Wednesday , 23 October 2019

Kemarau, Ratusan Hektare Sawah di Bojonegoro Tak Bisa Ditanami

  • 05 July, 2019  16:56:01 

  • Masuk kemarau, hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami kekeringan. BMKG pada Rabu (3/7) menyebut jika kekeringan di Jatim masuk kriteria panjang dan ekstrim dan perlu diwaspadai masyarakat.

    BOJONEGORO – Tercatat 15 desa di tiga kecamatan di Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekeringan di awal musim kemarau ini. Ratusan hektare sawah yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat pun terkena dampaknya.

    Lahan persawahan yang sebelumnya ditanami padi kini dibiarkan kosong. Tak ada pasokan air yang mengaliri tanaman. Akibatnya, tanah yang merekah karena kering tak dapat digarap untuk ditanami kembali.

    Dipo Hadi Waskito dari Tim Program ACT Jawa Timur menyebut, tanaman yang terkena dampak kekeringan akhirnya dimanfaatkan warga untuk makanan ternak. Mayoritas masyarakat menanam padi dan jagung. “Sebagian lahan padi sudah masuk masa panen di Lebaran kemarin. Tapi karena kemarau dan tak dapat pasokan air, penanaman ulang pun terancam gagal,” jelasnya, Rabu (4/7).

    Baca juga :  Mathla’ul Anwar (MA) : BJ Habibie Negarawan Berkarakter Pengangkat Marwah Islam Indonesia

    Dari data yang dihimpun tim ACT Jatim, di Bojonegoro ada 15 desa yang bakal mengalami kekeringan di awal kemarau tahun 2019 ini. Malingpati, Gamongan, Kalisumber, Bakalan, Napis, Duwel, Drokilo, Jamberejo, serta Babat merupakan desa-desa yang menjadi langganan kekeringan. Selain itu Desa Pejok, Ngrandu, Balongcabe, Megale, Sumberharjo, dan Mlinjeng pun biasa mengalami kekeringan.

    Dipo mengatakan, desa-desa yang langganan mengalami kekeringan tiap kali kemarau di Bojonegero karena sumber air di sana yang tidak besar.

    Selain Bojonegoro, di Jatim, wilayah yang mulai mengalami kekeringan juga ada di Pulau Madura, tepatnya di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Kemarau telah berlangsung selama empat pekan dan hampir satu bulan lamanya. Dampaknya, masyarakat harus mencari sumber air yang agak jauh dari permukiman mereka.

    Baca juga :  Menggurat Senyum dari Rumah Bahagia

    ACT Jatim akan mendistribusikan air bersih ke Ambat pada pekan pertama Juli ini. Sebanyak empat ribu liter nantinya dipasok guna keperluan air warga sehari-hari.

    Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal pada siaran persnya, Rabu (3/7), menyebut, sebagian besar wilayah Jawa Timur kini mengalami kekeringan. Hari tanpa hujan dalam kurun waktu yang cukup lama terjadi di sana. Potensi kekeringan di Jawa Timur masuk kriteria panjang hingga ekstrem.

    Herizal menyebut wilayah di Jatim yang mengalami kekeringan antara lain Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan di Pulau Madura. Kekeringan ini juga terjadi di hampir seluruh Pulau Jawa hingga gugusan Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara). []

    102 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial