Wednesday , 23 October 2019

Bersama Atasi Kekeringan di Gunungkidul

  • 01 July, 2019  16:53:25 

  • Provinsi DIY masuk ke wilayah berpotensi kekeringan ekstrem karena sudah memasuki 61 hari tanpa hujan, menurut laporan BMKG pada 27 Juni 2019.

    YOGYAKARTA – Pada acara Humanity Gathering yang diselenggarakan Sabtu (29/6) lalu, ACT DI Yogyakarta mengajak masyarakat untuk membantu krisis kekeringan di Gunungkidul. Tercatat hingga saat ini, kekeringan di Gunungkidul telah melanda di 10 kecamatan yakni Girisubo, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan dengan total 104.166 jiwa terdampak.

    “Kekeringan tengah melanda sebagian besar wilayah Yogyakarta. Bahkan menurut laporan BMKG, kini status kekeringan di Yogyakarta sudah di level Awas karena sudah lebih dari 61 hari tanpa hujan. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat luas untuk bersama mengatasi masalah kekeringan yang dialami warga Provinsi DIY, terutama di Gunungkidul,” ujar Bagus Suryanto selaku Kepala Cabang ACT DIY, Sabtu (29/6).

    Salah satu upaya ACT DIY dalam membantu warga yang tengah kesulitan air bersih ialah dengan melakukan program dropping air bersih. Program itu dijalankan dengan pendistribusian air bersih menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke wilayah-wilayah rawan kekeringan.

    Baca juga :  Cegah Perkawinan Anak, Dirjen: Penting Untuk Menikah di Usia Matang

    Pendistribusian air bersih dimulai pekan ini dengan mengerahkan lima armada yang membawa bantuan total 10 tangki di empat desa di Gunungkidul.

    Kharis Pradana dari Tim Program ACT DIY mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan program darurat untuk menyuplai air di Gunungkidul selama kekeringan melanda. “Memang program dropping air bersih ini bukanlah solusi jangka panjang untuk memutus krisis kekeringan di Gunungkidul, tetapi setidaknya dengan bersama-sama kita memberi bantuan air bersih, bisa meringankan beban masyarakat yang sedang dilanda krisis air bersih” ujar Kharis.

    Ditargetkan program dropping air bersih di Gunungkidul selama musim kemarau adalah sebanyak 500 tangki, atau sebanyak 2,5 juta liter air bersih selama musim kemarau. “Untuk saat ini kita targetkan 500 tangki, sampai musim hujan datang” tambah Kharis.

    Baca juga :  Syaikh Mesir turut Memberikan Tausiyah dalam KBN MA

    Selain program dropping air bersih, program jangka panjang juga sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, yaitu program Sumur Wakaf. Sumur Wakaf merupakan program pembangunan sumur bor yang dikelola oleh Global Wakaf – ACT. Sampai saat ini, jumlah Sumur Wakaf yang telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya telah mencapai 18 titik dengan kedalaman beragam dari 50 meter hingga 100 meter.[] Penulis: Nasrudin

    79 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial