Saturday , 24 August 2019

Sumur Tadah Hujan Warga Bakung Mulai Mengering

  • 31 July, 2019  19:39:13 

    1. Warga Kelurahan Bakung, Bandar Lampung, yang tinggal di wilayah lebih tinggi mendapatkan air dari sumur tadah hujan. Namun sudah sepuluh hari tidak turun hujan sehingga sumur tersebut kering.

     

    BANDAR LAMPUNG – Kemarau membuat sumur tadah hujan yang dibangun warga Kelurahan Bakung, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung mengering. Faktor itu juga disebabkan wilayah yang berupa dataran tinggi dan berstruktur bebatuan.

    Lurah Bakung Hamidi Bahrien mengungkapkan, kondisi air di Lingkungan 1 Kelurahan Bakung memang sangat minim. “Khususnya kami yang berada di RT 8. Dari tiga sumber air yang tersedia, hanya sumur bor yang bisa diandalkan,” terang Hamidi, Jumat (26/7) lalu.

    Sumber air yang dimaksud Hamidi adalah sumur tadah hujan, sumur bor milik desa, dan air leding berlangganan. “Warga yang tinggal di wilayah lebih tinggi mendapatkan air dari sumur tadah hujan, namun sudah sepuluh hari tidak turun hujan sehingga sumur tersebut kering. Warga terpaksa turun ke wilayah yang lebih rendah untuk mengambil air dari sumur bor atau meminta air pada warga yang berlangganan leding,” lanjut Hamidi.

    Baca juga :  Abu Syuja, Pengarang Matan Taqrib

    Menurut Hamidi, dampak dari kekeringan membuat warga harus membeli air minum dan mencari air sejauh beberapa ratus meter. Dirinya pun berharap dibangun sumur bor dengan kedalaman di atas seratus meter sehingga ketersediaan air tercukupi.

    Merespons kekeringan tersebut, pada Jumat (26/7), ACT Lampung mendistribusikan air bersih kepada ratusan warga di Kelurahan Bakung. Distribusi air bersih yang dilakukan ACT bertujuan untuk memberi akses air bersih kepada warga setempat, khususnya yang tinggal di dataran tinggi.

    Koordinator Tim Program ACT Lampung Arief Rakhman mengatakan kekeringan yang terjadi di RT 8 Lingkungan 1 Kelurahan Bakung terjadi karena kondisi wilayah di dataran tinggi dengan tanah berbatu sehingga tidak memungkinkan dibangun sumur bor dangkal.

    Baca juga :  Sejarah Asal Usul Aliran Teologi Islam

    “Warga sudah berinisiatif membangun sumur tadah hujan, namun saat ini sudah mulai mengering,” kata Arief.

    Melalui program distribusi air bersih, Arief berharap, warga tidak lagi mengeluarkan biaya untuk membeli air. Selain itu, ia berharap distribusi air bersih juga dilakukan berbagai elemen masyarakat sehingga masyarakat yang membutuhkan air bersih tertolong. “Warga sangat membutuhkan air bersih untuk makan, minum dan MCK. Kami sangat senang kalau masyarakat Lampung tergerak membantu mereka,” pungkasnya.[]

    50 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial