Friday , 12 July 2019

Tokoh Muda MA: Mathla’ul Anwar Mencerdaskan Anak Bangsa

  • 07 July, 2019  23:15:28 

  • KH Lili Nahriri Lc/Pimpinan Ponpes Taqurma Menes

    Pandeglang,- Organisasi Mathla’ul Anwar adalah salah satu organisasi Islam yang terbesar di Indonesia yang didirikan di Menes pada tahun 1916 dan berkembang pertama kali di Menes, sehingga mayoritas penduduk Menes pada saat itu tidak ada yang tidak mengenal Mathla’ul Anwar. Demikian kata KH Lili Nahriri Lc selaku Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Mathla’ul Anwar saat diwawancarai di kediamannya, Minggu (7/7/2019).

    KH Lili Nahriri selaku pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Mathla’ul Anwar menuturkan bahwa ia mengenal Mathla’ul Anwar turun temurun sejak dulu tepatnya Tahun 1985.

    “Saya dilahirkan dilingkungan Mathla’ul Anwar, kakek saya adalah bendahara KH Mas Abdurrahman, pengurus dan bendahara ketika awal pedirian Mathla’ul Anwar”ucapnya.

    Baca juga :  Komnas Haji dan Umrah akan Beri Bantuan Hukum Calon Jemaah Umrah dari Firts Travel

    Menurutnya, setelah berdirinya Mathla’ul Anwar tentu saja terjadi banyak perkembangan yang dialami oleh organisasi ini, dari mulai perkembangan dakwah dan pendidikannya, memulai terobosan baru yang belum di lakukan oleh kalangan lain, seperti mendirikan madrasah pendidikan yang sebelumnya hanya di miliki oleh kaum penjajah Belanda, karena pada zaman dulu pendidikan haya boleh di tempuh oleh bangsa elit saja. Sehingga pribumi yang sedang di jajah di jadikan bangsa bodoh oleh kaum penjajah, oleh sebab itu adanya Mathla’ul Anwar untuk mengeluarkan masyarakat dan generasi muda untuk mendapatkan pedidikan.

    “Perkembangan cukup signifikan Mathla’ul Anwar terlahir hanya dari kegiatan pengajian, Mathla’ul Anwar melalukan terobosan baru dengan mendirikan madrasah dari tanah wakaf pemberian para tokoh sebelumnya, 1918 Mathla’ul Anwar sudah membuka cabang di Pasar Sabut Sodong pada tahun yang sama membuka di Kepuh Anyer, sesuatu yang baru dalam cara pengajaran Mathla’ul Anwar karena pada saat itu tidak ada klasifikasi atau jenjang-jenjang, karena semua di sama ratakan sesuai dengan kemampuan. Dan Mathla’ul Anwar pun sudah mewajibkan pendidikan 9 tahun, jika sudah selesai pendidikan 9 tahun diyakini sudah dapat menjadi kyai”kata KH Lili Nahriri selaku Tokoh Muda Mathla’ul Anwar juga sekaligus Wakil Sekretaris Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar.

    Baca juga :  12 Ribu Warga Bengkulu Mengungsi, ACT Dirikan 5 Posko Kemanusiaan

    Menurut Pandangan KH Lili Nahriri, Organisasi Mathla’ul Anwar sangat pesat dalam perkembangannya karena terlahir dari pingiran tetapi dari segi kualitas tidak diragukan, organisasi tidak menekankan pada satu madzhab, tidak terlalu fanatik.

    Selanjutnya, banyak faktor yang mempengaruhi kemajuan organisasi Mathla’ul Anwar, faktor utama ialah kaderisasi atau mempunyai kader militan, segala sesuatu bisa di cari misalkan uang, tetapi jika kader tidak militan tetap saja itu percuma.

    “Jika kita merasa memiliki terhadap
    Mathla’ul Anwar maka apapun akan diperjuangkan untuk Mathla’ul Anwar. Saya yakin itu akan memberikan sebuah kemajuan untuk organisasi”tambahnya.

    “Tujuan yang ingin selalu di capai oleh organisasi Mathla’ul Anwar atau yang mengandung arti tempat terbitnya cahaya ialah mencerdaskan anak bangsa”tutupnya.

    162 total views, 4 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial