Friday , 15 November 2019

Menderita Kanker Kulit, Empud Tetap Nafkahi Keluarga

  • 31 July, 2019  17:44:54 

  •  

    “Saya sudah pasrah dan tawakal kepada Allah. Saya hanya ingin tetap berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai pencari nafkah untuk keluarga, terkhusus untuk menyembuhkan katarak istri dan penyakit kanker saya,” ungkap Empud.

    TASIKMALAYA – Perban menutupi kelopak mata kiri Empud (88). Benjolan mencuat dari balik perban yang dipasang ala kadarnya itu. Selama setahun terakhir, benjolan luka itu kian membesar. Sementara bola mata kiri Empud tak lagi ada akibat kanker kulit yang menyerang mata dan kulit Empud. Kini, Empud hanya mengandalkan mata kanannya untuk melihat.

    Kakek asal Kecamatan Taraju di Kabupaten Tasikmalaya ini sudah divonis menderita kanker kulit sejak 2018 lalu. Namun, Empud hanya mengobati penyakitnya dengan perawatan seadanya, seperti menutupinya dengan perban. Tidak ada pengobatan intensif seperti kemoterapi untuk penyakit kanker kulitnya. Hal ini berdampak pada menjalarnya sel-sel kanker di wajah Empud. Akibatnya, Empud harus kehilangan bola mata kirinya.

    Baca juga :  Gelar Persami, MA Jatiuwung Ciptakan Siswa yang Kooperatif

    Ia berkisah bahwa dirinya kerap merasakan kesakitan saat penyakitnya kambuh. Rasa sakitnya ini harus Empud tahan sebisanya, sementara luka di bawah mata kiri Empud kian parah dan membusuk. Sesekali ia mengganti perban mata dan wajahnya tanpa penanganan dari dokter sehingga menjadikan lukanya semakin parah dan membusuk.

    Empud bukannya tidak mau mengobati kankernya ke rumah sakit. Alasan ia tidak mengobati penyakitnya lebih karena keterbatasan biaya. Sehari-hari, Empud bekerja sebagai pemecah batu. Belum lagi, ia harus menafkahi dan merawat istrinya yang menderita katarak dan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental.

    “Saya sudah pasrah dan tawakal kepada Allah. Saya hanya ingin tetap berusaha menjalankan kewajiban saya sebagai pencari nafkah untuk keluarga, terkhusus untuk menyembuhkan katarak istri dan penyakit kanker saya,” ungkap Empud saat ditemui tim ACT Tasikmalaya pada Kamis (18/7).

    Baca juga :  KH.E.A. BURHANI, Ketua Umum PBMA dan Kiyai yang Bersahaja (1927- 1994)

    Sementara Rukoyah, istri Empud, juga tak ingin diam meratapi penyakitnya. Rukoyah menderita katarak di kedua matanya. Kondisi ini membuat Rukoyah tak bisa melihat. Ia juga tak bisa mendengar alias tuli. Namun demikian, Rukoyah berikhtiar membantu suaminya untuk menafkahi keluarga. Dengan berjalan meraba-raba, ia biasa mencari kayu bakar untuk dijual kembali.

    Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Tasikmalaya sedang mengikhtiarkan kesembuhan Empud. Dalam waktu dekat, Empud akan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. “Kami sedang menempuh jalur pengobatan untuk Kakek Empud karena Kakek Empud memerlukan penanganan yang cepat untuk penyakitnya. Pekan kemarin kami sudah membuat surat rujukan pengobatan. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan mendampingi Kakek Empud ke RSHS Bandung,” ungkap Fauzi dari tim ACT Tasikmalaya. []

    129 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial