Friday , 12 July 2019

TAUḤĪD YANG BAIK BAGAIKAN POHON YANG BAIK

  • 02 July, 2019  11:12:33 

  • Oleh: Maddais*

    Bicara tentang pokok-pokok agama (ushuluddin), Alquran menyebutkan bahwa orang yang bagus Tauḥīdnya diibaratkan sebagai pohon yang baik.

    Seperti apakah pohon yang baik itu?

    Pohon yang baik itu memiliki ciri-ciri sebagaimana dijelaskan Allah SwT dalam firman-Nya:

    ألم تر كيف ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها فى السمآء (24) تؤتي أكلها كل حين بإذن ربها ويضرب الله الأمثال للناس لعلهم يتذكرون (25) ومثل كلمة خبيثة كشجرة خبيثة اجتثت من فوق الأرض مالها من قرار (26) يثبت الله الذين ءامنوا بالقول الثابت فى الحيوة الدنيا وفى الأخرة ويضل الله الظلمين ويفعل الله ما يشآء (27). (إبرهيم: 24-27)

    Tidakkah kalian perhatikan, bagaimana Allah SwT mengumpamakan kalimat yang baik, bagaikan pohon yang baik, (ciri pohon yang baik itu) pokoknya tetap (di bumi), cabangnya (menjulang) ke langit (24). Menghasilkan buahnya tiap-tiap waktu dengan izin Tuhannya. Allah memberikan beberapa contoh kepada manusia, mudah-mudahan mereka mendapat peringatan (25). Umpama kalimat yang buruk bagaikan pohon yang buruk, uratnya terbongkar dari atas bumi, tidak ada baginya tempat tetap (di muka bumi) (26). Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap (Tauḥīd) waktu hidup di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang aniaya, dan Allah memperbuat apa-apa yang dikehendaki-Nya (27). (QS. Ibrāhīm [14]: 24-27)

    Menurut ayat tersebut, ada tiga ciri pohon yang baik, yaitu:

    1). Pokok (akar)nya tetap (di bumi),
    2). Cabangnya (menjulang) ke langit, dan
    3). Menghasilkan buah tiap-tiap waktu dengan izin Tuhannya.

    Sebaliknya, ciri pohon yang buruk adalah urat (akar)nya mudah terbongkar (rapuh) dari atas bumi, tidak ada baginya tempat tetap (di muka bumi).

    Demikian halnya, seorang yang beriman baru dikatakan bagus iman (Tauḥīd) nya apabila ia memiliki tiga ciri tersebut, yaitu:

    Baca juga :  Tahun Baru 1440 H, Momentum Bersyukur Dengan Memilih Produk Halal

    1). Berprinsip (Istiqamah)

    Bila kita perhatikan pohon, semakin pohon itu tinggi tentu anginnya semakin kencang. Namun, sekencang apa pun anginnya, bila akar pohon itu kokoh, Insya Allah pohon itu tidak akan tumbang. Orang yang beriman pun demikian, semakin tinggi tingkat (maqam) keimanannya, tentu semakin tinggi ujiannya, istilah sederhananya, Kiai itu setannya Kiai juga, Dosen itu setannya Dosen juga, Mahasiswa itu setannya Mahasiswa juga…dst.

    Orang yang beriman itu harus punya prinsip, orang yang berprinsip itu bagaikan ikan di lautan, walaupun airnya asin, ia (ikan) tetap tawar. Orang yang berprinsip itu tidak boleh ikut arus, ia harus melawan arus, ia harus bisa mewarnai lingkungannya (dengan kebenaran) dan bukan diwarnai. Orang beriman itu harus tetap istiqamah di manapun ia tinggal, baik tinggal di pondok indah atau di pondok pindah (sudah di pondok, di pindah)…

    2). Berjama’ah

    Orang yang beriman itu harus berjama’ah, tentu saja berjama’ah dalam pengertian yang luas. Ia harus punya kecerdasan individual dan sosial. Ia harus punya jaringan (networking), tidak menyendiri.

    Orang beriman yang baru punya kecerdasan individual dan belum punya kecerdasan sosial, bisa dilihat antara lain dari amaliah salatnya, kalau salat biasanya ia lebih suka salat munfarid (sendirian), dan kalaupun salatnya berjama’ah, ṣaf (barisan) nya tidak mau rapat (renggang)…

    3). Produktif

    Orang beriman itu harus produktif (menghasilkan) bukan konsumtif. Ia harus melakukan regenerasi umat, menciptakan generasi harapan (idaman) yang membanggakan.

    Bagaimana caranya? di antara caranya adalah dengan pendidikan (tarbiyah).

    *PERKATAAN YANG BAIK*

    Perkataan yang baik (Kalimah Tayyibah) merupakan perkataan yang direstui Allah SwT, ia punya akar kebenaran yang kuat dan menimbulkan maslahat bagi umat; laksana pohon yang subur, rimbun, dan berbuah banyak.

    Baca juga :  Pembakar Bendera Kalimat Tauhid Minta Maaf Kepada Masyarakat

    Di dalam Alquran setidaknya disebutkan ada tujuh jenis perkataan yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu:

    1). Qawlun ma’rūf (perkataan yang baik)
    Perkataan jenis ini identik dengan kesantunan dan kerendahan hati. Alquran mensinyalir bahwa mengucapkan qawlun ma’rūf lebih baik daripada bersedekah yang disertai kedengkian.

    Firman Allah SwT:

    Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun. (QS. al-Baqarah [2]: 263)

    2). Qawlan baligha (perkataan yan efektif dan efisien)

    Ini adalah jenis ucapan yang cermat, padat berisi, mudah dipahami, dan tepat mengenai sasaran alias tidak ngelantur. Tipe perkataan seperti ini akan berpengaruh kuat bagi pendengarnya.

    Firman Allah SwT:

    Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya. (QS. an-Nisā [4]: 63)

    3). Qawli thābit (perkataan yang teguh)

    Perkataan ini punya argumentasi yang kuat serta dilandasi keimanan yang kokoh. Tidak ada keraguan yang menyelimutinya. Keẓaliman yang nyata patut dihadapi dengan perkataan jenis ini.

    Firman Allah SwT:

    Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrāhīm [14]: 27)

    4). Qawlan karīma (perkataan yang mulia)

    Ia adalah tutur kata yang bersih dari kecongkakan dan nada merendahkan atau meremehkan lawan bicara. Terdapat semangat memuliakan, menghormati, dan menghargai terhadap lawan bicara dalam qawlan karīma tersebut.

    Firman Allah SwT:

    Tuhanmu memerintahkan, supaya janganlah kamu sembah, kecuali Dia dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika seseorang di antara keduanya telah tua atau kedua-duanya, janganlah engkau katakan “cis” kepada keduanya dan jangan pula engkau hardik keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia (lemah lembut). (QS. al-Isrā [17]: 23)

    Baca juga :  Husnan Bey Fananie Bicara di Konperensi PBB: Rakyat Indonesia Tak Terima Masjid Aqsa Ditutup!

    5). Qawlan maysūra (perkataan yang layak dan pantas)

    Maysūra arti asalnya adalah yang memudahkan. Ucapan ini mengandung unsur memudahkan segala kesukaran yang menimpa orang lain, dan menghiburnya guna meringankan beban kesedihan.

    Firman Allah SwT:

    Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut. (QS. al-Isrā [17]: 28)

    6. Qawlan layyina (perkataan yang lemah lembut).

    Kelembutan diharapkan dapat menundukkan kekerasan, sebagaimana air dapat memadamkan api. Inilah pesan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ketika keduanya hendak menghadap Fir’aun yang lalim.

    Firman Allah SwT:

    Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (QS. Tāhā [20]: 44)

    7). Qawlan sadīda (perkataan yang benar)

    Tiada dusta dan kebatilan dalam ucapan ini. Kata sadīd berasal dari kata sadda yang berarti menutup, membendung, atau menghalangi. Qawlan sadīda yang diucapkan berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkaran dan kezaliman. Bukti ketakwaan seorang Mukmin di antaranya adalah gemar mengucapkan perkataan ini.

    Firman Allah SwT:

    Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (QS. al-Ahzāb [33]: 70)

    Rasulullah saw pun mengingatkan bahwa, “(Muslim yang baik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya).” (HR. Bukhari-Muslim)

    Semoga lisan, tulisan, dan tindakan kita senantiasa sesuai dengan tuntunan Ilahi dan para Nabi. Āmīn.

    Allahu A’lam
    Semoga bermanfaat!

    Baabul Jannah Tangerang
    Selasa, 2 Juli 2019

    Maddais

    46 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial