Friday , 23 August 2019

Sehari Menjadi Peternak di Lumbung Ternak Wakaf

  • 12 July, 2019  21:25:51 

  • Pada acara peluncuran program “Dermawan Berqurban” oleh Global Qurban, peserta merasakan langsung pengalaman berternak di Lumbung Ternak Wakaf (LTW). Mulai dari Ustaz Amir Faishol, Dimas Seto, hingga para wakif, semua belajar bagaimana cara beternak seperti pembibitan, penggemukan, hingga pemotongan hewan kurban.

    BLORA – Ustaz Amir Faishol, Dimas Seto, dan Sofyan Alop alias Cuping Topan, turun ke ladang rumput odot. Masing-masing dari mereka menenteng sebuah arit dan mencabut setiap rumput dari tanahnya. Nantinya rumput-rumput yang mereka cabut ini akan dimasukkan ke mesin pemotong untuk menjadi salah satu bahan pakan hewan kurban di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) dari Global Wakaf, yang berada tepat di samping ladang tersebut.

    “Subhanallah, Allah telah menyiapkan makanan pokok untuk ternak kita: rumput yang siap dipotong dan tumbuh lagi. Ini salah satu bukti bahwa tabiat ciptaan Allah adalah berkurban, jadi dia siap berkurban untuk kehidupan,” komentar Ustad Amir, memberikan pelajaran dari rumput odot.

    Momen tersebut adalah satu dari sekian banyak momen yang terjadi di acara Farm Tour yang diadakan setelah peluncuran program Global Qurban dengan tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Semua”. Kamis (11/7) kemarin, sekitar 200 tamu yang terdiri dari artis, influencer, dan para wakif beserta donatur, bersama 100 petani serta keluarganya mengikuti kegiatan ini. Mereka berkeliling untuk menengok langsung dan merasakan pengalaman beternak di peternakan LTW yang terletak di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

    Baca juga :  MTs MA Pusat Angkatan 2010, Gelar Simposium Alumni dan Buka Bersama

    Para tamu diajak mengunjungi satu per satu titik LTW binaan Global Wakaf yang akan menyuplai ternak untuk Global Qurban pada Iduladha nanti. Mereka diperlihatkan cara-cara merawat ternak mulai dari pembuatan pakan, pemberian pakan ternak, hingga memandikan ternak agar terus bersih.

    Dimas Seto, salah satu artis yang mengikuti kegiatan tersebut, kini paham mengapa harga hewan kurban di Global Qurban bisa begitu murah. Padahal, awalnya ia sempat bingung dan berpikir bagaimana caranya harga hewan-hewan kurban ini bisa begitu terjangkau.

    “Tapi ternyata kita buktikan di sini, kenapa harganya bisa begitu murah. Masyaallah, ternyata karena melibatkan masyarakat Kecamatan Sambong dan bisa memakmurkan masyarakat sekitar sini juga,” katanya.

    Baca juga :  Mahasiswa Harus Peduli Halal

    Selain Dimas, beberapa wakif (orang yang mewakafkan ternaknya) juga diajak untuk berkeliling sembari merasakan pengalaman bagaimana masyarakat sekitar mengelola ternak di LTW binaan Global Wakaf. Adi Rasidi, salah satu wakif, mengapresiasi sistem pengelolaan Global Wakaf yang ikut memberdayakan masyarakat sekitar.

    “Saya tadi sempat mengobrol dengan beberapa orang yang dia ini dipercaya mengelola ternak. Dia di samping bisa punya penghasilan dari usaha utamanya, dia bisa dapat uang juga dengan misalnya menyabit rumput atau merawat ternak. Dapat uang per bulan itu kan luar biasa,” ujarnya.

    Setelah melihat langsung pengelolaan ternak dari Global Wakaf, Adi mengaku makin percaya untuk berwakaf di Global Wakaf. Iya yakin karena ia melihat sendiri bagaimana ternak-ternaknya dikelola di Desa Sambongrejo ini.

    Baca juga :  Jokowi Lantik 14 Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji

    “Acaranya sungguh luar biasa. Menyenangkan dan mengesankan sekali. Karena kita jadi tahu ternyata kurban di Global Wakaf ini begitu baik, mulai dari pembibitan ternaknya sampai penyembelihan dan pengepakan. Sehingga saya jadi semakin yakin bahwa ini adalah pilihan yang tepat, di samping mudah, cepat, amanah, dan tentunya bisa meluas ke mana-mana,” kata Adi.[] Penulis: Reza Mardhani

    98 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial