Sunday , 22 September 2019

Ahyudin: Zakat Fitrah Lebih dari Sekadar Seremoni

  • 31 May, 2019  22:24:38 

  • Zakat fitrah bukanlah menunaikan kewajiban semata. Esensi zakat fitrah sebenarnya lebih besar dari itu.

    JAKARTA – Menjelang Idulfitri, ada satu amalan yang wajib dilakukan umat muslim sedunia. Ialah zakat fitrah, zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Dikerjakan setiap tahunnya, zakat fitrah seolah menjadi bagian dari seremoni menyambut Idulfitri. Namun hakikatnya, zakat fitrah lebih dari sekadar seremoni. Demikian disampaikan oleh Presiden ACT Ahyudin.

    “Bagi kami, yang menggeluti urusan-urusan keumatan, seolah-olah (zakat fitrah) menjadi sebuah hentakan. Kami serius mengelaborasi zakat fitrah ini, bahwa zakat fitrah bukanlah sekadar seremonial. Bukan pula sekadar urusan mikro tanpa makna. Di balik syariah zakat fitrah ini, insyaallah, sesungguhnya Allah menghadirkan sebuah solusi keumatan yang dahsyat luar biasa,” ujar Presiden ACT Ahyudin, Kamis (30/5).

    Ahyudin menggambarkan, jikalau dua miliar penganut agama Islam di seluruh dunia memberikan zakat fitrah berupa tiga setengah liter beras setiap orangnya, atau setara dengan harga Rp 40.000 rupiah, maka akan terkumpul dana sebesar Rp 8.000 triliun. Dengan jumlah sebesar itu, menurut Ahyudin, sudah bisa membantu menyelesaikan persoalan kemanusiaan di berbagai tempat.

    Baca juga :  Syaikh Mesir turut Memberikan Tausiyah dalam KBN MA

    “Zakat fitrah tidak hanya bisa menjadi solusi saat umat Islam mereka merayakan Idul Fitri saja. Zakat fitrah yang akumulatif jumlahnya sebesar itu, bahkan bisa membekali kehidupan saudara kita dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

    Begitu gambaran besarnya kekuatan dari zakat fitrah untuk seluruh orang di dunia. Berkenaan dengan hal tersebut, di Indonesia sendiri, Ahyudin menargetkan sebanyak 10 juta umat muslim Indonesia untuk mengamanahkan zakat fitrahnya pada ACT dan dengan hitung-hitungan yang sama seperti sebelumnya, Ahyudin memperkirakan akan terhimpun dana Rp 400 miliar dari 10 juta jiwa.

    “Dana sebesar itu, insyaallah sangat berarti untuk menjamin kehidupan saudara kita, yang papa di penjuru tanah air kita. Bahkan dengan zakat fitrah sebesar itu, Global Zakat-ACT bisa meneruskan perjuangan membantu saudara kita yang hidup terzalimi di Palestina, di Suriah, di Yaman, di Rohingya, dan di berbagai tempat lainnya,” terang Ahyudin. Oleh karenanya, ia berharap melalui zakat, niat untuk membantu warga prasejahtera, korban bencana, maupun korban konflik kemanusiaan, dapat terlaksana.

    Baca juga :  Pandu Cahaya Islam Lakukan Evakuasi Korban Tsunami

    Sementara itu, Global Zakat-ACT, sebagai lembaga pengelola amil zakat terpercaya di Indonesia, pun memiliki tujuan untuk mengentaskan problematika umat di dalam negeri bahkan hingga cakupan global. Hal ini disampaikan oleh Presiden Global Zakat-ACT Awal Purnama.

    “Program-program Global Zakat diselenggarakan secara kreatif, inovatif, produktif, dan transparan. Secara sosial, zakat fitrah berfungsi untuk memberi kebahagiaan Hari Raya Idulfitri kepada para mustahik, yakni dengan melengkapi kebutuhan paling dasar sebagai manusia,” terang Awal.

    Nantinya, penyaluran distribusi hasil zakat fitrah tidak hanya dibagikan ke sesama masyarakat Indonesia yang masuk ke dalam delapan golongan Asnaf, tetapi juga di negara-negara berpenduduk muslim yang sedang dirundung krisis kemanusiaan.

    Distribusi zakat fitrah melalui Global Zakat akan menyasar masyarakat terdampak krisis kemanusiaan, seperti di Palestina, Suriah, juga Yaman. “Insyaallah, sempurnalah ibadah seorang muslim apabila Ramadan diakhiri dengan menunaikan zakat fitrahnya, sebab menggabungkan dua ibadah sekaligus yakni hablun minallah dan hablun minannas,” imbuh Awal.

    Baca juga :  Ini Saran Ketua PW MA Banten Babay Sujawandi agar Kecelakaan Bus Murni Tidak Terulang

    Ahyudin menambahkan, karena manfaat zakat fitrah yang sedemikian besar itu, kemudian akadnya tidak kaku dan mesti terkungkung oleh tradisi, pemahaman, dan persepsi bahwa zakat fitrah mesti melalui akad secara fisik.

    “Gambaran yang bisa dikemukakan, andaikan ada seorang dermawan, ada seorang aghnia (orang kaya), ada seorang berpunya, ‘Bismillah Ya Allah, saya tunaikan, saya bayarkan zakat fitrah untuk satu juta saudara seiman saya di Palestina, lillahitaala,’ maka akan terjalin (akad) kepada Allah SWT,” tutur Ahyudin.

    Ahyudin berharap, dengan adanya zakat fitrah yang didasari rasa ukhuwah sesama umat muslim pada Ramadan kali, bisa menjadi jalan keluar bagi permasalahan kehidupan umat yang sungguh-sungguh memerlukan bantuan tersebut. [] Penulis: Reza Mardhani

    82 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial