Wednesday , 23 October 2019

Sempatkan Bertemu Milenial, Ini yang Disampaikan Menteri Agama

  • 26 June, 2019  01:25:11 


  • “Saya jika bertemu teman-teman milenial ini, seperti mendapat strum baru untuk lebih semangat” demikian tutur Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin di sela-sela obrolannya dengan generasi milenial di Hotel Aston Kartika, Jakarta Barat, Selasa (25/06/2019).

    Sebelumnya Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag mengadakan acara Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial, 80 peserta dari berbagai latar belakang organisasi, baik kepemudaan, remaja Islam, bem, influencer, generasi muda ormas Isam mengikuti serangkaian acara yang digelar selama 24-26 Juni 2019, dan Mathlaul Anwar mengirimkan salah satu kader mudanya pada acara tersebut.

    Kehadiran Menteri Agama di hari ke-2 dalam forum Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial adalah diluar agenda acara yang disusun panitia. Hal ini sontak membuat para peserta pelatihan turut berbahagia karena Menteri Agama menyempatkan hadir ditengah jadwalnya yang padat.

    Baca juga :  Didaulat Sebagai Anggota Kehormatan Mathlaul Anwar, Ketua DPRD Pandeglang dan Sekda Banten Sampaikan Rasa Bangga

    Lukman Hakim menyampaikan bahwa manusia bermedia sosial adalah sebagai medium atau sarana untuk bersosialisasi.

    “Manusia adalah makhluk sosial, ia bukan makhluk soliter, manusia butuh medium, wahana, atau sarana untuk bersosialisasi. Di era yang serba maju dengan kecanggihan teknologi ini, sosialisasi tidak hanya dilakukan di dunia nyata saja, tapi juga bersosialisasi di dunia maya”terangnya.

    Dalam bersosialisasi di media sosial tujuannya adalah untuk membangun relasi sesama manusia, kontradiktif jika tujuan tersebut malah menimbulkan konflik.

    “Manusia harus memenuhi kebutuhannya untuk membangun relasi dan networking, kontradiktif jika kita utamanya generasi milenial bersosial media malah menimbulkan konflik”ujarnya.

     

     

    Lanjut, putera Saifudin Zuhri mantan Menteri Agama era Soeharto ini menghimbau agar bermedsos tidak teralu baper (penuh emosi).

    Baca juga :  ACT Raih Penghargaan Kemanusiaan di HUT ke-11 Kabupaten Sigi

    “Dalam bermedsos kita tidak boleh baper, imbangi zaman kemajuan informasi dengan budaya literasi, jadikan medsos sebagai salah satu media untuk belajar, sebab disana banyak ilmu yang bisa kita dapat”sambungnya.

    Menag juga menghimbau agar kita bisa untuk memilih suatu informasi.

    “Selektiflah dalam menerima informasi, cari validitas dan verifikasi suatu informasi, cermat dan berhati-hati dalam menerima informasi, agar terhindar dari informasi yang salah”paparnya.

    Media sosial adalah alat untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan atau kemaslahatan, jadi sebarkan spirit tersebut, generasi milenial mempunyai peranan penting untuk menenun kemajemukan bangsa.(faiz)

    146 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial