Wednesday , 19 June 2019

Tim Medis ACT Siaga Redam Risiko Krisis 22 Mei

  • 23 May, 2019  05:26:30 

  • Meredam risiko konflik yang terjadi di depan kantor Bawaslu, ACT siap siagakan ambulans pre-hospital dan tim medis

    JAKARTA – Usai penetapan hasil pilpres pada Selasa (21/5) dini hari, sejumlah masyarakat mulai berkumpul untuk menyampaikan aspirasi di depan kantor Bawaslu. Potensi krisis dapat muncul sewaktu-waktu, seperti timbulnya masalah kesehatan warga di tengah kerumunan massa.

    Sebagai lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) siaga meredam risiko krisis tersebut, salah satunya dengan menyiapkan dua unit Ambulans Pre-Hospital dan belasan relawan medis. Selasa (21/5), Tim Medis ACT menyebar di dua titik krusial, yakni di jalan M H Thamrin dan Taman Suropati, Jakarta Pusat.

    Koordinator Tim Medis ACT dr. Rizal Alimin mengatakan, tim disiapkan dalam tiga shift. “Tim dibagi ke dalam shift juga untuk menjaga kesehatan relawan medis. Dalam penugasan ini, kami akan memantau kondisi di lapangan, kondisi masyarakat juga,” kata dr. Rizal. Tim telah disiagakan sejak pukul delapan dan akan berlanjut hingga Rabu (22/5).

    Baca juga :  Israel Serang Kantor Berita Palestina

    Dr. Rizal menerangkan, pada aksi kali ini, tim medis menambah perbekalan obat-obatan untuk mengantisipasi gejala-gejala masalah kesehatan yang muncul di masyarakat. “Pada aksi ini, obat-obatan ditambah, oksigen juga disiapkan, mengingat gejala yang muncul biasanya pingsan dan kelelahan,” jelasnya.

    Pada Selasa sore, salah seorang warga yang terjebak di tengah kerumunan dan jatuh pingsan. Bambang (57), kehilangan kesadaran dan mengalami sesak napas. Ia segera digotong ke dalam ambulans pre-hospital dan segera mendapatkan tindakan medis berupa pemberian oksigen. Sebelumnya, tim medis juga menangani sejumlah warga yang mengeluhkan sakit kepala. Tim lantas memeriksa tekanan darah pasien.

    “Istirahat dulu Pak, tadi sahurnya cukup?” tanya Desti Herawati, salah seorang relawan medis. Menurut Desti, kekurangan asupan gula dan dehidrasi paling banyak dialami pasien.

    Baca juga :  Bulan Shafar 1439 H, jatuh pada Sabtu 21 Oktober 2017

    “Kurang jam istirahat dengan aktivitas yang tidak sesuai dengan asupan ketika sahur menjadi salah satu sebabnya,” kata Desti.

    Hingga Rabu (22/5) pukul satu dini hari, tim medis ACT masih bersiaga di sejumlah tempat yang berpotensi jatuhnya korban jiwa. Pascabentrok terjadi, sejumlah warga mengalami cidera akibat semprotan gas air mata.

    “Tim pun segera memberi penanganan cepat, membasuh terlebih dahulu dengan air dan cairan infus (NaCl). Karena efek gas air mata kan perih. Kami juga meminta pasien untuk tidak panik,” terang Desti.

    Tugas relawan medis pun tidak berhenti sampai di situ, sejak Rabu pagi tim telah bersiap siaga menghadapi risiko jatuhnya korban.

    Baca juga :  Unggul Hitung Cepat, Anies Pidato di Depan Pendukungya

    Selain menurunkan relawan medis dan menyiapnyiagakan ambulans pre-hospital, ACT juga menyediakan armada kemanusiaan seperti Humanity Food Truk, sejumlah Dapur Umum, dan Mobile Water Tank. Seluruh armada tersebut melayani berbagai elemen masyarakat, mulai dari sipil hingga aparat keamanan yang bertugas. []

    14 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial