokade Israel membelenggu Gaza, tingkat kemiskinan di Gaza semakin meningkat. Tercatat lebih dari setengah penduduk Gaza tak memiliki pekerjaan alias menganggur. Aliran listrik tak setiap saat ada, juga air yang tercemar dan tak layak untuk dikonsumsi makhluk hidup.

    Bergelut dengan keterbatasan, warga Gaza tetap bertahan, termasuk saat Ramadan yang telah tiba seperti sekarang. Tak ada kemewahan untuk menu santap sahur. Namun, sejak awal Ramadan ini, warga Gaza bisa menikmati santap sahur yang berbeda dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

    Bertempat di Gaza, santapan penuh gizi diberikan pada dini hari menjelang sahur. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response – ACT mengatakan, paket santap sahur ini didistribusikan kepada warga prasejahtera di wilayah Ebad Rahman, Gaza. “Selain menyasar penduduk yang sangat membutuhkan, kami juga memberikan sajian sahur ini untul para lansia di sebuah rumah jompo di Gaza,” jelasnya, Kamis (9/5).

    Baca juga :  Apa Akar Penjajahan israel di Palestina?

    Paket santap sahur yang didistribusikan berupa roti yang merupakan makanan pokok di Palestina. Faradiba menambahkan, untuk pemenuhan gizi, makanan pendamping seperti keju, daging, buah, susu, sayuran, dan air mineral diberikan.

    Sebanyak 500 warga menerima paket sahur yang sebelumnya dimasak di Dapur Umum Indonesia (DUI) ACT di Gaza Selama Ramadan, DUI akan terus memroduksi hidangan sahur dan iftar yang sarat akan gizi untuk masyarakat Palestina.

    Ramadan yang berat
    Gaza tak terlepas dari hiruk-pikuk warganya yang sibuk menyiapkan kebutuhan Ramadan. Hal ini terlihat saat dua hari menjelang Ramadan. Namun hiruk-pikuk pun berubah menjadi gema duka warga Gaza, seiring diluncurkannya serangan dari Israel yang menewaskan lebih dari 20 orang, Sabtu (4/5).

    Baca juga :  Ketua Yayasan ICH: Insya Allah ICMA diminati Masyarakat

    Di beberapa titik di Gaza, awal Ramadan ini berbalut duka. Banyak bangunan hancur dan warga yang selalu was-was atas serangan susulan.

    Senin (6/5), Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengunjungi keluarga korban serangan udara Israel di Gaza. Kala itu, sejumlah paket pangan yang dibawa langsungIndonesia Humanitarian Center (IHC) juga diberikan untuk keluarga korban serangan udara Israel.

    “Keluarga korban tidak hanya kehilangan orang yang mereka sayangi, tapi juga rumah mereka. Ramadan ini mereka nyaris kehilangan semuanya. Oleh karena itu, kami terus berupaya meringankan beban keluarga korban, salah satunya dengan penyediaan pangan ini jelas Faradiba.

    Terlepas dari serangan Israel menjelang Ramadan itu, kondisi Gaza memang tengah kritis. Blokade yang telah berlangsung bertahun-tahun, kini semakin ketat. Sebelumnya, di awal April, kesepakatan perluasan zona penangkapan ikan datang. Seakan membawa angin segar bagi 4 ribu nelayan yang menggantungkan rezeki dari laut.

    Baca juga :  Ketua KPAI Minta Permendikbud 23 Tahun 2017 Dicabut

    Akan tetapi, perluasan zona kembali dipersempit pascaserangan akhir pekan lalu. Kapal perang juga semakin mendesak ke wilayah perairan Gaza. Blokade darat pun semakin diperketat, membuat berbagai barang kebutuhan, khususnya untuk Ramadan semakin sulit didapat.

    Blokade yang dilakukan Israel juga membuat semakin tingginya tingkat pengangguran di Gaza. Lebih dari setengah penduduk Gaza tak memiliki pekerjaan. Selain itu, dampak dari blokade ini ialah tak tersedianya listrik selama 24 jam. Tak jarang, warga Gaza harus menikmati santap sahur berbalut gelap gulita.[] Penulis: Eko Ramdani

    76 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial