Friday , 15 November 2019

Menyoal Ancaman Gerakan Terorisme dan Radikalisme, Bakesbangpol Rangkul Warga MA DKI Gelar Pelatihan Tingkatkan Kewaspadaan

  • 18 July, 2019  19:09:31 

  • Peserta Kegiatan

    Warga Mathlaul Anwar Provinsi DKI Jakarta mengikuti kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Gerakan Terorisme dan Radikalisme di Jakarta yang di gelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemprov DKI Jakarta.

    Sejumlah 90 kader-kader Mathlaul Anwar yang terdiri dari beberapa unsur yakni PCI-MA Jakarta, Musma DKI, HIMMA UIN Jakarta dan HIMMA DKI menyertai kegiatan yang berlangsung dari 18-20 Juli 2019 di Hotel Ria Diani, Cipayung-Bogor, Jawa Barat.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemprov DKI, Taufan Bakri. Ia berujar bahwa DKI sebagai kota dengan populasi tinggi maka Pemprov harus beefikir keras agar segala kebutuhan warganya terpenuhi.

    Baca juga :  Wafatnya K.H. Arifin Ilham, Bentuk Cinta Allah Terhadap Hamba-Nya

    “Dengan 12 juta penduduk di siang hari, Pemprov tentu harus bekerja keras dan berfikir keras agar kebutuhan warganya terpenuhi”ujarnya.(18/07/2019)

    Lanjutnya, sebab kebutuhan sandang, pangan, dan papan adalah salah satu prasyarat agar ideologi radikalisme dan terorisme tidak tumbuh kembang di DKI khusunya, Indonesia umumnya.

    Taufik juga berpesan pada kader-kader Mathlaul Anwar DKI agar turut aktif dalam menangkal ideologi berbahaya tersebut dari hal kecil dulu.

    “Kita mulai dari hal kecil saja, dulu di kampung-kampung ada budaya ronda, ada budaya tamu wajib lapor pada ketua RT, upaya itu cukup efektif dalam melakukan filtrasi untuk mereka yang dianggap sebagai orang yang tidak dikenal, jadi keamanan kampung kita cukup terjaga dengan budaya tersebut, nah hal ini bisa dilakukan di lingkungannya masing-masing oleh kader Mathlaul Anwar di DKI”tuturnya.

    Baca juga :  Hati-Hati Unggah Konten di Tanah Suci

    Selain itu Taufik juga menyampaikan bahwa bagi mereka yang berbeda paham atau ideologi jangan di marginalkan, mereka perlu diberi ruang untuk diskusi agar bisa bersama-sama membangun bangsa.

    Di akhir kesempatan, ia berpesan pada kader MA DKI yang hadir agar tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

    “Kita lupakan persoalan-persoalan pemilu kemarin mari kita sekarang rajut persatuan. Tidak ada 01 tidak ada 02, kita adalah 03 persatuan Indonesia”tutupnya.(faiz)

    168 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial