Saturday , 24 August 2019

ACT – Mahasiswa Universitas Pancasila Gelar Edukasi, Pelayanan Kesehatan dan Mitigasi Bencana

  • 06 August, 2019  14:37:14 

  •      BOGOR – Satuan Kegiatan Islam/SKI-Universitas Pancasila berkolaborasi dengan ACT menggelar Edukasi, Pelayanan Kesehatan Gratis dan Mitigasi Bencana selama 3 hari, Jumat – ahad, 2-4 Agustus 2019, di tiga dusun, di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Safari Dakwah yang dilakukan selama dua pekan.

    Menurut Sella Eka YuliaPutri, Tim Global Medic Action – ACT, pengajuan sinergi ini awalnya masuk melalui Divisi Community Relation – Tim Komunikasi ACT, dimana SKI mengajak bersinergi dan berkolaborasi dalam rangkaian program mereka.

    “Maka kami tawarkan kepada mereka (SKI-red) untuk menggelar Edukasi Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Gratis dan Mitigasi Bencana, dan mereka pun meresponnya,” jelasnya.

    Menurut Reza Aziz, Ketua Pelaksana Program Safari Dakwah, Program ini pertama kalinya dibuat, karena adanya kebutuhan pemberdayaan dan pembetukan karakter, yang sangat dibutuhkan masyarakat Desa.

    Baca juga :  Wiranto: Mari Rawat NKRI!

    “Di Program ini, kami memiliki tiga fokus, yaitu pembangunan majelis taklim, pengairan dan edukasi, pelayan kesehatan dan mitigasi bencana. Untuk Program Edukasi, Pelayan Kesehatan dan Mitigasi Bencana langsung ditangani Tim ACT. Alhamdulillah respon warga sangat antusias dengan banyak yang hadir,” tuturnya. Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Univesitas Pancasila Semester 6 ini berharap silaturrahmi dan sinergi dengan ACT ini bisa terus berlanjut.

    Dalam Edukasi Kesehatannya Tim Global Medic Action – ACT memberikan materi Pola Hidup Bersih dan Sehat/PHBS, karena masyarakat desa setempat kurang memperhatikan hal penting ini, ditambah minimnya pengetahuan tentang kesehatan. Terbukti dengan banyaknya pasien yang sakit, karena faktor pola hidup mereka yang tak sehat.

    Baca juga :  MI MA Teluk Menggelar Penglepasan Sekaligus Kenaikan Siswa/i

    Hal tersebut diungkapkan oleh Zata Ismah, Tim Global Medic Action – ACT, menurutnya dari sekian banyak keluhan kesehatan warga desa, diantaranya: penyakit kulit, diare, Hipertensi, susp.osteoporosis, ISPA, dispepsia, TB anak dan TTH, mayoritas adalah karena faktor pola hidup mereka.

    “Salah satu keluhan warga adalah sakit diare karena sumber air terbatas dan kotor, mereka dapat air dari sumber gunung langsung didapat dua hari sekali dan itu pun hanya dua jam. Selain itu juga karena faktor kebiasaan mereka yang buang hajat tidak di MCK. Penyakit lainnya adalah penyakit kulit, juga disebabkan faktor yang sama,” tegasnya.

    Zata menambahkan saat ini di Desa Leuwisadeng, memang sedang mengalami kesulitan air bersih karena kemarau panjang.

    Baca juga :  Indonesia Ajak Negara-Negara Islam Bersatu Promosikan Moderasi Agama

    Sementara itu, untuk edukasi mitigasi bencana, Tim Trainer dari Disaster Managemen Institut of Indonesia/DMII-ACT memberikan edukasi serta simulasi mitigasi bencana kebakaran dan gempa bumi.

    Erry Septiadi, Tim DMII-ACT mengungkapkan pada bulan Agustus ini, Tim DMII-ACT memang tengah menjalankan Program DMII Goes To Villages bertema: “Merdeka dari Bencana”.

    “ Dengan begitu kami perlu mengedukasi ke berbagai lapisan masyarakat manapun, terutama yang memiliki tingkat kerentanan ketika terjadi bencana. DMII Goes To Villages merupakan sebuah program edukasi mitigasi bencana ke tempat-tempat pedesaan, termasuk salah satunya ke Desa Leuwisadeng ini,” pungkasnya.[] Penulis: M.Arif Rahmani

    104 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial