Sunday , 22 September 2019

Sejumlah Sekolah Palestina di Yerusalem Terancam Ditutup Israel

  • 26 June, 2019  18:55:36 

  • Otoritas Israel telah lama mewacanakan penutupan sejumlah sekolah di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Mereka ingin mengganti kurikulum pendidikan Palestina menjadi kurikulum Israel.YERUSALEM – “Mengapa mereka (otoritas Israel) tidak menunggu kami lulus baru menutup sekolah ini?” ungkap Zuhoor al-Tawil (14) kepada Middle East Eye ketika diwawancarai Januari lalu. Zuhoor adalah siswa di sekolah putri Shuafat yang dioperasikan oleh Badan PBB Khusus Pengungsi Palestina (UNRWA). Otoritas Israel telah lama mewacanakan penutupan sejumlah sekolah di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Mereka ingin mengganti kurikulum pendidikan Palestina menjadi kurikulum Israel.

    Sebagaimana diberitakan Middle East Eye, Kementerian Keamanan Israel akan mencabut izin sekolah yang dioperasikan UNRWA mulai tahun ajaran berikutnya. Sekolah-sekolah yang diurus PBB dikabarkan akan digantikan dengan otoritas kotamadya Israel di Yerusalem, menggunakan kurikulum Kementerian Pendidikan Israel.

    Baca juga :  UNMA Banten - USIM Malaysia selenggarakan seminar pendidikan

    Direktur Eksekutif Kamp wilayah Shuafat Mohannad Masalameh mengatakan, walaupun sekolah yang diurus PBB akan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pengurangan tenaga ajar, fasilitas sekolah tetap lebih baik dibanding sekolah yang ada.

    Kotamadya Yerusalem Israel berusaha mengoperasikan sejumlah sekolah di kamp Shuafat, yang mana sekolah-sekolah tersebut menggunakan kurikulum Palestina di Tepi Barat.

    “Saya pikir, orang-orang akan menolak menempatkan anak-anak mereka di sekolah kota dengan kurikulum Israel. Sebagai orang Palestina, beberapa orang menolak mempelajari kurikulum negara lain yang bertentangan dengan patriotisme mereka,” kata Masalameh, dikutip dari Middle East Eye. UNRWA mengurus tujuh sekolah atau setara melayani 3.000 siswa di dua kamp pengungsian terbesar di daerah okupasi Yerusalem Timur.

    Baca juga :  “Kereta Perdamaian" Bertolak dari Eropa Menuju Saudi Via “Israel”

    Maret lalu, Israel juga tercatat menghancurkan bangunan sekolah di Yerusalem Timur. Dikutip dari Middle East Monitor, sejumlah pasukan pendudukan Israel masuk ke kamp pengungsi Shuafat. Tidak ada peringatan yang diberikan sebelum pembongkaran dan tidak ada alasan resmi yang dirilis terkait tindakan itu.

    Problem pendidikan di Yerusalem tidak berhenti sampai di situ. Kabar duka masih jelas diingatan ketika tentara Israel menembak Samah Zuheir Mubarak (16). Siswi itu ditembak saat melintasi pos pemeriksaan al-Zaeem yang memisahkan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dengan daerah okupasi Yerusalem Timur. Samah ditembak dari jarak dekat dan langsung terjatuh ke tanah.

    PBB juga terus mencatat degradasi HAM yang dilakukan pemerintah Israel di daerah pendudukan Palestina, yakni Gaza, Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Mereka mengungkapkan kekhawatiran karena lonjakan ekspansi pemukiman dan kekerasan pemukim, termasuk penargetan anak-anak dan sekolah.[] Penulis: Gina Mardani Cahyaningtyas

    74 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial